Bayangkan sebuah masa ketika pejabat tak mudah mutung oleh kritik. Ada sosok ular, macan, tikus, atau binatang apa pun yang digambarkan sebagai bagian dari arena politik demokrasi liberal. Kartun editorial surat kabar di masa itu tepat untuk membayangkan panasnya, riuh-rendahnya, hiruk-pikuknya masa itu. Tapi tak ada tokoh yang protes, apalagi ngambek sampai mengajukan somasi. Jelas beda dengan masa Orde Baru, yang melahirkan masyarakat yang dipaksa bisu.
Di sini, kita akan menyusuri kartun-kartun terkuat di zaman itu. Juga serangkaian foto tribut untuk tiga peneliti asing yang dianggap berjasa merefleksikan demokrasi liberal:
Boyd R. Compton, Herbert Feith, dan Daniel S. Lev.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

