• Home
  • 21 Maret 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 21 Maret 2005

    Memilih Jalan Damai

    Yakinkah Anda pemerintah dapat mempertahankan Pulau Ambalat?
    (10-16 Maret 2005)
    Ya
    62,84%482
    Tidak
    31,55%242
    Tidak tahu
    5,61%43
    Total100%767

    Indonesia dan Malaysia saling bersikukuh dan tak mau berkompromi dalam soal Blok Ambalat. Kedua negara Asia Tenggara ini saling mengklaim memiliki wilayah perairan di Laut Sulawesi itu. Namun, pemerintah kedua negara tidak menghendaki konfrontasi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, perselisihan batas negara bukan hanya terjadi dengan Malaysia, tapi juga dengan negara lain. Karena itu, di samping secara bilateral dengan Malaysia, Indonesia akan melakukan perundingan dengan negara lain.

    Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi juga mengatakan hal yang sama. ?Saya tidak ada niat untuk berperang dengan Indonesia. Kalau saya berniat perang, maka saya akan ciptakan suasana perang. Karena kawasan Ambalat masing-masing dipertikaikan, maka akan kita bicarakan se-cara baik-baik (diplomasi),? ujarnya di kantornya setelah bertemu delegasi Majelis Ulama Indonesia, Senin pekan lalu. Dubes Indo-nesia untuk Malaysia, Rusdihardjo, menambahkan bahwa masalah tersebut akan diselesaikan dalam pertemuan antara pejabat Indonesia dan Malaysia di Jakarta pada pekan ini.

    Berlainan dengan medan diplomasi, di lapangan Indonesia telah mengerahkan tujuh kapal perang dan empat pesawat temput F-16. Malaysia pun mengirimkan armadanya di sekitar wilayah Blok Ambalat itu. Meskipun armada perang kedua negara tidak saling melakukan provokasi, toh suasana panas ini menjalar ke masyarakat.

    Kendati demikian, tidak sedikit responden yang yakin persoalan ini bisa diselesaikan dengan damai. ?Persoalan ini harus diupayakan selesai lewat jalur diplomatis,? kata Ronnie, responden Tempo di Balikpapan. Namun, dia juga minta pemerintah waspada sekaligus siaga menghadapi perang. Sebagian besar responden juga yakin bahwa pemerintah akan mampu mempertahankan Ambalat. Hanya sepertiga responden yang ragu. Salah satunya Gesuri dari Bandung. ?Negosiator kita lemah. Saya juga tidak yakin militer kita akan mampu menghadapi Malaysia,? katanya.

    Indikator Pekan Ini: Dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa pekan lalu, enam fraksi menolak kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM sejak 1 Maret 2005. Keenam fraksi tersebut adalah PDIP, PKB, PKS, PAN, PBR, dan PDS. Sedangkan Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi secara tegas mendukung kebijakan tersebut. Fraksi PPP dan Partai Golkar tidak secara tegas memberi dukungan, tapi mengaku dapat memahami kebijakan tersebut.

    Sayangnya, perbedaan pendapat yang mestinya biasa di gedung parlemen berujung ricuh. Sejumlah anggota DPR saling dorong. Sekitar pukul 21.00, Ketua DPR Agung Laksono yang memimpin langsung rapat memutuskan untuk menghentikan sidang karena fraksi-fraksi tak berhasil mengambil kesepakatan tentang perlu-tidaknya rapat paripurna menghasilkan sikap politik institusi, menolak atau menerima kenaikan harga BBM.

    Menurut Anda, seriuskah anggota DPR menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM? Kami tunggu jawaban dan komentar Anda di www.tempointeraktif.com



    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Cerita dari Anak Benua India

Catatan Pinggir

Memberi

Seni Rupa

100 Tahun Empu Damar Kurung

Sirih, Kopi, dan Calon Ahli Waris

TEMPO|interaktif

Internasional

Korban Cuaca Ekstrem Eropa Tembus 550 Orang

9 Kesalahan Menulis Surat Lamaran

4 Cara Sehat Agar Pengeluaran Pasangan Terpisah

Nasional

Polisi Berhenti Cari Amunisi Teroris di Kampus UI

Olahraga

Mancini Tegaskan City Pantas di Puncak

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif