• Home
  • 28 Februari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Buku
  • Selingan
    • Perjalanan
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 28 Februari 2005

    Album

    Pengukuhan Guru Besar Bambang Triadji, 65 tahun

    Mantan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Bambang Triadji, dikukuhkan sebagai guru besar ilmu ekonomi publik pada Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Sabtu dua pekan lalu. Orasi ilmiahnya berjudul "Penguatan Peranan Badan Pemeriksa Keuangan dalam Pengamanan Keuangan Negara dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi".

    Bambang Triadji merupakan guru besar ke-108 Universitas Brawijaya, sekaligus sebagai guru besar ke-13 Fakultas Ekonomi universitas tersebut. Bekerja pada Departemen Keuangan sejak 1961, pria kelahiran Banyuwangi, 25 Oktober 1940, ini pernah menjabat Kepala Kantor Wilayah VIII Direktorat Jenderal Anggaran di Denpasar, 1987-1989.

    Selanjutnya dia menjadi Direktur Tata Usaha Anggaran, 1989-1990. Lalu Direktur Perbendaharaan dan Kas Negara, 1990-1991. Direktur Anggaran Lain-lain dan Kekayaan Negara, 1991-1992. Pada 1992-1993, dia menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Anggaran. Sekretaris Jenderal BPK, 1993-1998. Terakhir menjadi Wakil Ketua BPK, 1998-2004.

    Dalam bidang pendidikan, kariernya diawali dengan menjadi dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dr Mochtar Talib, Jakarta, pada 1994. Kemudian menjadi dosen luar biasa pada Universitas Padjadjaran, Bandung, 1995. Dia diangkat sebagai dosen Universitas Brawijaya sejak 2001.

    Tutup Usia Mochammad Hasan, 85 tahun

    Karangan bunga duka cita dari berbagai kalangan masih berjejer di depan sebuah rumah yang terletak di kawasan Gandul, Cinere, Jakarta Selatan, hingga akhir pekan lalu. Rumah tua itu adalah kediaman Mochammad Hasan, mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia periode 1971-1974. Dia meninggal dunia pukul 08.00 WIB, Rabu pekan lalu.

    Selama dua pekan sebelum meninggal, Hasan menderita sesak napas. Ia dirawat di Rumah Sakit Bogor, kemudian dilanjutkan di Rumah Sakit Pusat Pertamina sejak Selasa pekan lalu. Hasan meninggalkan seorang istri, Hani Hasan, dan sembilan anak-tiga perempuan dan enam laki-laki. Hari itu jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

    Semasa hidupnya, Hasan pernah mendapatkan 17 bintang jasa. Terakhir setelah tidak menjadi Kapolri, ia menjabat duta besar di Malaysia. Hasan adalah Kepala Polri yang keenam sejak republik ini berdiri.


    "Mereka menolak penggunaan istilah otonomi khusus karena menganggap itu sensitif, tapi mereka sudah bersedia membicarakan substansinya." -Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil, menerangkan perkembangan pertemuan delegasi pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, Finlandia, Rabu pekan lalu.

    "Siapa pun orang yang kita lakukan penataan itu, termasuk Pak Tanto (Inspektur Jenderal Polisi Sutanto), sudah siap saat dibutuhkan sebagai calon (Kepala Polri). Kapolri mempersiapkan jika diminta Presiden. Itu hak preogratif Presiden." -Kepala Polri Jenderal Da'i Bactiar, menjawab pertanyaan wartawan tentang persiapan pergantian pimpinan Polri, di Bandung, Kamis pekan lalu.


    TEMPO DOELOE

    1 Maret 1954 Amerika Serikat melakukan uji coba bom hidrogen terbesar, berkekuatan setara dengan 20 metrikton TNT atau seribu kali lebih kuat ketimbang bom atom di Hiroshima, di Pulau Bikini, Kepulauan Marshall, di Samudra Pasifik. Uji coba tersebut melenyapkan sebuah pulau atol dan menimbulkan cendawan awan seluas 160 kilometer persegi.

    2 Maret 1969 Pesawat supersonik Concorde, hasil kerja sama Inggris dan Prancis, pertama kali mengudara dalam penerbangan uji coba di Toulouse, Prancis. Pesawat berkecepatan dua kali kecepatan suara itu baru digunakan sebagai pesawat komersial pada 1976. Kini British Airways dan Air France memutuskan mengistirahatkan pesawat Concorde yang tersisa, karena terlalu tua dan tidak ekonomis.

    3 Maret 1971 Perang India-Pakistan atau perang saudara Pakistan meletus. Perang yang terjadi antara Pakistan Barat dan Pakistan Timur ini, yang tersekat oleh India, dipicu kemenangan Liga Awani pimpinan Syekh Mujibur Rahman dalam pemilu Pakistan pada 1970. Partai Rakyat Pakistan di bawah pimpinan Zulfikar Ali Bhutto, yang berada di Pakistan Barat, menolak mengakuinya.

    4 Maret 1980 Pemimpin nasionalis Zimbabwe, Robert Mugabe, terpilih sebagai perdana menteri kulit hitam pertama setelah partainya, African National Union (atau Front Patriotik) menang mutlak dalam pemilu. Mugabe, yang dikenal sebagai tokoh nasionalis radikal, adalah tokoh dalam pengasingan negara yang dahulu bernama Rhodesia tersebut.

    5 Maret 1918 Bolsheviks Vladimir Lenin memindahkan ibu kota Uni Soviet dari Saint Petersburg ke Moskow. Salah satu alasannya, ketakutan akan invasi negara lain. Namun dalam Perang Dunia II, Moskow nyaris jatuh ke tangan Jerman. Ketika itu tentara Nazi berhasil mengepung Moskow pada 1941.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

'Buddha Cacat' Menurut Daoed Joesoef

Catatan Pinggir

In Memoriam

Fotografi

Kedekatan yang Terberai

Seni Rupa

Benda-Benda yang Bermigrasi

TEMPO|interaktif

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif