Anggaran
Subsidi Energi Rp 350 Triliun
HARGA minyak mentah dunia yang berlari menembus US$ 140 per barel membuat pemerintah ketar-ketir. Berdasarkan hitungan pemerintah, subsidi energi pada tahun depan akan mencapai Rp 350 triliun. Rinciannya, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, subsidi minyak Rp 250 triliun dan listrik Rp 80 sampai 100 triliun. "Lonjakan harga ini sangat membebani," ujarnya dalam rapat kerja Dewan Perwakilan Rakyat, Senin pekan lalu.
Padahal, pemerintah -hanya mengalokasikan Rp 155,7 tri-liun untuk subsidi minyak dan Rp 77,9 triliun untuk listrik pada anggaran 2009. Bujet itu didasarkan atas asumsi harga minyak US$ 120 per barel. Jumat pekan lalu, si emas hitam mencapai US$ 142,16, setelah sempat menyentuh US$ 146 per barel pada pekan sebelumnya. Dia menambahkan, penetapan asumsi akan dibuat mendekati harga pasar, untuk menjaga kesinambungan anggaran.
Persoalannya, menurut Menteri Sri Mulyani, pergerakan harga minyak sulit ditebak, sehingga risiko fiskal anggaran menjadi tidak pasti. Rencana-nya, pemerintah akan merevisi harga patokan minyak menjadi US$ 140. Perubahan itu akan disampaikan kepada Dewan dalam nota keuangan 2009, Agustus mendatang. Penetap-an asumsi baru itu didukung Wakil Ketua Panitia Anggaran Harry Azhar Azis. "Akan lebih aman di angka itu," katanya.
Pencucian Uang
Modus Baru Lewat Money Changer
PUSAT Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuang-an mengendus model baru pencucian uang. Caranya, duit ditransfer melalui bank ke money changer, lantas ditarik dalam bentuk valuta asing. "Valuta asing kan lebih ringkas," kata Kepala Pusat Pelaporan, Yunus Husein, seusai penutupan -acara Asia-Pacific Group on -Money Laundering ke-11 di Nusa Dua, Bali, Jumat lalu, seperti dilaporkan Anang Zakaria dari Tempo.
Yunus mengambil -contoh modus penyuapan yang menimpa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Bulyan Royan. Ia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi setelah mencairkan uang suap US$ 66.000 dan 5.500 euro di money changer Plaza Senayan, Jakarta. Uang itu diperoleh dari Direktur PT Bina Nina Karya Dedi Suwarsono, pengusaha kapal yang mengikuti tender kapal patroli dari Departemen Perhubungan.
Modus pencucian uang yang kian canggih, kata Yunus, menyulitkan aparat melacaknya. Antara lain, belum ada aturan hukum yang jelas terkait dengan pencucian uang terhadap pelaku profesi lain, seperti advokat, akuntan, dan notaris. Indonesia juga belum sepenuhnya meratifikasi stan-dar internasional anti-pencucian uang dan pendanaan teroris.
Salah satu kendalanya adalah macetnya pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Kejahatan Transnasional di Dewan Perwakilan Rakyat. "Kami harap Komisi I segera me--nye-lesaikannya," ujarnya.
Otomotif
Indomobil Pasarkan Wingle
SUKSES memasarkan Cherry dan Foton, Indomobil Group kembali menggenjot jualan mobil Cina. Kali ini Indomobil mulai memasarkan mobil kabin ganda pick up 4x4, Wingle. Produksi Great Wall Motor Company Ltd., Cina, ini ditujukan untuk industri pertambang-an dan perkebunan. Sejak pekan lalu, mobil ini sudah dirakit di National Assembler, Pulo Gadung, Jakarta, dengan kandungan lokal 25 persen.
Presiden Direktur PT Indomobil Niaga International Gunadi Sinduwinata yakin, pasar mobil jenis ini bakal tumbuh 20 persen menjadi 6.000 unit pada 2008. Wingle yang bermesin 2.771 cc turbo charged akan bersaing dengan Nissan Frontier, Mitsubishi Strada, Isuzu D-Max, dan Ford Ranger. Dengan harga Rp 193 juta (on the road), perusahaan me-nargetkan penjualan 80 hingga 100 unit per bulan.
Listrik
Industri Kerja Sabtu Minggu
BERBAGAI upaya dilakukan pemerintah untuk meng-atasi defisit pasokan listrik. Salah satunya dengan mengharuskan industri bekerja pa-da Sabtu dan Minggu untuk mengalihkan penum-puk-an konsumsi listrik pada Senin hingga Jumat. Kewajiban tersebut ditetapkan melalui surat keputusan bersama lima menteri, yakni Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri -Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara.
Aturan baru ini akan diberlakukan mulai Senin, 21 Juli. Bagi perusahaan yang tidak mengindahkan kewajiban ini, pemerintah akan mengenakan -sanksi berupa pemutusan aliran listrik. Sebaliknya, tidak ada insentif bagi perusahaan yang melaksanakannya. Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi Priyatna mengatakan, insentif tidak diberikan karena PLN menjual rugi listrik ke industri.
Saat ini industri di Jawa-Bali mengkonsumsi sekitar 7.000 megawatt setiap hari-nya. Jumlah itu lebih besar 600 megawatt dibandingkan yang bisa dipasok PLN. Dengan pemindahan hari kerja itu diharapkan permintaan listrik menurun. Selain itu, pemindahan dilakukan karena masih ada surplus tenaga listrik pada Sabtu (1.000 megawatt) dan Minggu (2.000 megawatt). "Peng-alihannya hanya dua hari dalam sebulan, tidak sulit," tutur Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Perdagangan
Ekspor Batu Bara Dibatasi
Satu lagi upaya pemerintah untuk mengatasi krisis energi adalah dengan membatasi ekspor batu bara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan, semua perusaha-an yang memegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara wajib mendahulukan produk batu baranya untuk pasokan dalam negeri. Keharusan itu, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mine-ral Purnomo Yusgiantoro, sudah ada sejak dulu.
Namun saat ini Departemen Energi menggodok lagi mekanisme pewajiban menjual di pasar domestik itu terkait dengan perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang rencana pembatasan ekspor batu bara. Menurut M.S. Marpaung, Direktur Pembinaan Pengusaha Mineral Departemen Energi, pewajiban yang didasarkan pada surat keputusan menteri tentang pembatasan ekspor itu kemungkinan baru bisa dilaksanakan tahun depan. Artinya, "Kewajiban memasok batu bara untuk pasar domestik saat ini tetap seperti perjanjian dulu."
Tahun ini, produksi batu bara Indonesia diperkirakan mencapai 225 juta ton. Dari jumlah itu, kebutuhan dalam negeri hanya 40 jutaan. Namun, jika proyek listrik berbahan bakar batu bara kelar semua pada 2010, kebutuhan batu bara Indonesia akan meningkat sampai 80-an juta ton.
Infrastruktur
Bakrie Ambil Alih Tol Bukaka
KELOMPOK usaha Ba-krie terus melebarkan sa-yap bisnis jalan tol. Pekan lalu, mereka mengambil alih tol Pasuruan-Probolinggo, yang konsesinya dipegang PT Trans-Jawa Paspro Jalan Tol. Jalan sepanjang 45 kilometer itu membutuhkan investasi Rp 3,3 triliun. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mendapatkan informasi tentang kepastian masuknya Bakrie di ruas tol itu, Senin pekan lalu, dari Ketua Badan Pengatur Jalan Tol Nurdin Manurung.
Tol Pasuruan-Probolinggo, 35 persen sahamnya dimiliki PT Bukaka Teknik Utama. Pada 25 Juni 2007, mereka menandatangani per--janjian pengusahaan jalan tol dengan pemerintah. Setahun berselang, perusahaan yang terafiliasi dengan kelompok usaha Kalla itu tak kunjung memenuhi kewajibannya, berupa jaminan pelaksanaan, dana tanah, dan financial closed. Djoko optimistis, tol Pasuruan-Probolinggo ini dapat diselesaikan oleh Bakrie.
Sebelumnya, Bakrie juga telah mengambil alih ruas tol Pejagan-Pemalang (57 kilometer, Rp 3,4 triliun) dan Batang-Semarang (75 kilometer, Rp 3,6 triliun). Ba-krie juga memegang konsesi tol Kanci (Cirebon)-Pejagan (Brebes) sepanjang 34 kilometer dengan investasi Rp 2,1 triliun, melalui anak usahanya PT Semesta Marga Raya.
Perbankan
Jerry Ng Bos Baru BTPN
Setelah hengkang dari posisi Wakil Direktur Utama PT Bank Danamon Tbk., Jerry Ng didapuk sebagai Direktur Utama PT Bank Tabungan Pensiunan Nasio-nal Tbk. (BTPN). Mantan Deputi Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasio-nal ini dipilih Texas Paci-fic Group, pemegang saham mayoritas (71,61 persen) bank tersebut, untuk menggantikan Paulus Wiranata.
Di bawah Jerry, bank yang fokus pada pengelolaan dana pensiunan ini akan membidik sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Alasannya, sektor ini terbukti sangat kuat menopang negara selama krisis ekonomi 1997-1998. Untuk mendukung rencana bisnis itu, Bank Tabungan Pensiunan Nasional akan merekrut tidak kurang dari 2.000 tenaga kerja dan mendirikan le-bih dari 100 kantor cabang di seluruh Indonesia.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
