ISRAEL
Bebaskan Warga Palestina
PERDANA Menteri Israel Ehud Olmert berjanji akan membebaskan 150 tahanan asal Palestina selama Agustus ini. Rabu lalu, Israel melepaskan lima remaja Palestina dari penjara di dekat Wes Bank, Tulkarem, sebagai bagian dari perjanjian damai dengan Hizbullah akhir Juli lalu.
Juru bicara Perdana Menteri, Mark Regev, mengatakan pembebasan bertahap ini dilakukan untuk memberikan kesan baik kepada Mahmud Abbas. Israel saat ini menahan lebih dari 11 ribu warga Palestina, termasuk 85 perempuan dan anak-anak serta 11 orang yang sakit keras. "Kami berharap isyarat ini bisa membantu proses perdamaian," kata Regev.
Juru runding senior Palestina, Saeb Erakat, mengatakan Israel telah sepakat melepaskan tahanan 25 Agustus ini. Abbas meminta syarat tambahan, yakni pembebasan pejabat di Partai Fatah, Marwan Barghuti dan Ahmed Saadat, pemimpin Front Pembebasan Palestina. Tapi pejabat Israel menolak membebaskan keduanya.
MAURITANIA
Kudeta Militer
KELOMPOK militer Mauritania mengkudeta pemerintah Presiden Sidi Ould Cheikh Abdallahi, Rabu pekan lalu. Kudeta terjadi setelah pemecatan empat pejabat militer negara di barat Afrika tersebut.
Kudeta berlangsung tanpa pertumpahan darah. Tentara menduduki gedung kepresidenan serta menguasai stasiun televisi dan radio. Mauritania kini sudah mengalami 10 kali kudeta sejak merdeka dari tangan Prancis pada 1960.
Juru bicara kepresidenan Abdullah Mamadouba mengatakan tentara kudeta menyandera Abdallahi dan Perdana Menteri Yahya Ould Ahmed Waqef. "Ini adalah kudeta yang dilakukan pemberontak yang dipecat Presiden," kata Mamadouba.
Dalam beberapa minggu terakhir, Presiden Abdallahi menghadapi tuntutan legislatif yang menuding pemerintahnya korupsi. Mayoritas anggota parlemen mendesak Abdallahi mundur dari jabatannya.
KAMBOJA
Tarik Pasukan
KETEGANGAN antara Kamboja dan Thailand mulai mereda Rabu pekan lalu. Negara bertetangga ini sudah menarik pasukan mereka di sekitar perbatasan. "Kamboja dan Thailand telah menarik pasukan ke pangkalan masing-masing," kata Tea Banh, Menteri Pertahanan Kamboja.
Dalam sebulan ini, kedua negara bersengketa soal kepemilikan Kuil Preah Vihear. Mahkamah Internasional memutuskan kuil itu menjadi milik Kamboja. Namun pintu masuk ke tempat ibadah itu harus melewati wilayah Thailand.
Ketegangan memuncak ketika Kamboja memasukkan kuil ini sebagai Situs Warisan Dunia. Kedua negara membuat markas militer di sekitar kuil dengan kekuatan seribu personel pasukan.
RWANDA
Tuduh Prancis Dukung Genosida
RWANDA menuduh Prancis memainkan peran penting dalam genosida pada 1994 yang merenggut nyawa sekitar 800 ribu orang. Laporan Kementerian Kehakiman Rwanda, Selasa pekan lalu, menyebutkan Prancis mengetahui persiapan dan membantu melatih milisi etnik Hutu sebagai pelaku genosida.
Laporan itu menyebutkan 33 militer senior dan politikus terlibat, seperti (mendiang) Presiden Francois Mitterrand serta mantan perdana menteri Dominique de Villepin dan Edouard Balladur. "Dari temuan kami terlihat bahwa politikus dan militer Prancis mendukung genosida," kata Menteri Kehakiman Rwanda Tharcisse Karugarama.
Sekitar 800 ribu orang etnik minoritas Tutsi dan etnik Hutu moderat dibantai oleh milisi Hutu hanya dalam waktu 100 hari. Juru bicara kementerian luar negeri Prancis, Romain Nadal, menyangsikan obyektivitas laporan itu. Menurut dia, Rwanda "menciptakan" bukti sehingga menyimpulkan Prancis terlibat. "Tuduhannya tidak berdasar," kata Nadal.
JEPANG
Peringatan Bom Hiroshima
SEKITAR 45 ribu orang menghadiri upacara peringatan pengeboman Kota Hiroshima oleh Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945. Mereka mengheningkan cipta di Monumen Perdamaian Hiroshima pada pukul 08.15 waktu setempat, tepat ketika bom dijatuhkan dan menewaskan 140 ribu orang.
Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda dalam pidatonya mengatakan Jepang akan melanjutkan kebijakan menentang senjata nuklir dan melarang senjata itu masuk negaranya. "Kami akan memimpin masyarakat internasional menuju pelarangan senjata nuklir dan perdamaian abadi," kata Fukuda.
Wali Kota Hiroshima Tadatoshi Akiba mengatakan Jepang telah mengusulkan penghapusan senjata mematikan itu kepada 170 negara tahun lalu. "Hanya tiga negara yang menolak. Salah satunya Amerika Serikat," kata Akiba.
CINA
Gempa dan Serangan Teroris
PERJALANAN obor Olimpiade 2008 berkeliling dunia harus melalui rute yang berliku. Setelah aksi demonstrasi, gempa dan serangan teroris mewarnai berakhirnya kirab obor Olimpiade di Beijing, Cina, Rabu pekan lalu.
Lindu berkekuatan 6,2 skala Richter menewaskan tiga orang dan mengakibatkan 23 lainnya cedera di Provinsi Sichuan. Gempa terjadi sehari setelah pawai obor Olimpiade melintasi kota yang berjarak 1.200 kilometer dari Beijing ini. Sichuan baru saja sembuh dari trauma gempa yang menewaskan 70 ribu orang, Mei lalu.
Di Kota Kashgar, Provinsi Xinjiang, serangan teroris terjadi empat hari sebelum pembukaan Olimpiade. Aksi teroris ini menewaskan 16 polisi di kota yang jaraknya 4.000 kilometer dari Beijing itu. Kedua tersangka diduga terlibat dalam gerakan Islam Turkistan. Selama tahun ini, polisi Cina menahan 82 tersangka teroris yang diduga akan menyabot Olimpiade.
KOREA SELATAN
Demo Anti-Bush
POLISI Korea Selatan menangkap 167 orang yang berdemo menolak kunjungan Presiden Amerika Serikat George W. Bush, Selasa pekan lalu. Para demonstran memprotes kebijakan pemerintahnya mengimpor daging sapi Amerika.
Polisi menciduk 155 orang tengah malam dan 12 sisanya ditangkap karena mempersiapkan unjuk rasa di bandar udara militer, tempat mendaratnya pesawat kepresidenan Amerika, Air Force One.
Dalam pertemuannya dengan Presiden Lee Myung-bak, Bush menghormati Korea Selatan yang telah membina persahabatan dengan Amerika. Bush juga menyinggung soal perkembangan program nuklir Korea Utara. "Perlu waktu lama mencoret Korea Utara dari daftar Poros Setan dan negara pendukung terorisme," ucap Bush.
Yandi M.R. (BBC, AFP, AP, Al-Jazeera)
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
