• Home
  • 14 Maret 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Musik
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
    • Sosok
  • Arsip
  • 14 Maret 2005

    Sebutir Apel kepada Michael

    SEBATANG roti. Sekotak vitamin. Setumpuk surat. Sekantong apel. Dan seberkas cahaya cinta yang melelehkan pintu-pintu bui? buah tangan Helene Le Touzey bagi anaknya, Michael Loic Blanc, di Penjara Kerobokan, Bali. Enam hari dalam sepekan?Senin sampai Sabtu?di sepanjang tahun, Helene menyusuri jalan menuju penjara. Membawa hantaran, menyampaikan kabar, mendengarkan keluh. Lalu, ibu dan anak saling bertukar hati.

    Tahun-tahun lewat. Toko-toko roti kian lebar. Penjual vitamin telah berganti. Surat-surat datang dan pergi. Semuanya bergerak dan berubah. Tapi tidak Helene: cintanya kepada Michael, anak bungsu?dari tiga bersaudara?yang dia lahirkan 32 tahun silam di Bonneville, Prancis, tak melekang. Bahkan kian mengekal dengan cara, ?Yang hanya dapat dimengerti oleh setiap ibu yang pernah menatang anak di dalam rahimnya,? katanya kepada Tempo. ?Andaikata hidup saya dapat dipertukarkan dengan kebahagiaannya,? Helene berangan-angan.

    Di sebuah rumah kayu di Legian, Bali, pada suatu Ahad pagi Februari lalu. Helene menyandarkan tubuhnya di kursi. Buku catatan tebal terhampar di depannya. Matanya menerawang, jauh dan sedih. Lalu dia mulai menulis?: ?Catatan untuk Senin: dua balok roti cinnamon, sekotak multivitamin, print-out berita di koran Le Monde?.?

    Hermien Y. Kleden


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Saat Galungan Berimpit Nyepi

Album

Album

Buku

Jaring Narasi Richard Oh

Catatan Pinggir

Adil

Indonesiana

Indonesiana

Tari

Kulit Putih di Keraton

Televisi

Bingkisan Berdarah di Layar Kaca

Tayangan di Wilayah Abu-abu

TEMPO|interaktif

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif