| Menurut Anda, mungkinkah penyidik kasus kematian aktivis HAM Munir mengungkap aktor intelektual di balik pembunuhan Munir? (21-27 Maret 2005) | ||
| Ya | ||
| 27.34% | 70 | |
| Tidak | ||
| 66.02% | 169 | |
| Tidak tahu | ||
| 6.64% | 17 | |
| Total | 100% | 256 |
Kuasa hukum Pollycarpus Budihari Priyanto, Suhardi Somomoeljono, Selasa dua pekan lalu mengatakan, kliennya tidak sendirian dalam melakukan pembunuhan terhadap aktivis hak asasi Munir. Berdasarkan bukti, Suhardi menyimpulkan bahwa ada pihak lain yang lebih dominan ketimbang Pollycarpus yang kini menjadi satu-satunya tersangka pembunuhan Munir.
Pernyataan Suhardi sejalan dengan yang dilakukan tim pencari fakta (TPF) kasus kematian Munir. Selain Pollycarpus, tim tersebut telah merekomendasikan empat nama di jajaran manajemen Garuda untuk diperiksa penyidik Mabes Polri. Mereka diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan Munir. Empat nama itu adalah bekas Direktur Utama Garuda Indra Setiawan, Vice President Corporate Security Rahmelgia Anwar, Secretary Chief Pilot Airbus 330 Rohainil Aini, dan Vice President Human Resources Department Daan Ahmad.
Selain itu, tim ini juga merencanakan bertemu dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar. Badan tersebut diduga juga terlibat dalam pembunuhan Munir. Rencananya, pertemuan akan digelar pada Jumat pekan lalu, tapi batal. Ini sudah kedua kalinya pertemuan antara TPF dan BIN batal. Pertemuan berikutnya direncanakan pada Rabu pekan ini.
Nama Badan Intelijen Negara dikaitkan dengan pembunuhan Munir karena Pollycarpus diduga menjadi agen BIN. Manajemen Garuda sendiri sudah diperiksa berkali-kali. Dalam salah satu pemeriksaan, Indra Setiawan mengungkapkan bahwa nama Pollycarpus diusulkan Rahmelgia Anwar dan beberapa orang lainnya. Usul itu langsung disetujui Indra karena Pollycarpus sebagai pilot senior dianggap mempunyai reputasi yang bagus. Kaitan inilah yang hendak dikuak oleh TPF.
Namun mayoritas responden jajak pendapat Tempo Interaktif menilai penyidik tidak mungkin mampu mengungkap aktor intelektual di balik pembunuhan Munir. Seorang responden di Jakarta, Amrullah, mengatakan bahwa selama pemerintah tak memiliki niat baik untuk menyibak misteri kematian Munir, selama itu pula aktor di balik pembunuhan tersebut tidak akan terungkap. ?Kalaupun bisa ditunjukkan siapa pelaku pembunuhan tersebut, paling-paling orang kesekian atau tenaga lapangan,? ujarnya.
Indikator Pekan Ini: Pakar gempa dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman Natawidjaja, menyarankan agar pemerintah daerah dan masyarakat di Mentawai, Padang, Bengkulu, dan daerah kawasan barat Sumatera lainnya segera melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa besar yang berpotensi menimbulkan tsunami di kawasan Mentawai, Sumatera Barat. Menurut Danny, bencana gempa yang terjadi di kawasan Nias, Senin pekan lalu, dipicu oleh gempa Aceh pada 26 Desember 2004. Gempa akhir tahun lalu itu saat ini melepaskan energinya ke bagian selatan zona subduksi Sumatera. ?Kita tidak bisa memprediksi waktunya, bisa saja itu akan terjadi dalam hitungan menit, bulan, atau juga tahun,? ujarnya. Menurut Anda, siapkah pemerintah daerah dan masyarakat mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana gempa bumi di kawasan Mentawai, Sumatera Barat, seperti yang disarankan pakar gempa Indonesia? Kami tunggu jawaban dan komentar Anda di www.tempointeraktif.com |
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
