KABAR baik: telah ditemukan sebuah alat elektronik pemantau cairan infus. Kini perawat tidak perlu lagi mondar-mandir di ruang rawat hanya untuk memelototi infus pasien. Cukup pasang alat ini dan para suster bisa mengontrol setiap isi botol infus dari ruang jaga.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menamainya pemantau infus jarak jauh. "Tujuan kami membantu Rumah Sakit yang sumber daya manusianya terbatas tapi jumlah pasiennya banyak," kata Syahrul Aiman, Kepala Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan. Mereka mulai merancang alat ini sejak 2006. Kelar setahun kemudian.
Sejak awal 2008, "pengawas" infus ini mulai digunakan di beberapa rumah sakit umum di Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, Jawa Barat.
Sederhana Rahasia kerja alat ini adalah sistem komunikasi serial berbasis microcontroller. Cara kerjanya sederhana saja. Ada sensor yang memantau cairan infus, converter, serta komputer personal yang sudah dilengkapi peranti lunak sistem ini. Satu set peralatan seharga Rp 7 juta ini bisa memantau 16 buah infus.
Sensor Mendeteksi level ketinggian cairan infus. Ketika level tinggal 30 milimeter dari dasar infus, sensor akan bekerja.
Converter Menangkap sinyal dari sensor dan mengirimnya ke komputer di ruang perawat.
Perangkat lunak Dirancang menggunakan visual basic. Jika cairan infus hampir habis, titik merah akan muncul di monitor komputer.
Komputer Sistem operasi Windows XP Professional, Service Pack 2, RAM 256 MB.
Kabel
Serial COM
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
