Tubuhnya mungil, kupingnya panjang, sering mengenakan baju berwarna oranye, mulutnya berbentuk huruf x. Balita, anakanak, dan remaja Belanda pasti mengenalnya. Mereka menyebutnya Nijntje (dibaca: naince, dari kata konijn = kelinci). Di luar Belanda, ia tenar dengan nama Miffy.
Itulah kelinci menggemaskan ciptaan Dick Bruna, yang buku bergambarnya telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa. Boleh dibilang si kelinci mampu bertahan menjadi maskot bagi dunia anakanak Belanda dari generasi ke generasi. Mulai awal April, Erasmus Huis menghadirkan pameran karya Bruna, desainer kelahiran Utrecht 1927 di Jakarta. Dialah sang perancang sampul buku, buku cerita anak-anak, prangko, kartun, poster, dan logo yang terkenal di Belanda.
Sejak kecil Dick, atau Dikkie dalam bahasa Belanda artinya "gemuk", senang menggambar. Beruntung ia lahir di keluarga penerbit, pemilik A.W. Bruna & Sons, yang sudah menerbitkan buku sejak 1868. Dick dikirim sekolah setahun di London, lalu ke Paris. Tapi bukannya belajar bisnis penerbitan, Dick justru rajin keluar-masuk museum. Dick remaja saat itu kesengsem oleh lukisan Henri Matisse. Matisse ketika itu mampu menampilkan bentuk-bentuk figuratif yang kuat dan jelas hanya berdasarkan permainan garis geometris sederhana dan warna-warna datar yang cerlang.
Dick kemudian dikenal membuat ribuan sampul buku yang terbit di Negeri Kincir Angin itu. Dick sering kali menggunakan simbol kehidupan, seperti burung dan awan, dengan motif geometris di atas bidang datar berwarna kuat. Miffy lahir pada 1955, saat Dick dan keluarga sedang berlibur di resor pantai Egmond Aan Zee. Di malam hari, Dick mengantar Sierk, putranya yang tertua, tidur dan bercerita tentang kelinci kecil yang tinggal di pekarangan. Buku Miffy pertama terbit pada 1963.
Miffy menjadi tersohor karena kejujuran dan petualangan sehari-harinya mampu menyentuh imajinasi anak-anak. Kini citra Miffy menjadi sebuah industri tersendiri, dari fashion sampai game. Berkenaan dengan ini, semua produk yang menggunakan karakter Miffy harus disetujui oleh Dick Bruna. Bila ada yang tak berkenan, harus dicopot. "Kalau hidungnya tidak pas, kalau telinganya kurang panjang, sreeet...," kata Bonny van Sighem, penanggung jawab koleksi Bruna, kepada Tempo.
Selain itu, karya terkenal Dick Bruna lainnya adalah serial inspektur Maigret karya pengarang Prancis, Georges Simenon, dan serial detektif kriminal Zwarte Beertjes (Beruang Hitam). Gaya gambar Dick sama dengan gaya saat melukis Miffy di dalamnya. Karakter garisnya kuat dan menggunakan warna minim, seperti gama biru, kuning, putih, hijau, dan jingga. Karya Dick yang sederhana justru dianggap para kritikus memberi makna simbolis dan abstrak pada fiksi dewasa. Misalnya sampul buku The Saint dengan lingkaran cahaya di atas kepala yang kemudian dipakai menjadi simbol hingga serial televisinya. Juga serial James Bond karya Ian Fleming.
Di usianya yang 81 tahun kini, menurut Bonny van Sighem, Dick Bruna masih segar bugar. Setiap pagi ia mengayuh sepeda pergi-pulang ke studio gambarnya untuk bekerja. Sekalisekali ia mampir ke Dick Bruna Huis di Utrecht yang letaknya berdekatan dengan Centraal Museum Utrecht. Di situ ia kerap menyapa pengunjung anak-anak yang mengisi satu lantai penuh di sana. Bagai mandor, ia mengawasi setiap sudut dan poster yang digantung.
Selama dua bulan mendatang koleksi Bruna akan mengisi ruang pamer Erasmus Huis. Meniru museum, Dick Bruna Huis di Utrecht, dalam pameran ini ada pojok menggambar dan mewarnai Miffy untuk anak-anak. Erasmus Huis agaknya ingin memperkenalkan Miffy–yang tak dikenal bocah Indonesia karena bukunya tak terbit di sini. Marilah mengajak anak-anak kita menggambar kelinci yang sosoknya simpel, jujur, tapi terasa modern itu.
Kurie Suditomo
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

