• Home
  • 04 April 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Perjalanan
    • Iqra
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 04 April 2005

    Tips Kesehatan

    Cara Cepat Menghancurkan Ginjal

    KINI batu ginjal bisa dilenyapkan dengan cepat. Hanya dalam waktu sekitar setengah jam dan dengan pembedahan yang sangat minim, penyakit ini bisa dihancurkan. Semua ini berkat sebuah alat bernama Holmium YAG Laser.

    Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, telah mengoperasikan alat canggih itu sejak Maret lalu. Menurut Prof Dr Suwandi Sugandi, Kepala Bidang Urologi di rumah sakit tersebut, peranti buatan Amerika Serikat ini amat menguntungkan pasien. Penetrasi alat hanya setengah milimeter ke dalam jaringan. Sinar lasernya juga tidak akan merusak jaringan di sekitarnya.

    Dengan begitu, perdarahan saat dioperasi bisa diminimalkan. Si pasien tak membutuhkan transfusi darah dan tidak perlu pula menjalani rawat inap. Ini jauh berbeda dengan bedah penghancuran ginjal secara konvensional. Pasien minimal harus dirawat inap lebih dari tiga hari.

    Berkat Holmium YAG Laser, waktu operasi pun jauh lebih singkat. Misalnya, untuk menghancurkan batu ginjal berukuran 32 x 22 milimeter hanya dibutuhkan waktu 31 menit. Jika menggunakan alat konvensional, paling tidak memerlukan waktu satu sampai satu setengah jam.

    Hebatnya, peranti baru itu juga bisa digunakan untuk memotong dan membakar jaringan. Ini biasa dilakukan dalam operasi kanker prostat jinak dan tumor kandung kencing.

    Operasi Gondok tanpa Sayatan

    BIASANYA para penderita tiroid alias penyakit gondok enggan dioperasi karena bakal meninggalkan bekas luka pada leher. Masalah ini sekarang sudah bisa diatasi. Sudah ada metode mengangkat kelenjar gondok tanpa sayatan di leher, yakni dengan alat bantu kamera video.

    Sabtu pekan lalu, Prof Kazuo Shimizu, ahli bedah dari Jepang, beserta sejumlah ahli bedah dari Indonesia memperagakan metode itu di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Sayatan hanya dilakukan pada bagian bawah tulang selangka atau sekitar 10-20 sentimeter dari bawah leher, tentu setelah pasiennya diberi anestesi.

    Melalui sayatan itu, perangkat operasi dimasukkan dan diteropong dengan kamera video. Kelenjar gondok di leher diangkat sampai leher pasien kembali normal. Dalam waktu lebih dari satu jam operasi selesai dan bekas sayatan dijahit. Bekas jahitan tak akan mengganggu penampilan karena berada di bawah leher dan tertutup oleh baju.

    Menurut Dr Sonar Panigoro dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dengan metode baru itu risiko perdarahan dan rusaknya penampilan fisik pascaoperasi bisa dikurangi. Namun, operasi semacam ini hanya bisa dilakukan pada penderita yang gondoknya masih sebesar kelereng. Biayanya pun lebih besar, sekitar Rp 3,5 juta atau dua kali lipat dari operasi biasa.

    Bahaya Tindik Bibir

    Ada kabar yang kurang menyenangkan bagi para penggemar tindik bibir. Sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Universitas Ohio, Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa kegemaran itu bisa berdampak buruk. Tindik bibir dapat membuat gusi menyusut.

    Penelitian dilakukan pada 58 orang. Dipimpin oleh Dr Dimitri Tatakis, para peneliti mengamati dampak yang muncul setelah responden menindik bibirnya lalu dipasangi hiasan dari logam. Hasilnya? Seperti yang dipresentasikan baru-baru ini, disimpulkan bahwa orang yang memakai perhiasan di bibirnya umumnya memiliki gusi yang buruk. Gusi mereka jadi susut ke belakang.

    Jika dibiarkan gusi yang melesak ke belakang itu akan berakibat buruk terhadap gigi. Semakin lama, gigi yang dilindungi gusi tersebut akan rontok.

    Menurut Prof Jimly Steele dari Universitas Kesehatan Gigi Newcastle di Inggris, semua itu terjadi karena hiasan logam pada bibir akan mendesak ujung gusi yang melindungi gigi. Akibatnya, gusi lama-kelamaan akan bergeser. Untuk menghindarinya, tiada pilihan lain kecuali melupakan kegemaran menindik bibir.

    Utami (Jakarta), Rinny (Bandung), dan BBC


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Ketika Pengikut Tarekat Bicara Korupsi

Album

Album

Buku

Cerita Si Olin dan Pembacanya

Sebuah Buku, Pesaing Harry Potter

Yang Menjual Kesejukan

Catatan Pinggir

Bandung

Seni Rupa

Formula 1, Bukan Gereja

TEMPO|interaktif

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif