PENGHARGAAN
Jakob Oetama, 76 tahun, Djafar Husin Assegaff, 75 tahun, Sabam Siagian, 75 tahun, Atang Ruswita, almarhum , R.H. Siregar, almarhum
LIMA tokoh pers menerima Lifetime Achievement Award dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2008 dan ulang tahun ke-62 Persatuan Wartawan Indonesia yang dipusatkan di Semarang pada 7-10 Februari lalu.
Kelima tokoh pers-Jakob Oetama, Djafar Husin Assegaff, Sabam Siagian, Atang Ruswita, dan R.H. Siregar-dinilai telah mengabdikan hidupnya di dunia pers Tanah Air. Penghargaan untuk Jakob Oetama, yang berhalangan hadir, diterima wartawan senior August Parengkuan, sedangkan untuk almarhum Atang Ruswita diterima oleh istrinya, Komariah.
Penghargaan untuk almarhum R.H. Siregar telah diserahkan kepada keluarganya pada pemakaman almarhum bulan lalu di Jakarta. "Mereka sangat berjasa dalam perkembangan pers di Indonesia," kata Ketua Panitia Hari Pers Nasional untuk wilayah Semarang, Sasongko Tedjo.
PENGHARGAAN
Sewaka Winayaroha untuk 66 Guru Besar IPB
PEMERINTAH memberikan Anugerah Sewaka Winayaroha kepada 66 guru besar Institut Pertanian Bogor. Penghargaan ini diberikan karena para guru besar itu dinilai berjasa dalam memajukan dan meningkatkan peran perguruan tinggi.
Salah satu penerima penghargaan itu adalah Prof Dr Ir Andi Hakim Nasoetion, MSc (almarhum). Andi dinilai berjasa dalam pengembangan mata kuliah statistik. Ia juga pelopor pemberlakuan studi sarjana empat tahun, pembentukan sekolah pascasarjana, dan sistem penerimaan mahasiswa baru tanpa ujian masuk yang kini dikenal sebagai Program Penelusuran Minat dan Kemampuan.
"Presiden sudah tidak merasa jadi presiden lagi."
–Aria Bima, anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Sidang Paripurna DPR untuk menjawab interpelasi KLBI/BLBI, Selasa pekan lalu di Jakarta.
"Pemimpin harus siap bertarung. Kalau kalah, ya harus siap, harus gentleman."
–Bekas Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung soal rencana Partai Golkar menghapuskan konvensi dalam proses pemilihan calon presiden untuk diusung pada pemilihan presiden 2009, Selasa pekan lalu di Jakarta.
TEMPO DULU
18 Februari 1564 Michelangelo Buonarroti, pelukis kenamaan masa Renaisans, meninggal.
1930 Pluto ditemukan oleh Clyde Tombaugh.
2005 Wartawan MetroTV, Meutya Hafid dan Budiyanto, disandera milisi bersenjata di Irak.
19 Februari 1473 Nicolaus Copernicus lahir. Astronom Polandia ini menyatakan matahari sebagai pusat tata surya.
1986 Uni Soviet meluncurkan stasiun luar angkasa Mir.
1997 Pemimpin Cina Deng Xiaoping meninggal.
20 Februari 1809 A.J. Duijmaer van Twist, Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia (1851–1856), lahir di Deventer, Belanda.
1967 Intergovernmental Group on Indonesia mengadakan pertemuan pertama di Amsterdam.
21 Februari 1711 Johan van Hoorn, Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia (1704–1709), meninggal di Belanda.
22 Februari 1997 Pengumuman keberhasilan kloning domba Dolly.
23 Februari 1903 Kuba menyewakan Teluk Guantanamo kepada Amerika.
1919 Benito Mussolini membentuk Partai Fasis di Italia.
24 Februari 1946 Juan Peron terpilih sebagai Presiden Argentina.
1955 Steve Jobs, pendiri Apple Computer, lahir.
25 Februari 1848 Manifesto Komunis karya Karl Marx dan Friedrich Engels diterbitkan untuk pertama kalinya.
1960
Uni Soviet menyatakan dukungan kepada Indonesia soal sengketa kepemilikan Papua Barat.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
