• Home
  • 18 Agustus 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 18 Agustus 2008

    Sang Robot Mencari Cinta

    WALL-E Produksi: Disney Pixar 2008 Sutradara: Andrew Stanton Skenario: Andrew Stanton dan Jim Reardon Pengisi suara: Ben Burtt, Elissa Knight, Jeff Garlin

    TAHUN 2700. Bumi tinggal hamparan ranggas beton dan gunungan sampah. Tiada lagi kehidupan. Di belantara puing itu hanya ada WALL-E (Waste Allocation Load Lifter-Earth Class). Robot kecil ini bertugas membereskan sampah dan reruntuhan yang ditinggalkan manusia. Ditemani kecoak-satu-satunya makhluk hidup yang tersisa-ia menjalani hari di dunia yang kosong itu.

    Bekerja dalam kesendirian membuat WALL-E kesepian. Ia pun menghibur diri dengan menyimpan benda-benda rongsokan yang menarik hati. Termasuk tutup tempat sampah yang dijadikan topi untuk menari.

    Hingga suatu hari, pesawat luar angkasa menurunkan EVE (Extraterrestrial Vegetation Evaluator) ke dunia. Robot putih lonjong yang misterius ini membuat WALL-E berbunga-bunga. Namun sayang, EVE tak diprogram untuk mencintai, tapi untuk menyerang. Ia datang untuk sebuah misi misterius. WALL-E tak menyerah. Upayanya mengejar Eve menguak rahasia dahsyat yang bisa membawa manusia kembali ke bumi.

    Ini adalah kisah cinta biasa: pria jatuh cinta kepada wanita. Happy ending. Yang luar biasa: pertama, sepasang kekasih itu adalah robot. Kedua, nyaris tak ada dialog, namun penonton tetap bisa "membaca" dan "mendengar" komunikasi mereka lewat gerakan dan mimik kaku kedua manusia mesin ini. Maka, jadilah romansa science-fiction yang futuristik ini. Banyak adegan dalam film ini yang mengingatkan kita pada kisah-kisah legendaris: pertemuan Adam dan Hawa, kapal Nabi Nuh, film Star Wars, ET, dan komedi bisu Charlie Chaplin. Ramuan ini sanggup membuat penonton tertawa, terharu, sekaligus jengkel pada keangkuhan manusia perusak bumi. Inilah kehebatan Wall-E: minim dialog namun sukses mengaduk-aduk emosi penonton. Tak mengherankan jika banyak situs perfilman dunia menyebutnya sebagai salah satu film terbaik 2008 dan "one of the greatest animated movies ever created".

    WALL-E adalah film panjang kesembilan Pixar setelah, antara lain, Toy Story, A Bug's Life, Monster, Inc., Ratatouille, dan yang paling fenomenal adalah Finding Nemo. Pixar (Disney Pixar sejak 2006) menjanjikan WALL-E adalah versi penyempurnaan dari film-film animasi kreasi mereka sebelumnya. Robot kesepian ini berhasil menyentuh emosi penonton seperti si ikan kecil yang terpisah dari ayahnya di samudra. Maklum, kedua film ini memang ditangani sutradara dan penulis naskah yang sama: Andrew Stanton, yang sudah malang-melintang di Pixar sejak Toy Story.

    Lewat film-filmnya, Stanton membuat kita peduli pada hal-hal yang luput dari perhatian: mainan anak-anak, semut, ikan badut (clown fish), dan kini robot pengumpul sampah. Semua yang remeh-temeh itu ternyata punya "kehidupan" yang menarik untuk difilmkan. Dan laris! Hebatnya, film-film animasi ini, selain sanggup memberi "nyawa" pada hewan atau benda mati, mereka mampu menyampaikan pesan-pesan filosofis dengan enteng.

    Namun, meski digembar-gemborkan begitu hebat, WALL-E tampaknya belum akan menyaingi Finding Nemo. Dengan alur yang lebih simpel dan animasi yang lebih riil, Nemo masih jauh lebih unggul. Memang, WALL-E mungkin cemerlang dalam hal mengawinkan naskah bagus dan teknologi canggih. Meski begitu, dilihat dari jalinan cerita dan warna-warni animasi, Finding Nemo lebih unggul, sehingga bisa dinikmati oleh segala umur. Sedangkan WALL-E terkesan rumit dan membingungkan. Padahal pangsa utama film ini adalah anak-anak. Apalagi, beberapa bulan sebelumnya, DreamWorks Animation baru meluncurkan film animasi Kung Fu Panda, yang mendulang sukses luar biasa, termasuk di Indonesia.

    Andari Karina Anom


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

PENGHARGAAN
Djoko Santoso dan Pungkas Tri Baruno (Almarhum)

Buku

Membaca Malaysia yang Lain

Seni Rupa

Pulang Retret di Tirtodipuran

Habis-habisanlah Menggarap Seni Lukis

Catatan Pinggir

Tahanan

TEMPO|interaktif

9 Kesalahan Menulis Surat Lamaran

4 Cara Sehat Agar Pengeluaran Pasangan Terpisah

Nasional

Polisi Berhenti Cari Amunisi Teroris di Kampus UI

Olahraga

Mancini Tegaskan City Pantas di Puncak

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif