SEMULA berniat jadi guru, di separuh jalan Ibrahim Datuk Tan Malaka mengganti cita-cita. Itu bermula ketika ia bersekolah di Rijks Kweekschool, Belanda. Di Kota Haarlem yang nyaris bangkrut ditinggal ratusan pabrik bir yang gulung tikar, ia berkenalan dengan sosialisme. Tapi ia menemukan "laboratorium"-nya sepulang dari Belanda tatkala menjadi guru anak-anak buruh perkebunan teh Belanda di Deli, Sumatera Utara. Inilah jejak perjuangan Tan Malaka.
HAARLEM, BELANDA Teman-teman dekatnya di sekolah memanggilnya Ieb atau Ipie.
PERIODE JAWA
DARI Medan Tan memulai petualangan selanjutnya menuju tanah Jawa hingga akhir hayat.
PADANG Mampir di Padang, mengaku sebagai Ramli Hussein, lalu melanjutkan perjalanan ke Lampung.
JAKARTA Tiba pada Juli 1942, tinggal di daerah Rawajati. Di sini menulis Madilog dan Aslia.
BANTEN Pada 1943 menjadi kerani di pertambangan batu bara di Bayah, Banten, menggunakan nama Ilyas Hussein.
JAKARTA Menggerakkan pemuda menggelar rapat raksasa di Lapangan Ikada (kini kawasan Monas), 19 September 1945.
PURWOKERTO 1 Januari 1946, menggalang kongres Persatuan Perjuangan untuk mengambil alih kekuasaan dari tentara Sekutu.
MADIUN Tan dan Sukarni ditangkap di Madiun 17 Maret 1946, karena Persatuan Perjuangan dituduh akan mengkudeta Soekarno-Hatta. Sejak itu, keduanya hidup dari penjara ke penjara di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
MAGELANG Juni 1948, keduanya dipindahkan ke penjara Magelang. Tan menulis Dari Penjara ke Penjara. Pada 16 September 1948 dibebaskan.
YOGYAKARTA Tan dan Sukarni mendirikan Partai Murba, 7 November 1948.
GUNUNG WILIS, KEDIRI Tentara Republik Indonesia menangkap dan mengeksekusi Tan pada 21 Februari 1949 di desa Selopanggung, karena dituduh melawan Soekarno-Hatta. Kala itu Tan bersama Jenderal Soedirman-yang berjuang di Yogyakarta-sedang melawan agresi Belanda.
SUMATERA BARAT Sebelum ke Belanda ditahbiskan sebagai pemangku adat dengan nama Ibrahim Datuk Tan Malaka.
BEKAS STASIUN SAKETI, BANTEN
Stasiun kereta menuju Bayah, tempat Tan menyaksikan ribuan romusha sekarat di bawah tekanan Jepang.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
