• Home
  • 11 Agustus 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 11 Agustus 2008

    MOMEN

    SENGKETA PAJAK
    Bos Batu Bara Dicekal

    SENGKETA pemerintah dan perusahaan batu bara memasuki babak baru. Setelah pengusaha menahan pembayaran royalti karena restitusi tak kunjung dicairkan, pemerintah akhirnya mengeluarkan surat cekal terhadap 14 pengusaha batu bara.

    Dari 14 nama di enam perusahaan yang masuk daftar cekal, sepuluh di antaranya berasal dari PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia-dua perusahaan tambang batu bara milik Grup Bakrie di bawah payung PT Bumi Resources Tbk.

    Sisanya berasal dari dua perusahaan batu bara lainnya: PT Adaro Indonesia milik Edwin Soeryadjaja dan PT Berau Coal milik keluarga Risjad. Mereka yang dicekal dilarang bepergian ke luar negeri selama enam bulan hingga 27 Januari 2009.

    Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto menyatakan pencekalan dilakukan agar mereka segera membayar utang mereka ke negara. Pemerintah menilai sejak 2001 perusahaan batu bara tidak membayar kewajibannya sesuai dengan kontrak.

    Adapun total piutang negara dalam bentuk royalti yang harus dibayarkan perusahaan batu bara itu sekitar Rp 3,8 triliun selama periode 2001-2005 dan Rp 3,2 triliun periode 2005-2007. Tagihan itu telah dilimpahkan ke Panitia Urusan Piutang Negara sejak setahun lalu. Tapi hingga kini belum ada tanda-tanda akan dilunasi.

    Sebaliknya, kalangan pengusaha menilai pemerintah ingkar janji karena tidak membayar restitusi pajak pertambahan nilai 10 persen sejak tujuh tahun lalu. Sesuai dengan Pasal 11 ayat 2 dan 3 Kontrak Karya Generasi I, bila terjadi pengenaan pajak baru, pemerintah akan mengembalikannya dalam bentuk restitusi.

    Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia Jeffry Mulyono mengatakan, sejak ada Peraturan Pemerintah Nomor 144 Tahun 2000, pajak yang dibayarkan harus dikembalikan ke perusahaan. Berdasarkan peraturan itu, kata dia, pemerintah mengubah status batu bara dari barang kena pajak menjadi barang tak kena pajak dan hal itu berlaku efektif sejak 2001. "Jumlah royalti yang ditahan sama nilainya dengan pajak yang seharusnya dikembalikan pemerintah," katanya.

    Pada September tahun lalu pengusaha menang dalam gugatannya atas pemerintah di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Tapi pemerintah mengajukan kasasi. "Biar pengadilan yang memutuskan," kata Aburizal Bakrie, mantan pengendali Grup Bakrie, yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

    AKSI KORPORASI
    SCTV-Indosiar Bakal Merger

    KABAR soal merger dua induk usaha stasiun televisi nasional, yakni SCTV dan Indosiar, bukan sekadar rumor. Proposal merger itu sudah disampaikan kepada pemerintah pada 9 Juli lalu. Bila terlaksana, rencana merger itu akan mengukuhkan pemilik SCTV dan Indosiar di industri televisi yang akan merajai bisnis siaran dengan pangsa lebih dari 35 persen.

    Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Freddy Tulung mengungkapkan usul merger disampaikan oleh PT Elang Mahkota Teknologi kepada pemerintah. Elang Mahkota adalah pengendali atau pemilik 87,04 persen saham PT Surya Citra Media Tbk., induk usaha SCTV.

    Namun, mengacu pada aturan, Departemen Komunikasi dan Informatika pada 15 Juli meminta rencana itu ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sebab, aturan perubahan kepemilikan saham memang masih dikaji terkait dengan revisi Peraturan Pemerintah Tahun 2005 tentang Lembaga Penyiaran. Aturan itu tak tegas mengatur soal kepemilikan. "Kalau dibiarkan jalan begitu saja, dan terus ada apa-apa, nanti kami yang disalahkan," katanya.

    PROPERTI
    Bogor Paling Diminati

    RUMAH di Bogor menjadi primadona di Jabotabek. Pada triwulan kedua 2008, tiap bulan terjual rata-rata 694 unit rumah di Bogor, dari total 1.761 unit se-Jabotabek. Menyusul di belakangnya ialah Tangerang (555 unit), Bekasi (424 unit), dan Jakarta (88 unit). "Kami memonitor 44 perumahan yang mewakili 62 persen pasar perumahan di Jabotabek," ujar Utami Prastiana, Associate Director PT Procon Indah, perusahaan konsultan properti, Rabu pekan lalu.

    Bogor dan Tangerang menjadi pilihan utama karena harga yang lebih murah dibanding Jakarta, tersedianya akses jalan tol, serta fasilitas yang lengkap. Bekasi lebih diminati konsumen rumah sederhana, yang umumnya dibanderol di bawah Rp 200 juta. Adapun Jakarta jadi jawara lokasi rumah kelas atas dengan harga di atas Rp 800 juta.

    Namun ada kabar tak terlalu bagus. Naiknya harga konstruksi diperkirakan bakal membuat penjualan rumah sulit meningkat secara signifikan. Namun sebagian pengembang tetap optimistis. Menurut Utami, "Permintaan akan tetap ada, terutama di segmen kelas menengah dan bawah, yang penyerapannya memang tinggi."

    PENERBANGAN
    Direksi Merpati Dirombak

    PEMERINTAH kembali merombak susunan direksi PT Merpati Nusantara Airline (Persero), Rabu pekan lalu. Langkah itu ditempuh di tengah gonjang-ganjing krisis keuangan yang menyelimuti maskapai penerbangan pelat merah itu.

    Dalam pergantian itu, Direktur Utama Merpati Cucuk Suryo Suprojo digeser Bambang Bhakti, yang sebelumnya Direktur Utama PT Jakarta International Cargo Terminal. Adapun Kapten Nikmatullah Rahmatullah Zaman menggantikan Abbhy Widya sebagai direktur operasi.

    Perusahaan itu saat ini mengalami krisis keuangan akibat kerugian yang mencapai Rp 20 miliar per bulan. Bahkan manajemen Merpati berencana memberhentikan sekitar 1.500 pegawainya dari 2.590 orang untuk mengatasi masalah keuangan tersebut.

    Direktur Keuangan Merpati Roby Eduardo Quento mengatakan saat ini Merpati membutuhkan dana Rp 350 miliar dari pemerintah. Suntikan dana itu akan digunakan untuk membayar kompensasi kepada pegawai Rp 200 miliar dan sisanya untuk memperkuat kas. Merpati juga berencana memindahkan kantornya ke Makassar, Sulawesi Selatan.

    PERBANKAN
    Mandiri Incar Indover

    LANGKAH ekspansif ditunjukkan Bank Mandiri. Guna memuluskan ambisi menjadi bank bertaraf internasional sekaligus menguasai pangsa pasar regional, bank terbesar di Indonesia itu mengincar Indover Bank. Proposal penawaran akuisisi sudah diajukan sejak awal tahun ini.

    Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya, Mandiri menjadi satu-satunya calon penawar divestasi Indover. Ia berharap Mandiri serius mewujudkan niatnya agar proses divestasi ini bisa tuntas pada 2008. "Saat ini proses pengambilalihan sedang diselesaikan," kata Budi.

    NV De Indonesische Overzeese Bank atau Indover Bank adalah anak usaha Bank Indonesia yang beroperasi di Eropa lewat kantor pusat di Amsterdam, Belanda. Bank komersial beraset 698 juta euro itu berperan menjadi jembatan perdagangan antara Asia Timur dan Eropa, termasuk melayani transaksi ekspor perusahaan Indonesia ke Eropa. Tahun lalu bank ini membukukan laba 2,3 juta euro.

    Bank Indonesia akan melepas Indover guna memenuhi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004, yang melarang bank sentral memiliki anak usaha. Untuk melepas Indover, Bank Indonesia sudah memulai sejak 2002. Lewat penasihat keuangan, PricewaterhouseCooper, penawaran pernah dilakukan beberapa tahun lalu. Tapi transaksi tidak pernah terlaksana.

    CADANGAN DEVISA
    Tembus US$ 60 Miliar

    REKOR itu terukir akhir Juli lalu. Untuk pertama kalinya, cadangan devisa Indonesia menembus US$ 60 miliar (Rp 552 triliun). Angka ini naik US$ 1,06 miliar ketimbang akhir Juni. Nilai cadangan devisa itu setara dengan biaya impor selama 4,7 bulan.

    Gubernur Bank Indonesia Boediono memproyeksikan cadangan devisa bisa menembus US$ 68 miliar pada akhir 2008. Ia memprediksi Neraca Pembayaran Indonesia masih akan menunjukkan kinerja yang meningkat, sehingga kestabilan nilai tukar juga bisa terjaga.

    Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk. Martin Panggabean, meningkatnya cadangan devisa Indonesia didorong tingginya suku bunga di Indonesia sehingga mendorong aliran dana dari luar masuk ke dalam negeri. "Ini menandakan suku bunga Indonesia masih dinilai menarik oleh investor," katanya.

    Meski begitu, ia mengingatkan agar otoritas keuangan hati-hati menyikapi peningkatan cadangan devisa. Sebab, sebagian besar uang yang masuk merupakan "uang panas". Dana jenis ini sewaktu-waktu bisa terbang meninggalkan Indonesia, terutama bila Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan.

    MINYAK MENTAH
    Terjun Bebas

    SETELAH mencapai titik puncak pada bulan lalu, harga minyak dunia turun di bawah US$ 120 per barel. Pada perdagangan Kamis pekan lalu, kontrak jual si emas hitam jenis light di Bursa Komoditas New York menyentuh US$ 119,34. Nilai ini naik US$ 0,17 dari penutupan transaksi sehari sebelumnya.

    Sementara itu, minyak jenis brent pengiriman September terjun hingga US$ 117 per barel. Kontrak minyak ambruk setelah Departemen Perdagangan Amerika Serikat mengeluarkan data yang menunjukkan melemahnya belanja konsumen warga Amerika. Padahal pertengahan Juli lalu, harga minyak sempat menembus US$ 147 per barel.

    Menurut Phil Flynn, analis Alaron Trading, harga minyak terpukul karena sinyal yang menunjukkan permintaan kian menurun. Salah satunya dari Amerika. "Dengan proyeksi melambatnya perekonomian Amerika, diperkirakan tingkat permintaan terus berkurang," katanya.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Tan Malaka, Sejak Agustus Itu

Seni Rupa

Dongeng Masa Kini Heri Dono

Tentang Sejumlah Kisah Pribadi

Album

SAKIT
Irwandi Yusuf

TEMPO|interaktif

Nasional

Semua Siswa MAN di Halmahera Ini Tak Lulus UN

Olahraga

Perkuat Timnas Lawan Inter, Apa Kata Senior?

Nasional

SBY Minta Demokrat Shopping Capres  

Nasional

Syukuri Kelulusan, Siswa di Lumajang Bagi Sembako

Olahraga

Suatu Kehormatan Melatih Messi, Kata Guardiola  

SBY Jalan Cepat Bersama Ribuan Hasher di Borobudur  

Olahraga

Lawan Inter, Indonesia Selection Main Bola Bawah  

Olahraga

Sean Gelael Siap Tampil di Formula Pilota  

Olahraga

Kritik Wasit, Pelatih Miami Heat Dihukum  

Teknologi

IMO Rilis Tablet Android 4.0

Internasional

Pria Singapura Damba Pasangan yang Bisa Masak  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif