Oleh Undang-Undang Dasar Sementara 1950, posisi militer dibelenggu. Mereka ditempatkan di bawah Kementerian Pertahanan dan peran politik mereka dipangkas. Kinerja mereka dibahas di parlemen-yang oleh serdadu disebut "mencuci baju kotor di muka umum".
Nasution bergerak. Ia menekan Presiden agar membubarkan parlemen dan mengembalikan UUD 1945. Setelah melewati hari-hari yang menegangkan, cita-cita Nasution tercapai: Presiden mengeluarkan dekrit dan demokrasi liberal runtuh di ujung senapan.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

