• Home
  • 17 September 2007
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
    • Sosok
  • Arsip
  • 17 September 2007

    Gebrakan Para Pahlawan New York

    BISIK-bisik terdengar lagi. Selasa pekan lalu, sebuah berita di situs E! Online. Isinya, soal bocoran serial televisi Heroes. Pada musim tayangnya yang terbaru, Peter Petrelli (Milo Ventimiglia), salah satu karakter dalam serial The Heroes, mengalami amnesia selepas sebuah ledakan yang terjadi di New York City. Si Ganteng Petrelli-di Indonesia dia dikenal dalam serial Gilmore Girls-menjadi orang linglung.

    Kabar itu pun langsung diteruskan ke sebuah forum penggemar serial The Heroes. Reaksinya riuh rendah. Me reka, penggemar serial dari seluruh planet Bumi, langsung terperangah. Namun, alih-alih mendapatkan kepastian kabar dari si penulis cerita, yang terjadi malah debat panjang. Masing-masing mengemukakan alasan yang, menurut mereka, masuk akal. "Sepertinya Peter dibui seperti yang terlihat dalam video preview season kedua," kata seorang pengirim pesan.

    Serial Heroes menjadi fenomena dalam dunia televisi masa kini. Serial yang pertama tayang tahun lalu di stasiun televisi NBC, Amerika Serikat, hanya dalam beberapa pena yangannya sudah disaksikan 15 juta orang. Jumlah itu baru yang menonton secara langsung dari televisi, belum termasuk mereka yang membeli format DVD-nya. Di Indonesia, hingga pekan silam, serial ini diputar di sta siun televisi Trans TV.

    Serial ini juga beroleh berbagai penghargaan. Paling akhir, masuk sebagai nomine Primetime Emmy Awards dalam The Academy of Television Arts & Sciences tahun ini.

    Itulah yang menjadi sebab kabar tentang serial ini selalu menarik di ikuti. Kelanjutan kisah yang bocor menjadi menu biasa-dan ini bukan sekali saja terjadi. Beberapa bulan saat serial ini tayang, hal serupa pernah terjadi. Nah, kalau sekarang ramai lagi, bisa dipahami. Senin pekan depan, NBC akan memutar musim tayang kedua. Serial ini menambah panjang deretan serial televisi sukses. Resepnya masih sama, yakni dengan cerita menggantung di akhir. "Resep generik, bukan? Dengan ending semacam itu, setiap penonton akan menunggu kisah lanjutannya," kata Tim Kring, 50 tahun, pengarang dan produser eksekutif serial ini. Sebelumnya, Kring sukses dengan serial drama Crossing Jordan atau Knight Rider, serial beken pada 1990-an. Tema dan jalinan cerita serial ini memang kuat. Serial Heroes, seperti juga drama televisi kontempo rer lainnya, yang mencampurkan sains dan fiksi, menjadi daya pikat yang luar biasa. Paduan penyuntingan, efek, dan permainan tata cahaya seolah meng ha dirkan dunia yang lain.

    Bedanya, masing-masing karakter dalam serial ini masing-masing me miliki kemampuan super. Mereka adalah manusia biasa, namun diam-diam ada kekuatan dalam diri nya. Hiro Nakamura (Masi Oka), yang dapat meng hentikan waktu. Seketika dia berada di Amerika. Lalu ada Claire Bennet (Hayden Panettiere), cheerleader asal Texas yang tak kebal senjata apa pun. Niki Sanders (Ali Larter) memiliki dirinya yang lain yang beringas, yang mam pu "keluar" dan "masuk" melalui cermin.

    Kemampuan itu mengejutkan mereka, namun tak sedikit justru mende rita. Isaac Mendez (Santiago Cabrera), pelukis yang saat berada dalam keadaan mabuk berat bisa menggambarkan situasi yang akan terjadi di masa datang. "Aku harus menghentikannya," kata dia. Hidupnya tertekan ketika lukisannya ternyata benar-benar terjadi.

    Para hero inilah yang membuat ilmuwan Chandra Suresh sibuk membuat penelitian tentang mereka. Sayang, dia mati terbunuh. Mohinder Suresh (Sendhil Ramamurthy), anaknya, terbang dari Madras, India, ke New York untuk menyelidiki kematian sang ayah. "Dia meninggalkan keluarga di Madras hanya untuk meneliti orang-orang sakit ini," kata Mohinder.

    Mohinder dan para hero lainnya harus berhadapan dengan Sylar (Zachary Quinto) yang luar biasa be ngis. Bak membelah kelapa, dia mengambil separuh kepala para hero itu. Dengan demikian kekuatannya terus bertambah.

    Kekuatan korbannya berpindah kepa danya. Pergulatan Mohinder dan para hero menghadapi Sylar yang selalu tampil misterius dengan topi baseball-nya menjadi urat jalinan serial ini yang kadang rumit dan punya ba nyak tokoh.

    Kisah ini memang mirip kisah komik superhero. Padahal, Tim Kring si pencipta serial ini sama sekali tidak memiliki pengetahuan yang berlimpah tentang komik. "Waktu kecil aku malah terganggu dengan balon-balon dialog di setiap panel komik," kata Kring. Saat kecil dia lebih suka bermain gitar klasik.

    Untuk itulah, dalam menggarap serial ini dia melibatkan banyak ahli. Jeph Loeb, penulis dalam serial televisi Smal lville, masuk dalam tim plus dan 10 penulis naskah. Namun, dari sekian langkahnya yang gemilang, dia mema sukkan tokoh Suresh dan Hiro. Itu sebab nya, serial ini juga laku keras di negara-negara di Asia, termasuk Indonesia.

    Irfan Budiman


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Tari

Dari Sampah hingga Homoseksual

Buku

Menakar Jalur Kayu Manis

Album

Pengukuhan
Dato Sri Moh. Najib bin Tun Haji Abdul Razak, 54 tahun

Televisi

Gebrakan Para Pahlawan New York

Catatan Pinggir

Puasa

TEMPO|interaktif

Nasional

SBY Minta Demokrat Shopping Capres  

Nasional

Syukuri Kelulusan, Siswa di Lumajang Bagi Sembako  

Olahraga

Suatu Kehormatan Melatih Messi, Kata Guardiola  

SBY Jalan Cepat Bersama Ribuan Hasher di Borobudur  

Olahraga

Lawan Inter, Indonesia Selection Main Bola Bawah  

Olahraga

Sean Gelael Siap Tampil di Formula Pilota  

Olahraga

Kritik Wasit, Pelatih Miami Heat Dihukum  

Teknologi

IMO Rilis Tablet Android 4.0  

Internasional

Pria Singapura Damba Pasangan yang Bisa Masak  

Internasional

Pesawat tanpa Awak AS Serang Afganistan

Bisnis

Bank Sentral Incar Spekulan Rupiah  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif