• Home
  • 11 Agustus 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 11 Agustus 2008

    Pengawas Infus

    KABAR baik: telah ditemukan sebuah alat elektronik pemantau cairan infus. Kini perawat tidak perlu lagi mondar-mandir di ruang rawat hanya untuk memelototi infus pasien. Cukup pasang alat ini dan para suster bisa mengontrol setiap isi botol infus dari ruang jaga.

    Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menamainya pemantau infus jarak jauh. "Tujuan kami membantu Rumah Sakit yang sumber daya manusianya terbatas tapi jumlah pasiennya banyak," kata Syahrul Aiman, Kepala Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan. Mereka mulai merancang alat ini sejak 2006. Kelar setahun kemudian.

    Sejak awal 2008, "pengawas" infus ini mulai digunakan di beberapa rumah sakit umum di Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, Jawa Barat.

    Sederhana Rahasia kerja alat ini adalah sistem komunikasi serial berbasis microcontroller. Cara kerjanya sederhana saja. Ada sensor yang memantau cairan infus, converter, serta komputer personal yang sudah dilengkapi peranti lunak sistem ini. Satu set peralatan seharga Rp 7 juta ini bisa memantau 16 buah infus.

    Sensor Mendeteksi level ketinggian cairan infus. Ketika level tinggal 30 milimeter dari dasar infus, sensor akan bekerja.

    Converter Menangkap sinyal dari sensor dan mengirimnya ke komputer di ruang perawat.

    Perangkat lunak Dirancang menggunakan visual basic. Jika cairan infus hampir habis, titik merah akan muncul di monitor komputer.

    Komputer Sistem operasi Windows XP Professional, Service Pack 2, RAM 256 MB.

    Kabel Serial COM


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Tan Malaka, Sejak Agustus Itu

Seni Rupa

Dongeng Masa Kini Heri Dono

Tentang Sejumlah Kisah Pribadi

Album

SAKIT
Irwandi Yusuf

TEMPO|interaktif

Nasional

Semua Siswa MAN di Halmahera Ini Tak Lulus UN

Olahraga

Perkuat Timnas Lawan Inter, Apa Kata Senior?

Nasional

SBY Minta Demokrat Shopping Capres  

Nasional

Syukuri Kelulusan, Siswa di Lumajang Bagi Sembako

Olahraga

Suatu Kehormatan Melatih Messi, Kata Guardiola  

SBY Jalan Cepat Bersama Ribuan Hasher di Borobudur  

Olahraga

Lawan Inter, Indonesia Selection Main Bola Bawah  

Olahraga

Sean Gelael Siap Tampil di Formula Pilota  

Olahraga

Kritik Wasit, Pelatih Miami Heat Dihukum  

Teknologi

IMO Rilis Tablet Android 4.0

Internasional

Pria Singapura Damba Pasangan yang Bisa Masak  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif