• Home
  • 04 April 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Perjalanan
    • Iqra
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 04 April 2005

    Sebuah Buku, Pesaing Harry Potter

    Novel Da Vinci Code telah mengundang kontroversi sejak pertama kali diterbitkan pada 2003. Kisah Yesus Kristus yang memiliki keturunan melalui Maria Magdalena, misalnya, mengundang protes dari umat Kristiani. Bahkan, salah seorang kardinal dari Vatikan secara resmi mengeluarkan larangan kepada pengikutnya membaca novel karya Dan Brown ini. Namun, larangan petinggi Vatikan itu tidak mampu mengerem laju popularitas Da Vinci Code.

    Novel yang rencananya akan difilmkan ini telah terjual jutaan kopi dan diterjemahkan ke dalam 44 bahasa. Indonesia adalah salah satunya. Edisi Indonesia diterbitkan oleh PT Serambi Ilmu Semesta pada Juli 2004. Cetakan pertama sebanyak 3.000 kopi terjual habis dalam waktu dua minggu. "Sekarang sudah cetakan ke-12 dan terjual sekitar 50 ribu. Untuk cetakan ke-13 sudah disiapkan dengan 15 ribu kopi," kata Husni Syawie, salah satu anggota redaksi penerbit Serambi yang bertanggung jawab untuk karya-karya fiksi.

    Dengan perhitungan tersebut, tidak salah jika Serambi menempatkan Da Vinci Code pada urutan pertama daftar buku terlaris mereka saat ini. Untuk ukuran Indonesia, buku ini telah mengukir prestasi yang tidak biasa. Mungkin hanya Harry Potter dan Jakarta Undercover yang bisa menyaingi angka penjualan seperti itu. "Saya memperkirakan buku ini akan bertahan lama dan menjadi long best-seller," kata Husni.

    Setelah sukses dengan versi soft cover, baru-baru ini Serambi meluncurkan Da Vinci Code versi hard cover. Selain itu, Serambi juga sedang mempersiapkan Da Vinci Code versi illustrated. Versi yang dipersiapkan ini akan dilengkapi dengan deskripsi berupa gambar-gambar berwarna. "Bukan komik, tetapi sekadar ilustrasi gambar di beberapa halaman," kata Husni.

    Selama ini Serambi dikenal sebagai penerbit yang rajin menerbitkan buku-buku bernapaskan Islam. Husni mengakui hal itu. Namun, akhir 2003, pihak manajemen sepakat merambah ke berbagai tema umum. Pada tahun yang sama, di Barat, khususnya Amerika, penjualan Da Vinci Code membubung. Kontroversi yang melekat di novel itu justru menyedot perhatian Serambi. Tanpa menimbang lebih lama, Serambi memutuskan untuk menerbitkan Da Vinci Code dalam bahasa Indonesia. Mereka meminta lisensi kepada Tuttle Mori Agency, agen Da Vinci Code yang berkedudukan di Bangkok, Thailand. Ternyata saat itu sudah ada beberapa penerbit Indonesia yang memiliki tujuan sama. Namun, tidak sampai sebulan, Tuttle memberikan lisensi kepada Serambi.

    Husni hanya bisa meraba alasannya. "Mungkin dari segi harga," katanya. Berapa harga yang ditawarkan Serambi? Husni tidak bersedia menyebutkan dengan alasan tidak etis karena akan menyinggung penerbit lain yang sudah mengajukan penawaran terlebih dahulu. Dia hanya menyebutkan royalty yang diberikan Serambi untuk penulis aslinya sebesar 7 persen.

    Tidak takut mendapat protes umat Kristiani di Indonesia? Husni menyadari kemungkinan itu, namun dia berharap hal ini tidak terjadi. Menurut dia, apa yang dituliskan Dan Brown bukanlah isu baru. Pada tahun 1970-an, berbagai isu tentang teks-teks suci yang tidak masuk ke dalam Injil sudah diungkapkan oleh banyak peneliti. Namun, karena hasil penelitian disampaikan secara teknis akademis, hasil kerja peneliti itu kurang populer. Sedangkan Dan Brown memilih jalur fiksi untuk menyampaikannya. "Jadi, sebenarnya kami menyajikan buku dari suatu hasil pergumulan yang cukup panjang," kata Husni.

    Sebagai penyeimbang, Serambi berencana menerbitkan buku lain yang masih berkaitan dengan Da Vinci Code. Buku ini merupakan tanggapan atas karya Dan Brown yang kontroversial itu. Seiring dengan popularitas Da Vinci Code, ada sejumlah penulis yang memberikan respons. Sekitar 40 judul sudah diterbitkan. Sebagian besar menyanggah isi Da Vinci Code. Serambi sendiri tengah mempertimbangkan dua judul buku yang akan diterjemahkan, yaitu Secret of the Code karya Dan Burstein dan Da Vinci Code Decoded karya Martin Lunn.

    Suseno


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Ketika Pengikut Tarekat Bicara Korupsi

Album

Album

Buku

Cerita Si Olin dan Pembacanya

Sebuah Buku, Pesaing Harry Potter

Yang Menjual Kesejukan

Catatan Pinggir

Bandung

Seni Rupa

Formula 1, Bukan Gereja

TEMPO|interaktif

9 Kesalahan Menulis Surat Lamaran

4 Cara Sehat Agar Pengeluaran Pasangan Terpisah

Nasional

Polisi Berhenti Cari Amunisi Teroris di Kampus UI

Olahraga

Mancini Tegaskan City Pantas di Puncak

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif