• Home
  • 11 April 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 11 April 2005
    Rumah

    Rumah Megah Identitas Bangsa

    BERITA di harian Le Matin, Swiss, itu sepintas lalu biasa-biasa saja. Cerita tentang sebuah rumah di 229 Rte de La Capita, Collonge-Bellerive, Vasenaz, dengan beranda lapang menghadap kolam renang, taman luas dengan lapangan voli di sudutnya, serta sebuah rumah kecil untuk para pelayan. Harganya sekitar Rp 70 miliar. Beritanya baru terasa "ganjil" ketika diterangkan bahwa itulah rumah yang baru dibeli pemerintah Indonesia, negeri yang sedang dilanda macam-macam bencana?termasuk bencana korupsi.

    Tersebutlah Makarim Wibisono, Duta Besar Indonesia untuk Swiss dan Presiden Komisi Hak Asasi Manusia PBB, yang akan menjadi penghuni pertama rumah seluas 10.143 meter persegi itu. Tentu bersama istri dan tiga anaknya. Urusan jadi makin runyam karena Le Matin menulis pemerintah Indonesia menyelewengkan duit bantuan korban tsunami untuk membeli rumah bergaya vila itu.

    Dari gedung DPR di Senayan, Jakarta, segera terdengar suara kecewa. Selain menuding tak peka terhadap penderitaan rakyat, mereka menganggap Departemen Luar Negeri tak melalui mekanisme tepat. "Saya tidak menyangka rumah itu dibeli cash," kata anggota Panitia Anggaran Komisi I DPR, Djoko Susilo. Menurut dia, pemerintah seharusnya bisa bernegosiasi sehingga pembayarannya bisa dicicil.

    Alasan yang dilontarkan Departemen Luar Negeri, bahwa negara akan kehilangan US$ 500 ribu dari uang muka, tidak bisa dibenarkan. Memang, kata Djoko, Departemen Luar Negeri pernah berkonsultasi soal pembelian rumah itu. DPR ketika itu menyarankan pembelian dengan cara mengangsur selama 20 hingga 25 tahun. Jadi, sisa duit bisa dipakai sebagai uang muka pembelian rumah duta besar di negara lain.

    Namun, Ketua Panitia Anggaran DPR, Emir Moeis, menyatakan pembelian rumah itu wajar saja bagi seorang duta besar. "Itu kan bagian dari identitas bangsa, sehingga tidak boleh jelek," tuturnya. Lagi pula, kata Emir, harga itu mungkin tak terlalu mahal untuk standar Jenewa. Yang perlu ditelisik adalah prosedur pembeliannya: lurus atau bengkok, ada penggelembungan dana atau tidak.

    Juru bicara Departemen Luar Negeri, Yuri Thamrin, membantah laporan Le Matin tentang penggunaan uang bantuan tsunami untuk membeli rumah. Yuri mengungkapkan, pembelian vila itu sudah disetujui Menteri Keuangan pada 12 Oktober tahun lalu, dan kontraknya ditandatangani lebih dari dua bulan sebelum bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004.

    Pembelian vila itu, kata Yuri, harus dilihat sebagai investasi jangka panjang yang lebih menguntungkan ketimbang menyewa setiap tahun. "Tanah dan bangunan rumah itu menjadi milik negara, bukan pribadi," katanya. Tak cuma di Jenewa, Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri, Sudjadnan Parnohadiningrat, menyatakan ada 15 rumah yang dibeli di berbagai negara.

    Ia menyebutkan Guangzhou (Cina), Lima (Peru), Helsinki (Finlandia), Athena (Yunani), Amman (Yordania), Bandar Seri Begawan (Brunei Darussalam), Sofia (Bulgaria), Tashkent (Uzbekistan), Tunis (Tunisia), Oslo (Norwegia), Tripoli (Libya), dan Chicago (Amerika Serikat). Total dana yang akan dikucurkan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

    Biasanya, kata Kepala Biro Tata Usaha dan Perlengkapan Departemen Luar Negeri, Freddy Sirait, ada tim yang menaksir harga pasaran di daerah tersebut dengan nilai jual obyek pajaknya. Selanjutnya, tim Departemen Keuangan, yang menilai kelayakan rumah itu, akan melihat lima hingga enam rumah yang disodorkan oleh perwakilan di negara asing. Freddy menyebut syarat lainnya: "Rumah itu harus terletak di lokasi strategis dan sesuai untuk perwakilan diplomatik."

    Andari Karina Anom, Yophiandi, Yuliawati


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Dari Malam yang Gelisah

Catatan Pinggir

Vatikan

Layar

Festival Keselamatan di Bulan Kedua

Penolak Bala Pengantin Baru

Ritual Magis bagi Harmoni Kehidupan Duniawi

Seni Rupa

Kembali ke Arok, Kembali Dekoratif

Televisi

Sang Ustad di Sudut Sinetron

Bangkit dengan Sinetron Religius

TEMPO|interaktif

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR
iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif