• Home
  • 11 Agustus 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 11 Agustus 2008

    Mulder dan Scully di Ambang Senja

    THE X-FILES: I Want to Believe Sutradara: Chris Carter Skenario: Chris Carter, Frank Spotniz Pemain: David Duchovny, Gillian Anderson, Amanda Peet, Billy Connolly

    SUDAH terlalu banyak perkembangan sejak serial The X-Files berakhir enam tahun lalu pada musim tayang ke-9. Sudah ada demam CSI dan berbagai serial detektif lainnya; sudah ada demam serial baru Heroes, selain drama seperti Desperate Housewives, Ugly Betty, dan Brothers and Sisters memiliki penggemar tersendiri. Tapi ternyata The X-Files yang memiliki penggemar fanatik sendiri tak berkeberatan menyaksikan kelanjutan nasib pasangan agen FBI, Fox Mulder (David Duchovny) dan Dana Scully (Gillian Anderson). Untuk menghidupkan histeria The X-Files ternyata tak semudah meniupkan roh ke dalam euforia Sex and the City yang juga baru saja diangkat ke layar lebar tahun ini. Ini bukan cuma persoalan genre, tapi juga karena itu tadi, sudah terlalu banyak yang berkembang sejak kita "ditinggalkan" oleh pasangan Mulder-Scully.

    Sutradara/kreator The X-Files, Chris Carter, kini menyajikan pasangan itu dalam "ikatan" yang mengejutkan-yang tidak boleh dibocorkan, supaya Anda mau nonton sendiri. Bagi penggemar fanatik serial ini, juga film layar lebar beberapa tahun silam yang sukses itu, perubahan yang terjadi bagi pasangan legendaris ini agak membingungkan. Bahwa mereka selalu menjaga jarak agar jangan sampai melangkahi garis, tapi ada kasih sayang yang selalu terpancar di antara keduanya, sebetulnya salah satu daya tarik serial ini. Tapi tentu juga tema alien (yang untuk beberapa musim tayang tak pernah divisualkan secara kasatmata); konspirasi politik dan pembunuhan berseri yang bercampur dengan paranormal. Kali ini Carter memilih menghindar dari diskusi alien dan piring terbang.

    Film ini dimulai dengan kasus hilangnya seorang agen FBI. Agen FBI generasi muda, Dakota Whitney (Amanda Peet), dan agen Mosley Drummy (Alvin Joiner) meminta pertolongan "senior" mereka yang sudah lama tidak di FBI, ya pasangan legendaris kita ini. Omong-omong, Mulder kini sudah berjenggot dan "pensiun" dari FBI yang menganggap dia sebagai pengkhianat. Scully kini kembali pada fitrahnya, dia menjadi ahli bedah yang tengah sibuk hendak menyembuhkan kanker seorang anak. Lalu di mana elemen X-Files film ini kalau kasusnya berputar pada agen FBI yang diculik? Mereka meminta bantuan seorang mantan pastor, yang divonis penjara karena dia seorang pedofil. Sang mantan pastor itu, Joe (Billy Connolly), memiliki indra keenam. Nah, ini dia. Kita kembali pada tradisi X-Files, yakni Mulder selalu percaya pada hal-hal yang irasional, pada paranormal atau eksistensi alien, sedangkan Scully, sang ilmuwan, akan terus-menerus membantah dan ngeyel sampai kita jengkel. Tapi kali ini, bantahan Scully disertai hal yang lebih menjengkelkan karena dicampur dengan masalah domestik: "Kita harus meninggalkan gaya hidup yang tidak stabil... aku ingin melihat kau tetap hidup dan pulang kepadaku...."

    Lha piye... mana mungkin Mulder jadi bapak rumah tangga yang mengurusi kabel listrik yang copot?

    Mereka saling meradang. Mulder jalan sendirian (untuk sementara). Ramalan Joe di setiap tahap selalu membawa Mulder pada rasa penasaran sekaligus jalan yang semakin gelap. Pada jaringan bisnis organ yang keji, sekaligus... ah, ini dia musuh baru dalam film-film Hollywood: kelompok mafia Rusia.

    Ada dua hal yang terasa hilang dalam film ini. Hubungan Mulder dan Scully memang selalu hubungan intens yang memiliki chemistry yang kuat; tapi justru menggetarkan karena mereka tak melakukan apa-apa terhadap perasaan itu. Kini, setelah keduanya tidak menjadi agen FBI, tiba-tiba hilanglah pagar-pagar peraturan itu; dan hilang pula getaran itu. Kedua, misteri The X-Files sebagai serial yang mempersoalkan kasus yang dimasukkan ke dalam file bernama X karena tak bisa diselesaikan atau diungkap oleh metode rasional ala FBI itu justru daya tarik terbesar yang menyebabkan serial (dan film layar lebarnya yang pertama pada 1998) memiliki pengikut fanatik. Begitu persoalannya dipersempit menjadi kasus FBI yang sama saja dengan CSI atau film detektif lainnya, pasangan Mulder dan Scully menjadi tampak begitu tua.

    Mengusung pemain tua memang sedang jadi tren di Hollywood. Indiana Jones tak risi menampilkan seorang gaek seperti Harrison Ford. Iron Man ogah menampilkan sosok superhero yang muda dengan six-pack, melainkan Robert Downey, Jr. Sex and the City pun malah percaya diri menyajikan tiga cewek berusia 40-an dan satu berusia 50 tahun! Namun meniupkan roh dari serial televisi ke layar lebar bukan hanya butuh pengikut fanatik, melainkan daya kreasi yang inovatif, yang menggairahkan tanpa menghilangkan elemen unik dari film itu.

    Leila S. Chudori


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Tan Malaka, Sejak Agustus Itu

Seni Rupa

Dongeng Masa Kini Heri Dono

Tentang Sejumlah Kisah Pribadi

Album

SAKIT
Irwandi Yusuf

TEMPO|interaktif

Nasional

Semua Siswa MAN di Halmahera Ini Tak Lulus UN

Olahraga

Perkuat Timnas Lawan Inter, Apa Kata Senior?

Nasional

SBY Minta Demokrat Shopping Capres  

Nasional

Syukuri Kelulusan, Siswa di Lumajang Bagi Sembako

Olahraga

Suatu Kehormatan Melatih Messi, Kata Guardiola  

SBY Jalan Cepat Bersama Ribuan Hasher di Borobudur  

Olahraga

Lawan Inter, Indonesia Selection Main Bola Bawah  

Olahraga

Sean Gelael Siap Tampil di Formula Pilota  

Olahraga

Kritik Wasit, Pelatih Miami Heat Dihukum  

Teknologi

IMO Rilis Tablet Android 4.0

Internasional

Pria Singapura Damba Pasangan yang Bisa Masak  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif