TEMPO Edisi 19 Agustus 2001
Edisi Kemerdekaan Republik Indonesia: Hatta dan Kepemimpinan yang Hilang
Indonesia tidak melupakan Mohammad Hatta, salah seorang proklamator dan pemimpin bangsa ini. Dia jujur, antikorupsi, memegang teguh prinsip, tegas, terampil berorganisasi, memiliki intelektualitas tak tertandingkan, dan pemegang paham sosialisme yang setia.
Dia, ini yang khas dari Hatta, sanggup menjadi seorang rasional tanpa harus kebarat-baratan. Tokoh yang taat beragama ini kerap dikisahkan menjauhi dansa dan pelbagai warna-warni pergaulan Barat. Hatta, yang berorientasi kerakyatan, mengambil teladan dari Barat dalam urusan disiplin dan berorganisasi.
Pemuda Hatta datang ke Belanda untuk menjadi seorang komunis. Belakangan, karakter komunisme ternyata tak cocok dengan wataknya. Semenjak di Belanda, Hatta berseteru dengan Semaun, aktivis Partai Komunis Indonesia di Amsterdam pada 1924. Sejak itu, Hatta menghidupkan serangkaian kritik terhadap komunis.
Salah satu kiprah Hatta adalah bagaimana gigihnya dia menangkis serangan Tan Malaka. Walau sama-sama lahir di Minangkabau, mereka bermusuhan. Konflik antara Tan Malaka dan Hatta terutama meningkat saat pendudukan Jepang. Ia menuduh Soekarno-Hatta berkolaborasi dengan Jepang.
Seperti Hatta, Tan Malaka bukan orang sembarangan. Dia tokoh pertama yang menggagas berdirinya Republik Indonesia. Berbeda dengan Hatta yang namanya terus dikenang, Tan Malaka cenderung dilupakan. Tempo mengulas sepak terjang Tan Malaka pada edisi pekan ini.
11 Agustus 1952 Hussein bin Talal menggantikan ayahnya, Talal bin Abdullah, sebagai Raja Yordania. Hussein meninggal pada 7 Februari 1999 dan digantikan putranya, Abdullah II.
12 Agustus 1902 Proklamator kemerdekaan dan Wakil Presiden Indonesia yang pertama, Mohammad Hatta, lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat. Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
13 Agustus 1960 Afrika Tengah meraih kemerdekaannya dari Prancis, yang menjajahnya sejak abad ke-19.
14 Agustus 1947 Pakistan merdeka dari Inggris.
15 Agustus 1857 Tentara India dibantu rakyat berhasil mengalahkan tentara Inggris dan menguasai ibu kota India, New Delhi.
16 Agustus 1960 Kepulauan Siprus merdeka dari Inggris.
17 Agustus 1960
Gabon meraih kemerdekaan dari Prancis, yang menjajah negeri itu sejak pertengahan abad ke-19.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
