• Home
  • 11 April 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 11 April 2005

    Dibidik dari Segala Penjuru

    EDWARD Cornelis William Neloe kini seperti bersandar di papan bidik. Sumber Tempo yang dekat dengan Direktur Utama Bank Mandiri itu mengungkapkan, gempuran datang dari segala penjuru, mulai dari anggota DPR, Bank Indonesia, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Kementerian Negara BUMN.

    Kursi Neloe mulai digoyang pada awal tahun ini. Bankir karier dari Bank Dagang Negara?sebelum dilebur menjadi Mandiri?ini dinilai gagal mengelola bank itu, sehingga mendapat surat teguran dari Bank Indonesia. Adalah anggota DPR Dradjad Wibowo yang memaparkan surat Bank Indonesia kepada Direksi Bank Mandiri dalam sebuah rapat dengar pendapat dengan Manajemen Bank Mandiri, Februari lalu.

    Dalam surat itu BI antara lain mempertanyakan kebijakan manajemen Bank Mandiri yang menghapusbukukan kredit macet PT Radja Garuda Mas senilai US$ 294,2 juta (Rp 2,7 triliun) dari total utangnya Rp 5,55 triliun per 31 Desember 2004. Atas perintah BI, utang itu kemudian dicatat kembali dalam buku Bank Mandiri dengan kolektabilitas lima (macet). Tapi kredit itu kembali dihapus oleh Bank Mandiri.

    Pada pertengahan Maret lalu giliran BPK menyemprit Mandiri. Salah satunya soal pengucuran kredit kepada Bakrie Telecom sebesar Rp 548,3 miliar. Kredit itu diberikan pada saat Bakrie Telecom terlilit kredit macet bank lain. BPK juga mempersoalkan pembelian kredit macet Kiani Kertas senilai US$ 201 juta dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). BPK menilai Mandiri tidak hati-hati karena membeli dengan informasi dan dokumen terbatas dari BPPN.

    Pada suatu kesempatan, Neloe mengakui pembelian kredit itu tidak lazim karena kondisinya memang abnormal. Karena itu, penanganannya tidak bisa disamakan dengan restrukturisasi aset biasa. Kendati demikian, dia yakin bisa menyelesaikan restrukturisasi karena kondisi perusahaan kertas itu makin baik. Jika semua asetnya dijual, kata Neloe, tertutuplah utangnya ke Bank Mandiri.

    Namun Menteri Negara BUMN Sugiharto agaknya tak puas dengan jawaban Neloe. Senin pekan lalu Sugiharto menyatakan akan meminta pertanggungjawaban direksi Bank Mandiri atas dugaan pelanggaran dalam pengambilalihan utang Kiani Kertas. Bahkan Sugiharto menyatakan, bukan cuma portofolio di Kiani Kertas saja yang diduga bermasalah, tetapi juga pada penempatan di perusahaan lain. "Tidak sebatas pada Kiani, tetapi yang lain-lain pada gilirannya akan menjadi pertanggungjawaban direksi," katanya.

    Sugiharto juga mengatakan, pergantian direksi bank-bank pelat merah akan segera dilakukan. Jadwal rapat membicarakan pergeseran di sejumlah bank tersebut kabarnya baru saja diselesaikan Kantor Menteri Negara BUMN. "Saya baru mau mengesahkan jadwal rapat bank pemerintah," kata Sugiharto. Pembahasan dengan deputi bidang perbankan intensif digelar. Kemungkinan, kata Sugiharto, rapat akan berlangsung pada minggu ketiga Mei.

    Sejumlah nama sudah disebut-sebut bakal menggantikan Neloe. Tiga di antaranya adalah Direktur Utama BNI Sigit Pramono, Wakil Direktur Utama BNI Arwin Rasyid, dan Direktur Utama BRI Rudjito. Sigit Pramono, sebelum di BNI dan BII, adalah Senior Vice President Bidang Restrukturisasi Kredit Bank Mandiri. Rudjito juga bukan orang lain bagi Mandiri, karena sebelumnya pernah menjadi salah satu direktur di Bank Dagang Negara. Sedangkan Arwin Rasyid sebelum di BNI adalah Direktur Utama Bank Danamon.

    Sugiharto sendiri belum menyebut satu nama pun untuk posisi direktur utama bank-bank pemerintah. Neloe, yang sudah menjadi Direktur Utama Bank Mandiri sejak 2000, menolak bicara. Kepada Agriceli dari Tempo, seusai rapat dengar pendapat dengan DPR beberapa waktu lalu, dia mengatakan pergantian itu urusan menteri.

    Leanika Tanjung, Ramidi, M. Nafi (TNR)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Dari Malam yang Gelisah

Catatan Pinggir

Vatikan

Layar

Festival Keselamatan di Bulan Kedua

Penolak Bala Pengantin Baru

Ritual Magis bagi Harmoni Kehidupan Duniawi

Seni Rupa

Kembali ke Arok, Kembali Dekoratif

Televisi

Sang Ustad di Sudut Sinetron

Bangkit dengan Sinetron Religius

TEMPO|interaktif

SBY Jalan Cepat Bersama Ribuan Hasher di Borobudur

Olahraga

Lawan Inter, Indonesia Selection Main Bola Bawah

Olahraga

Sean Gelael Siap Tampil di Formula Pilota

Olahraga

Kritik Wasit, Pelatih Miami Heat Dihukum  

Teknologi

IMO Rilis Tablet Android 4.0  

Internasional

Pria Singapura Damba Pasangan yang Bisa Masak  

Internasional

Pesawat tanpa Awak AS Serang Afganistan

Bisnis

Bank Sentral Incar Spekulan Rupiah  

Internasional

Hobi Pria Ini Kumpulkan Pakaian Bekas Artis

Olahraga

Sagna Minta Arsenal Perpanjang Kontrak Van Persie  

Nasional

3.228 Anak di Jember Susun Balok Kreatif Raih Rekor MURI  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif