• Home
  • 21 Februari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
    • Perjalanan
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip

Selingan

  • Lamno Tak Lalu dari Ingatan


    IDUL Adha tahun ini menjadi saksi punahnya tradisi di Lamno di Aceh Jaya. Saban tahun, di hari raya Kurban, dilangsungkanlah Seumuleueng (baca: Semuleng), upacara untuk menghormati raja dan penyebar agama Islam, Po Teumeurehom. Seumuleueng ke-525 semestinya jatuh pada Februari 2005, diiringi kelaziman yang selalu dinanti para jejaka seusai ritual: selama tiga hari, mereka memburu hati para inong Lamno, gadis-gadis keturunan Portugis berwajah permai dan bermata biru. Tapi bencana tsunami pada 26 Desember 2004 telah mengikis semua itu. Nyaris seluruh wilayah, tradisi, dan warga Lamno dipelantingkan dalam seketika ke ceruk-ceruk masa silam.

    Wartawan Tempo Akmal Nasery Basral, Nurlis E. Meuko, dan Philipus Parera menuliskan laporan ini, dibantu oleh Kalim dan Abdi Purnomo.

  • Galias Peringgi di Tanah Rencong


    Sejarah mencatat dua versi kehadiran kaum putih di Lamno: terdampar dalam pelayaran, atau lewat jalur perdagangan.
  • Ke Bukit Mencari Bidadari


    Berkulit putih, bermata biru, dan berambut pirang, mereka menyebut diri orang Aceh asli. Wartawan Tempo Nurlis E. Meuko menuliskan kenangannya menyusuri Lamno beberapa tahun lalu, jauh sebelum tsunami menerpa.
cover

Album

Album

Buku

Dari Sang Gadis Pemburu Senja

Catatan Pinggir

Al-Ghazali

Fotografi

Dari Kengerian yang Santun

Seni Rupa

Sayap-sayap Lie Fhung

TEMPO|interaktif

Seni & Hiburan

10 Lagu Terbaik Whitney Houston  

Nasional

Gus Solah Sarankan FPI Lakukan Survei

Olahraga

Lawan Novara, Inter Milan Mainkan Stankovic

Nasional

Jokowi Ternyata Rindu Didemo

Metro

Nyabu, Pegawai Kejaksaan Negeri Cibinong Ditangkap  

Metro

Penyerang Dua Polisi Bogor Tembakkan Pistol FN

Olahraga

Meski MU Menang, Alex Ferguson Tak Puas

Olahraga

Rooney Tertarik Jadi Kapten Inggris

Olahraga

Kalahkan Hong Kong, Indonesia Hadapi Thailand  

Seni & Hiburan

Panitia Grammy Ubah Acara Demi Whitney  

Nasional

Begini Ikrar Sumpah Pemuda Jilid II

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif