• Home
  • 14 Maret 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Musik
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
    • Sosok
  • Arsip
  • 14 Maret 2005

    TEMPO, 9 Juni 1984

    Nada suara Paulias Matane, sekretaris Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Papua Nugini (PNG), terdengar getir. "Mungkin rakyat Indonesia tidak merasakan persoalan ini, karena masalahnya tidak terjadi di sana. Tapi buat kami di PNG ini masalah besar dan berat."

    Masalah berat yang dipersoalkan Matane ialah penyeberang perbatasan yang mengalir dari wilayah Indonesia, dan mulai memasuki wilayah PNG pada akhir Februari 1984. Pengungsian itu terjadi setelah kegagalan gerombolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) melancarkan gerakan mereka pada 13 Februari. Jumlah pelarian itu sekitar 6.800 orang, sebagian besar penyeberang perbatasan ini wanita dan anak-anak.

    Masalah itu menjadi persoalan penting kala itu. Sikap pemerintah PNG jelas, yakni para penyeberang batas tidak boleh menetap karena bukan warga PNG. Mereka adalah orang Indonesia, dan karena itu harus kembali. Rencana repatriasi pun dilakukan. Terlebih dulu dilakukan pertemuan dua belah pihak: Indonesia dan PNG.

    Soal perbatasan negara kembali mencuat. Kepulauan Ambalat, yang berada di kawasan Kalimantan, diklaim pemerintah Malaysia sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya. Malaysia mengklaim wilayah itu berdasarkan peta tahun 1979. Kawasan yang berdekatan dengan Pulau Sipadan dan Ligitan ini mengingatkan kembali "lepasnya" dua kepulauan itu setelah Mahkamah Internasional memutusnya tahun lalu.

    Namun klaim pemerintah Malaysia tentang kawasan Ambalat jelas-jelas ditolak Indonesia. Ketegangan sempat terjadi. Kapal laut Indonesia yang berpatroli di kawasan itu berhadapan, mencegat, dan menghalau kapal Malaysia. Kini ketegangan tersebut mereda setelah disepakati jalan damai melalui meja perundingan diplomasi. Meskipun hasilnya belum tampak benar.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Saat Galungan Berimpit Nyepi

Album

Album

Buku

Jaring Narasi Richard Oh

Catatan Pinggir

Adil

Indonesiana

Indonesiana

Tari

Kulit Putih di Keraton

Televisi

Bingkisan Berdarah di Layar Kaca

Tayangan di Wilayah Abu-abu

TEMPO|interaktif

Nasional

Siswa Coret Seragam Terancam Tak Terima Ijazah  

Nasional

Setelah Corby, Australia Proses Ekstradisi Adrian

Nasional

Di Balik Pengusiran Anas, Thaib Diduga Ulur Musda

Olahraga

Dzeko Tegaskan Bertahan di Manchester City  

Britney Spears, Juri Populer

Blanc Khawatirkan Pertahanan Prancis  

Metro

Gedung SD Negeri 15 Jakarta Barat Hangus Terbakar  

Nasional

Siswa SMA Pamekasan Bagi Nasi Bungkus kepada Tukang Becak  

Olahraga

Aguero: City Sejajar dengan Madrid dan Barca  

Seni & Hiburan

Bens Leo: Lady Gaga Tak Bakal Tampil Erotis  

Olahraga

Krisis Keuangan Persibo Bojonegoro Masih Berlanjut  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif