• Home
  • 28 Maret 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
    • Sosok
  • Arsip
  • 28 Maret 2005

    Sepotong Doa dari Jombang

    Wanita itu lama terdiam saat dimintai komentarnya tentang petinju Muhamad Rachman. Matanya menerawang. Sejurus kemudian keluar juga kalimat pelan dari mulutnya. "Saya harus tetap mendoakan dia supaya menang dan tetap jadi juara," kata Nuning Purwiyati, 29 tahun.

    Nuning yang kini tinggal di Dusun Ngelawak, Jombang, Jawa Timur, tampak masih sedih setelah dicerai oleh Rachman. Kendati begitu ia pasrah dan tetap bersikap baik terhadap bekas suaminya. "Saya juga tak mau kalau ia kalah kemudian dia menuduh itu karena doa buruk dari saya," ujarnya saat ditemui Tempo di rumahnya, Rabu pekan lalu.

    Rachman dan Nuning pernah menikmati masa-masa bahagia sebagai suami-istri selama sembilan tahun. Mereka dikaruniai dua anak, Rangga, 7 tahun, dan Puri, 6 tahun. Setelah bercerai pada akhir Oktober tahun lalu, Nuning hidup bersama dua anaknya di Jombang, sedangkan Rachman tinggal bersama istri ketiganya di Probolinggo, Jawa Timur.

    Dari penuturan Nuning, terekamlah jejak Rachman di luar ring tinju. Lulusan SMEA ini mengenal Rachman saat sang petinju berkunjung ke rumah kerabatnya di Jombang. Perkenalan itu berujung ke pelaminan pada 1996. Nuning pun dengan setia mendampingi Rachman berlatih dan bertanding, menapaki karier di dunia tinju. Kebetulan Rachman sering berpindah-pindah sasana.

    Ketika perkawinan sudah berbuah dua anak dan karier Rahman makin meroket bahtera rumah tangga mereka justru oleng. Setelah Rachman meraih gelar juara IBF Intercontinental, pada 2001, Nuning mengendus kehadiran wanita lain. Dialah Cut Asna Amelia, 42 tahun, wanita asal Malang yang kemudian jadi istri kedua Rachman pada 2002. "Sejak itu kami sering ribut," kenang Nuning.

    Hanya sekitar dua tahun Amelia menjadi istri Rachman. Ia akhirnya juga dicerai setelah sang juara dunia menikah lagi dengan Dyah Retnoningsih, 25 tahun, seorang janda asal Blitar, pada Desember 2004.

    Nuning kini berusaha menjalani hidup bersama anak-anaknya. Rachman masih rutin mengirim uang untuk kebutuhan anaknya meski jumlahnya tak sampai Rp 500 ribu. Rachman juga kadang-kadang datang bersama istri ketiganya, Dyah. "Dia sempat dua kali meminta saya rujuk dan membujuk agar mau jadi istri mudanya, tapi saya menolak. Saya sudah sampai pada kesadaran dia itu bukan jodoh saya," ujar Nuning.

    Rachman sendiri, ketika ditemui Tempo di rumah kontrakannya di Jalan Hayam Wuruk, Probolinggo, tampak sangat mesra dengan istrinya, Dyah. Ketika ditanya kemungkinan menambah istri lagi, Rachman tertawa. "Bisa disembelih sama ini," katanya sambil mengelus pipi istrinya.

    Dia tak risih dituding sebagai petinju tukang kawin-cerai. "Saya pikir, tidak masalah seorang petinju memiliki istri lebih dari satu. Yang penting, saya bisa bertanggung jawab, bisa membagi waktu yang adil," kata lelaki yang mengaku senang hidup teratur dan tak suka begadang ini.

    Nurdin, Jojo Raharjo (Jombang), Abdi Purmono (Probolinggo)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Perempuan di Mimbar Jumat

Album

Album

Buku

Catatan Panjang tentang Ambon

Catatan Pinggir

Amina

Indonesiana

Indonesiana

Seni Rupa

Litani Tubuh Hijau

Yang Duduk di Atas Sampah

TEMPO|interaktif

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

Metro

Bus Hantam Angkot di Jagorawi, 16 Cedera  

Otomotif

KMI Gelar Test Drive KIA on Tour 2012

PT KIA MOBIL INDONESIA

Olahraga

Babak Pertama, Novara Mampu Tahan Inter Milan

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif