• Home
  • 11 Agustus 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 11 Agustus 2008

    Tip Kesehatan

    Brokoli Memperbaiki Pembuluh Darah

    SATU lagi ditemukan manfaat brokoli bagi kesehatan. Menurut hasil penelitian terbaru University of Warwick, Inggris, brokoli mampu memperbaiki kerusakan pembuluh darah yang di-akibatkan diabetes. Menurut penelitian yang dikutip di situs BBC, Rabu pekan lalu, brokoli mengandung sulforphane. Zat ini mampu meningkatkan pembentuk-an enzim yang melindungi pembuluh darah dan mencegah kerusakan sel.

    Penderita diabetes memiliki risiko terkena serangan jantung, stroke, dan penyakit pada pembuluh darah jantung lima kali lebih besar dibanding orang tanpa penyakit gula. Ketiga penyakit tersebut berkaitan dengan pembuluh darah. Nah, tim dari Warwick mene-liti pengaruh sulforphane pada sel-sel pembuluh darah yang rusak akibat kadar gula tinggi (hyperglycaemia). Kondisi ini erat terkait dengan diabetes.

    Ternyata sulforphane mampu meng-aktifkan protein dalam tubuh bernama Nrf2. Protein inilah yang membentuk zat antioksidan dan detoksifikasi untuk melindungi sel-sel dan jaringan. "Untuk itu, penting dilakukan penelitian apakah makan sayuran keluarga Brassica (seperti brokoli, kembang kol, ba-yam, dan kol) dapat memperbaiki kua-litas kesehatan penderita diabetes," kata Profesor Paul Thornalley, pemimpin peneliti.

    Cara Alternatif Lebih Dipilih

    Pengobatan alterna-tif memang sudah me-rambah ke negara-nega-ra maju. Namun, cukup mengejutkan, di Ameri-ka cukup banyak pasien kanker yang memilih cara penyembuhan nonkonven-sional, seperti melalui doa, relaksasi, meditasi, aku-punktur, pijat, bahkan hipnosis.

    MENURUT riset terbaru American Cancer Society, 61 persen pasien kanker memilih jalan alternatif ini. Sebagian besar res-ponden yang menggunakan terapi alternatif adalah perempuan. Dan studi lain menyatakan pende-rita kanker yang sudah mendapat pengobatan medis modern ternyata masih menggunakan cara alternatif sebagai tambahan (complementary).

    "Para pasien tak ragu mengeluarkan biaya sangat besar untuk peng-obatan alternatif ini," kata Dr Ted Gansler, salah satu peneliti, seperti dikutip situs HealthDay News, Senin pekan lalu. Alasan inilah yang membuat pe-nelitian tentang efektivitas terapi alternatif juga makin gencar dilakukan di Amerika beberapa tahun belakangan. "Tapi masih banyak ketidakpastian tentang efektivitas beberapa metode alternatif ini," ujar Gansler.

    Sedikit pun Berbahaya

    AKIBAT buruk mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan sudah banyak diketahui khalayak. Penelitian sebuah lembaga kesehatan Amerika, National Center for Chronic Disease Control and Prevention, menambahkan satu dampak negatif lagi. Menurut hasil penelitian yang dimuat di The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism terbaru, terlalu banyak menenggak "air api" dapat memicu timbulnya sindrom metabolisme. Ujung-ujungnya, sindrom tersebut memperbesar risiko penyakit pembuluh darah jantung.

    Seberapa banyakkah "minum berlebihan" itu? Ukurannya lebih dari dua kali per hari untuk laki-laki dan sekali sehari untuk perempuan. Maksudnya, dua kali dan sekali minum itu bukan dua gelas dan satu gelas, melainkan menunjuk pada waktu minum.

    Menenggak minuman beralkohol secara tak terkontrol-biasanya dipicu oleh keinginan melupakan persoalan hidup-juga tak kalah berbahaya. Menurut penelitian yang dikutip pada situs HealthDay News, Senin pekan silam, 58 persen responden tergolong dalam kategori "minum berlebihan" itu. Lebih dari separuh peminum itu pernah mengalami minum secara tak terkontrol mini-mal sekali dalam setahun.

    "Masalahnya, sebagian be-sar orang yang mengkonsumsi alkohol di Amerika cenderung memiliki kebiasaan minum pada -level berbahaya," kata Amy Fan, salah satu peneliti. Selain itu, menurut Fan, masih sedikit dokter yang meme-riksa berapa besar konsumsi alkohol pasien. Dokter biasanya juga tak memiliki pemahaman akan bahaya menenggak minuman beralkohol pada level rendah dan moderat.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Tan Malaka, Sejak Agustus Itu

Seni Rupa

Dongeng Masa Kini Heri Dono

Tentang Sejumlah Kisah Pribadi

Album

SAKIT
Irwandi Yusuf

TEMPO|interaktif

Nasional

Semua Siswa MAN di Halmahera Ini Tak Lulus UN

Olahraga

Perkuat Timnas Lawan Inter, Apa Kata Senior?

Nasional

SBY Minta Demokrat Shopping Capres  

Nasional

Syukuri Kelulusan, Siswa di Lumajang Bagi Sembako

Olahraga

Suatu Kehormatan Melatih Messi, Kata Guardiola  

SBY Jalan Cepat Bersama Ribuan Hasher di Borobudur  

Olahraga

Lawan Inter, Indonesia Selection Main Bola Bawah  

Olahraga

Sean Gelael Siap Tampil di Formula Pilota  

Olahraga

Kritik Wasit, Pelatih Miami Heat Dihukum  

Teknologi

IMO Rilis Tablet Android 4.0

Internasional

Pria Singapura Damba Pasangan yang Bisa Masak  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif