• Home
  • 21 Februari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
    • Perjalanan
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 21 Februari 2005

    Pemerintah Gagal Mengantisipasi DBD

    Apakah pemerintah gagal mengantisipasi dan memberantas wabah demam berdarah tahun ini?(10-17 Februari 2005)
    Ya
    76.11%172
    Tidak
    17.70%40
    Tidak tahu
    6.19%14
    Total100%226

    Pemerintah menargetkan wabah demam berdarah dengue (DBD) secara nasional bisa dibereskan pada pertengahan Maret 2005. Departemen Kesehatan juga telah meminta semua pemerintah daerah segera memberantas penyakit itu dengan pengasapan, penaburan serbuk abate, dan program pemberantasan sarang nyamuk.

    Hingga Rabu pekan lalu, ada 1.725 pasien DBD di DKI Jakarta yang dirawat di rumah sakit dan 16 orang meninggal. Di daerah lainnya, juga terjadi pelonjakan korban DBD selama Februari.

    Direktur Jenderal Pemberantasan Pe-nyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, Prof Umar Fahmi Achmadi, menilai upaya pemberantasan penyakit demam berdarah yang telah dilakukan Pemda DKI Jakarta mulai menunjukkan hasil. Secara umum jumlah penduduk yang terkena penyakit demam berdarah menurun dibanding tahun lalu.

    Namun, katanya, upaya pemberantasan nyamuk pembawa penyakit demam berdarah melalui penyemprotan tidak akan optimal tanpa partisipasi masyarakat. "Menggerakkan masyarakat ternyata sulit," katanya. Hal senada diutarakan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Berdasarkan data Departemen Kesehatan, hingga 10 Februari ada lebih dari 5.000 penderita demam berdarah, 117 di antaranya meninggal. Pada bulan yang sama tahun lalu, jumlah penderita demam berdarah sebanyak 20 ribu, dan 284 penderita meninggal.

    Kendati demikian, lebih dari tiga perempat responden jajak pendapat Tempo Interaktif menilai pemerintah telah gagal mengantisipasi wabah ini. Buktinya, jumlah penderita dan korban meninggal tetap saja besar. Responden di Bandung, Prinarotomo, menilai penanganan DBD perlu secara sistemik. Selain penanganan dengan mengobati penderita dan membunuh vektor, juga perlu upaya menekan perkembangan nyamuk vektor DBD dengan meningkatkan populasi predator nyamuk, seperti katak, cicak, serta menghasilkan serum atau vaksin penangkal, pembunuh virus DBD. Langkah terakhir inilah yang belum dilakukan.

    Indikator Pekan Ini: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong Selasa pekan lalu sepakat mempercepat proses penyelesaian perjanjian ekstradisi antara kedua negara. Untuk mewujudkan kesepakatan itu, kedua negara menjadwalkan akan kembali bertemu pada Maret mendatang.

    Indonesia menilai perjanjian ekstradisi dengan Singapura sangat penting untuk memburu para tersangka kasus kejahatan keuangan yang sering kabur ke negeri itu. Kepala Kepolisian RI Jenderal Da'i Bachtiar mengatakan, perjanjian ekstradisi sangat penting karena mengikat kedua negara. "Interpol saja tidak cukup, karena hanya permukaan dan berupa komitmen," ujarnya.

    Yakinkah Anda jika perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura terwujud dapat memaksa para tersangka korupsi yang melarikan diri ke Singapura kembali ke Indonesia? Kami tunggu jawaban dan komentar Anda di www.tempointeraktif.com



    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Dari Sang Gadis Pemburu Senja

Catatan Pinggir

Al-Ghazali

Fotografi

Dari Kengerian yang Santun

Seni Rupa

Sayap-sayap Lie Fhung

TEMPO|interaktif

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif