• Home
  • 21 Maret 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 21 Maret 2005
    Kekayaan Mantan Pejabat I

    Dalam Intaian Tim Rasul

    HARI Sabarno saat ini lebih mudah ditemui di lapangan tenis ketimbang di rumahnya yang jembar di kawasan Kota Wisata Cibubur, Bogor. Rumah mantan Menteri Dalam Negeri itu terjaga rapat di Cluster Virginia, bersama kediaman warga lainnya. Jangan harap bisa lolos dari gerbang cluster ini jika tak bisa menjelaskan kepentingan yang masuk akal kepada penjaganya.

    Jika alasannya cuma bertamu, penjaga gerbang akan menghubungi pemilik rumah, menanyakan benarkah ada janji menerima tamu. Dalam penjagaan macam itulah, rumah Hari yang berada di Blok L tak mudah dijangkau. Tempo, yang berniat menengok kediaman Hari, Jumat pekan lalu, ditolak secara halus. "Bapak tidak menerima tamu hari ini," kata Samsul, penjaga gerbang, setelah menghubungi petugas keamanan di kediaman Hari.

    Hari Sabarno mengakui, rumah miliknya seluas 400 meter di atas tanah 800 meter persegi itu nilainya Rp 1 miliar. Dia membelinya ketika masih menjabat Menteri Dalam Negeri di era Presiden Megawati Soekarnoputri. "Waktu itu saya beli dengan mencicil selama dua tahun," katanya ketika ditemui di Lapangan Tenis Taman Mini Indonesia Indah, pekan lalu.

    Setelah meninggalkan kursi menteri, dia memutuskan tinggal di sana. Untuk mempercantik rumah itu, Hari menyiapkan dana tambahan Rp 700 juta dari hasil ngutang. Ia tak ragu-ragu mengakui harta miliknya itu. Dia juga tak risi menyatakan, usai bertugas sebagai menteri, kekayaannya menjadi Rp 5,7 miliar-dari sebelumnya Rp 1,3 miliar (pada 2001).

    Dalam laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kekayaanya kini tercatat Rp 6,4 miliar. "Saya lupa, tak mencantumkan utang yang Rp 700 juta itu," katanya. Beberapa pos yang membuat dia tambah kaya dalam empat tahun terakhir ini, antara lain, pembelian tanah (totalnya ribuan meter persegi) di kawasan Bogor, beberapa mobil, batu mulia, logam mulia, barang seni dan antik, hingga giro. "Semua itu sudah saya laporkan ke KPK," katanya.

    Kabar mengenai kekayaan Hari me-mang awalnya dari KPK. Dalam beberapa kesempatan, Wakil Ketua KPK Sjahruddin Rasul membagikan informasi kekayaan Hari dan semua sejawatnya, yakni para mantan penyelanggara kenegaraan, ke publik. Di sana terlihat, sebagian besar mereka yang meninggalkan kursi jabatannya memang tidak lengser dengan tangan hampa.

    Rekening tabungan mereka tambah gendut, tanah bertambah luas, tunggangan pun ganti yang lebih baru. Bertambahnya kekayaan para mantan menteri hingga di atas Rp 1,5 miliar itu seperti jamak belaka (lihat tabel). Apakah KPK tidak merasa janggal dengan kenyataan itu?

    Sekadar untuk diingat, gaji menteri per bulannya, seperti diakui Hari Sabarno, sekitar Rp 20 juta. Katakanlah selama masa jabatan yang lima tahun itu seluruh gaji ditabung, total di akhir pengabdian baru terkumpul Rp 1,4 miliar. Tetapi, "Untuk menentukan wajar atau tidaknya, masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Rasul kepada Tempo.

    Rasul mengakui sudah mengantongi beberapa nama yang segera akan dilacak asal-usul kekayaanya. Tapi dia tak bersedia membocorkan nama-nama itu. Rasul hanya memberikan ancar-ancar, prioritas pemeriksaan lanjutan akan dilakukan terhadap mantan pejabat yang laporan kekayaanya mencantumkan data ekstrem. "Baik ekstrem besarnya, kecilnya, maupun ekstrem dalam penambahan kekayaannya," katanya.

    Untuk itu KPK dibantu 14 tenaga pemeriksa dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tenaga pemeriksa dari BPKP itu diseleksi ketat. Tak hanya oleh KPK, perburuan juga akan dilakukan oleh kalangan lembaga swadaya masyarakat. Pada saat ini Indonesia Corruption Watch (ICW) sedang mencermati laporan KPK itu. "Kalau dilihat jumlah kenaikan kekayaan mereka, ada banyak kejanggalan," kata Emerson Yunto dari Bidang Hukum dan Monitoring Peradilan ICW.

    Lembaga ini punya cara lain untuk mengendus ketidakberesan itu, yakni memeriksa korelasi berbagai kebijakan kontroversial yang pernah dilakukan seorang menteri dengan perolehan kekayaan mereka. "Kita harus memulai dengan banyak pertanyaan," kata Emerson. "Kenapa kenaikan kekayaan mereka demikian cepat? Kebijakan apa yang diambil menteri pada masa itu?"

    Apakah gebrakan itu membikin deg-degan para mantan petinggi? Kwik Kian Gie jelas tenang-tenang saja, karena daftar kekayananya justru berkurang. Kwik menegaskan, dibanding mantan menteri lainnya, dia tidak termasuk yang bisa mendapat kekayaan lebih selama menjabat. "Karena saya tak mau berkompromi dengan pengusaha yang mencoba melakukan pendekatan," katanya kepada Tempo.

    Tapi bukan berarti mereka yang bertambah kaya menjadi ciut nyalinya. Setidaknya Hari Sabarno masih bisa santai main tenis tiga kali sepekan. Sisa waktunya yang lain pun digunakannya untuk kegiatan sosial-selain tentu saja mengawasi renovasi rumahnya. Tetapi, lebih dari itu, Hari menegaskan, "Banyaknya fasilitas yang saya terima selama menjabat sudah sesuai dengan ketentuan."

    Inilah perinciannya. Hari menerima gaji bulanan menteri Rp 20 juta. Itu masih ditambah angka yang sama saat merangkap sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. Jabatan rangkap itu diembannya selama 8 bulan (sebagai Menteri Dalam Negeri dia menjabat selama 38 bulan). Selain gaji, masih ada tunjangan jabatan. Hitunglah sendiri jika besarnya tunjangan sebagai menteri koordinator hampir sama dengan gaji. Di luar itu ada berbagai fasilitas tambahan seperti dana operasional rumah tangga, dana taktis, dan dana operasional di luar gaji.

    Masih ada lagi honor tambahan setiap membahas rancangan undang-undang bersama DPR. Bayangkan, di masa jabatannya ada sekitar 15 RUU yang mesti dituntaskan. Selama RUU masih dibahas, honor akan diterimanya setiap bulan. Hari juga masih menerima pensiun sebagai mantan anggota MPR/DPR dan purnawirawan TNI. Semua kekayaan itu ia simpan dalam rekening bank, sehingga masih ada tambahan pemasukan bunga.

    Bahwa seluruh pendapatannya itu kemudian bisa mencapai lebih Rp 4 miliar, Hari mengaku berusaha menerapkan gaya hidup efisien. Misalnya, dia cukup membelanjakan kebutuhan makanan hariannya dengan rantangan. "Dulu rantangan saya Rp 50 ribu per hari, sekarang Rp 20 ribu. Tidak percaya, ya?" katanya sambil mengusap keringat.

    Hari lalu kembali ke lapangan untuk meneruskan latihan tenisnya di set kedua.

    Tulus Wijanarko, Agriceli, Muchamad Nafi


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Cerita dari Anak Benua India

Catatan Pinggir

Memberi

Seni Rupa

100 Tahun Empu Damar Kurung

Sirih, Kopi, dan Calon Ahli Waris

TEMPO|interaktif

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif