• Home
  • 13 Agustus 2007
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 13 Agustus 2007

    Tips Kesehatan

    Terapi Sel Induk untuk Gagal Jantung

    Satu lagi kehebatan terapi sel induk (stem cell). Selain untuk mengobati leukemia, limfoma, dan penyakit darah lainnya, terapi ini terbukti ampuh untuk penderita gagal jantung. Prof T. Santoso, ahli jantung dari Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan bahwa terapi sel induk bisa memperbaiki kondisi jantung yang telanjur rusak. "Terutama buat penderita gagal jantung dan serangan jantung akut," katanya dalam loka karya Penatalaksanaan Terapi Sel Induk di Jakarta, Jumat dua pekan lalu.

    Santoso menjelaskan, gagal jantung terjadi bila kerusakan otot jantung cukup luas, sehingga daya pompa jantung menurun drastis. Di seluruh dunia, tingkat kematian akibat penyakit ini terbilang tinggi. Selama ini, cara terbaik mengatasinya adalah dengan transplantasi jantung. Sayang, selain susah mencari donor dan biayanya selangit, proses operasinya juga amat rumit.

    Para ahli akhirnya melirik terapi sel induk. Pasalnya, sel induk diyakini dapat berubah menjadi sel jenis lain dengan fungsi lain di jaringan atau organ yang ditempatinya. Dengan kata lain, sel induk mampu membuat jaringan sehat baru di organ tubuh yang rusak. Sel induk yang digunakan juga berasal dari tubuh pasien sendiri, yakni dari sumsum tulang, otot rangka, atau jaringan lemak.

    Santoso menjelaskan, sel induk disuntikkan ke jantung, bisa melalui pembuluh darah koroner, otot jantung, atau kateter yang dimasukkan ke bilik jantung. Sel induk itu kemudian bergerak menuju jaringan yang rusak dan berubah menjadi sel pembuluh darah serta sel otot jantung baru. "Jadi bukan mengganti jantung yang rusak dengan jantung lain, tapi membuat otot dan pembuluh jantung baru di jantung yang sudah sakit itu," katanya.

    Brokoli 'Hentikan' Kanker Prostat

    Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa mengkonsumsi banyak sayuran dan buah dapat mengurangi risiko kanker prostat. Namun, menurut peneliti dari National Cancer Institute Toronto, Kanada, pada umumnya berbagai penelitian itu tidak secara khusus menunjukkan kemampuan jenis sayuran atau buah tertentu dalam mengurangi risiko kanker prostat. Misalnya, belum ada penelitian yang menunjukkan seberapa besar bayam dapat mengurangi risiko kanker prostat.

    Kini sudah ada kemajuan. Hasil terbaru penelitian yang dipimpin Victoria Kirsch membuktikan, mengkonsumsi brokoli mampu mengurangi agresivitas kanker prostat hingga 45 persen. Seperti yang dikutip dalam situs BBC, Senin pekan silam, penelitian terhadap 1.300 laki-laki membuktikan bahwa memakan brokoli lebih melindungi mereka dari keganasan tumor atau kanker prostat.

    Sebaliknya, kata riset tersebut, memakan sayur dan buah jenis lainnya ternyata tidak terbukti mampu menurunkan risiko kanker prostat. "Tapi, pada intinya, cara terbaik mengurangi risiko terhadap kanker adalah pola makanan seimbang dan sehat," kata Kat Arney, peneliti kanker dari Inggris.

    Jus Buah Merusak Gigi Anak

    Kata hati ingin memberikan asupan makanan sehat kepada sang buah hati, namun yang terjadi malah sebaliknya. Penelitian terbaru Asosiasi Dokter Gigi Inggris menunjukkan bahwa jus buah, meskipun asli dan tanpa tambahan gula, dapat menggerus enamel atau pelapis gigi pada anak-anak. "Penyebabnya adalah kandungan asam dalam jus buah tersebut," kata Dr. Philip Stemmer, seperti dikutip BBC, Senin pekan lalu.

    Ini adalah peringatan kepada orang tua yang telanjur yakin bahwa jus buah itu menyehatkan. Maka, para dokter dari asosiasi tersebut menyarankan agar para orang tua hanya memberikan segelas jus sehari kepada anak-anak. Dokter juga menyarankan agar si anak menyikat gigi secara benar dengan pasta gigi mengandung florid setelah si anak meminum jus buah. Para dokter tersebut juga menyarankan agar sikat gigi dilakukan minimal 30 menit setelah minum jus.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Sakit

Fuad Hassan, 78 tahun

TEMPO|interaktif

Nasional

Syukuri Kelulusan, Siswa di Lumajang Bagi Sembako

Olahraga

Suatu Kehormatan Melatih Messi, Kata Guardiola

SBY Jalan Cepat Bersama Ribuan Hasher di Borobudur  

Olahraga

Lawan Inter, Indonesia Selection Main Bola Bawah  

Olahraga

Sean Gelael Siap Tampil di Formula Pilota  

Olahraga

Kritik Wasit, Pelatih Miami Heat Dihukum  

Teknologi

IMO Rilis Tablet Android 4.0  

Internasional

Pria Singapura Damba Pasangan yang Bisa Masak  

Internasional

Pesawat tanpa Awak AS Serang Afganistan

Bisnis

Bank Sentral Incar Spekulan Rupiah  

Internasional

Hobi Pria Ini Kumpulkan Pakaian Bekas Artis

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif