• Home
  • 11 April 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 11 April 2005

    Album

    Meninggal Dunia Zaini Azhar Maulani, 66 Tahun

    Letnan Jenderal (Purnawirawan) Zaini Azhar Maulani meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Selasa pekan lalu. Sehari kemudian, jenazah mantan Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) di masa pemerintahan Presiden Habibie ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata, Jakarta.

    Maulani meninggalkan seorang istri, enam anak, dan 19 cucu. Sebelumnya, dia telah sebulan menjalani perawatan di rumah sakit yang sama akibat penyakit yang telah lama dideritanya, diabetes dan paru-paru.

    Pria kelahiran 6 Januari 1939 ini menghabiskan masa kecilnya di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Menginjak dewasa, dia menyelesaikan Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang pada 1961. Kemudian dilanjutkan dengan Command and General Staff College, Quetta, Pakistan, pada 1971. Dua tahun kemudian, dia menjabat Komandan Yonif 320/Kujang Siliwangi pada 1973.

    Namanya baru kembali berkibar ketika Maulani dipercaya sebagai Panglima Kodam VI Tanjungpura periode 1988-1991. Selanjutnya, dia ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Transmigrasi pada 1991-1995. Lalu menjadi staf ahli Menteri Riset dan Teknologi pada 1995-1998. Di sini Maulani mulai akrab dengan B.J. Habibie. Hingga, ketika Habibie menggantikan Soeharto, Maulani jadi Kepala Bakin.

    Abdul Latief, 79 Tahun

    Abdul Latief merupakan salah satu tokoh peristiwa Gerakan 30 September 1965. Pangkat terakhir dalam karier kemiliterannya sebagai kolonel. Pria yang menjadi salah seorang saksi silang sengkarut negeri ini tersebut telah berpulang pada Rabu pekan lalu.

    Sebelum meninggal, ia dirawat di Rumah Sakit Qadar Islamic Center, Karawaci, Tangerang, karena komplikasi jantung, TBC, dan stroke. Latief mulai menjalani perawatan sejak Sabtu dua pekan lalu. Jenazah ayah enam anak ini dimakamkan di pemakaman umum Pejaten, Pasar Minggu, pada Rabu itu juga.

    Pria kelahiran 27 Juli 1926 ini memulai kariernya di dinas kemiliteran lantaran wajib militer Belanda, Nederlandsch Militair Militie (milisi tentara Belanda), pada 1942. Karier militernya berlanjut hingga ke masa pemerintahan Presiden Soekarno. Latief memimpin dalam beberapa pertempuran, di antaranya dalam peristiwa pemberontakan Andi Azis dan Kahar Muzakar pada 1950.

    Sejarah mencatat, nama Latief disebut sebagai anak buah Mayor Jenderal Soeharto, Komandan Strategi Angkatan Darat yang kemudian menjadi presiden di rezim Orde Baru. Riwayat Latief berakhir setelah Gerakan 30 September 1965. Dia dituduh terlibat Partai Komunis Indonesia, meskipun dia tak mengakuinya. Dia dipenjara sejak 1966, dan baru bebas setelah Soeharto dipaksa turun dari pemerintahan.


    "Apa bahan tertawaan di sini? Justru ini mestinya bahan memuji Menko Kesra. Iya, kan?" —Alwi Shihab, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Senin pekan lalu, menanggapi pernyataan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Anwar Nasution, yang menilai laporan penanganan musibah Aceh dan Sumatera Utara dari Menteri Koordinator Kesra bisa menjadi bahan tertawaan orang.

    "Kami setuju membangun kerja sama konstruktif dalam bidang pertahanan dan keamanan." —Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keterangan persnya di Canberra, Australia, Selasa pekan lalu, mengenai kesepakatan kerja sama keamanan komprehensif antara Indonesia dan Australia.


    TEMPO DOELOE

    11 April 1957 Presiden Amerika Serikat, Harry S. Truman, mencopot Jenderal Douglas McArthur sebagai komandan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika di Timur Jauh, karena menentang politik luar negeri Amerika di Korea.

    12 April 1961 Kosmonaut Uni Soviet, Mayor Yuri Gagarin, 27 tahun, menjadi manusia pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa. Dia terbang dengan roket dari pangkalan angkasa luar Baikonur, Asia Tengah. Ia berada di ruang angkasa selama 108 menit.

    13 April 1919 Tentara Inggris dan Gurkha menembak kumpulan orang yang melakukan pawai politik di Amritsar. Ratusan kaum Sikh, Hindu, dan muslim India tewas. Ribuan warga India memprotes Rowlatt Act, yang memberi kekuasaan besar kepada pemerintah untuk menangkap para tokoh pergerakan nasionalis.

    14 April 1865 Presiden Abraham Lincoln ditembak oleh John Wilkes Booth, seorang aktor, ketika menonton pertunjukan komedi musik. Lincoln tewas sehari kemudian. Booth kemudian dihukum gantung.

    16 April 1917 Tokoh revolusioner Rusia, Vladimir Lenin, pulang ke Petrograd untuk bergabung dengan Gerakan Bolshevik, menyusul jatuhnya Tsar Nicholas II. Namun, usa-hanya membentuk pemerintahan gagal. Dia kemudian kembali dan memimpin pemberontakan bersenjata dewan buruh (Soviet).

    15 April 1998 Pemimpin Khmer Merah, Pol Pot, 70 tahun, meninggal karena serangan jantung. Diktator yang dianggap bertanggung jawab atas pembantaian sekitar 1,7 juta rakyat Kamboja itu meninggal dalam pelarian di sebuah desa terpencil di barat Kamboja.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Dari Malam yang Gelisah

Catatan Pinggir

Vatikan

Layar

Festival Keselamatan di Bulan Kedua

Penolak Bala Pengantin Baru

Ritual Magis bagi Harmoni Kehidupan Duniawi

Seni Rupa

Kembali ke Arok, Kembali Dekoratif

Televisi

Sang Ustad di Sudut Sinetron

Bangkit dengan Sinetron Religius

TEMPO|interaktif

Olahraga

Kritik Wasit, Pelatih Miami Heat Dihukum

Teknologi

IMO Rilis Tablet Android 4.0

Internasional

Pria Singapura Damba Pasangan yang Bisa Masak  

Internasional

Pesawat tanpa Awak AS Serang Afganistan

Bisnis

Bank Sentral Incar Spekulan Rupiah  

Internasional

Hobi Pria Ini Kumpulkan Pakaian Bekas Artis

Olahraga

Sagna Minta Arsenal Perpanjang Kontrak Van Persie  

Nasional

3.228 Anak di Jember Susun Balok Kreatif Raih Rekor MURI  

Cara Promotor Bangun Citra Positif Lady Gaga

Nasional

Suporter AC Milan di Kediri Selamatkan Seragam Sekolah  

Gaya Hidup

Cangkok Rahim, Harapan Baru Hadirkan Buah Hati

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif