• Home
  • 28 Februari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Buku
  • Selingan
    • Perjalanan
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 28 Februari 2005

    Kedekatan yang Terberai

    Di Aceh, masa lalu tak pergi begitu saja. Lewat bidikan kameranya, fotografer Hendra Suhara mencoba mengajak melongok ke sebuah masa tatkala kehidupan sekonyong-konyong menjadi puing-puing. Sebuah masa ketika rangkaian perpisahan tak terduga itu datang begitu cepat, tergulung gelombang dahsyat yang menerjang pada penghujung tahun lalu.

    Foto-foto itu hadir tak biasa. Foto yang dibuat sepanjang 12 hingga 18 Januari lalu itu, sekitar tiga pekan setelah bencana, menyuguhkan sebuah lanskap simbolis Aceh yang berduka. Foto-foto itu menampilkan sisi lain dari sekadar onggokan mayat-mayat akibat tersapu gelombang tsunami. Hendra mengakui: ia ingin menyajikan sesuatu yang pernah begitu dekat dengan pemiliknya. Sesuatu yang merepresentasikan hubungan batin. "Sesuatu yang begitu dicintai, sangat personal, dan menjadi bagian dari kesehariannya," ujarnya menjelaskan.

    Lihatlah sebuah rumah di kawasan Ulee Lheu itu. Ya, di rumah yang telah porak-poranda itu, kebahagiaan sebuah keluarga terkoyak. Pemiliknya telah dipisahkan dengan rumah yang begitu dicintainya. Begitu dalam cintanya, sampai-sampai ia pun harus menorehkan "fatwa" pada dinding yang telah kusam itu: "Pemilik rumah ini masih hidup. Orang-orang yang sudah mengambil barang-barangnya adalah orang kafir!" Tersiar kabar, keluarga itu kini hijrah ke Medan, Sumatera Utara, membawa kepedihannya.

    Sementara itu, di daerah Kahju, hanya sepelemparan batu dari jalan raya yang mengarah ke Krueng Raya, sebuah boneka kelinci tergolek. Boneka tanpa daya yang boleh jadi telah terempas sekian kilometer, terlepas dari pelukan hangat seorang gadis kecil yang begitu "menyayanginya". Di atas hamparan lumpur, boneka itu tampak kesepian di tengah kelengangan kawasan yang telah rata dengan tanah. Boneka yang lucu dan romantis, tapi terlihat begitu sendirian dalam lingkungan mengerikan.

    Tercerai-berainya sesuatu yang pernah begitu dekat dan erat dengan pemiliknya juga tersaji dalam selembar kartu identitas yang terempas. Selembar pengenal yang begitu berarti bagi penduduk Serambi Mekah itu terjepit di antara reruntuhan. Kartu merah-putih itu tak lagi menjadi penanda eksistensi seseorang di tanah Aceh yang bergolak. Di Aceh kini, selembar identitas pun sekonyong-konyong menjadi bagian dari bebatuan berlumpur, puing-puing.

    Nurdin Kalim


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

'Buddha Cacat' Menurut Daoed Joesoef

Catatan Pinggir

In Memoriam

Fotografi

Kedekatan yang Terberai

Seni Rupa

Benda-Benda yang Bermigrasi

TEMPO|interaktif

Blanc Khawatirkan Pertahanan Prancis

Metro

Gedung SD Negeri 15 Jakarta Barat Hangus Terbakar

Nasional

Siswa SMA Pamekasan Bagi Nasi Bungkus kepada Tukang Becak

Olahraga

Aguero: City Sejajar dengan Madrid dan Barca

Seni & Hiburan

Bens Leo: Lady Gaga Tak Bakal Tampil Erotis  

Olahraga

Krisis Keuangan Persibo Bojonegoro Masih Berlanjut  

Olahraga

Wawancara CEO Inter: Kami Sekarang Lebih Siap

Gerrard: Capello Tak Percaya Saya Jadi Kapten

Nasional

Rachland: Klaim Ruhut-Sutan Obrolan Warung Kopi  

Inforial

Megawati Beri Apresiasi Peringatan 1 Juni  

MPR RI

Inforial

Kongres dan Pemerintah AS Menolak Kemerdekaan Papua

DPR RI
iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif