REVOLUSI mungkin bakal terjadi pada tempe. Ini setelah dua anak baru gede Surabaya menciptakan inkubator yang memangkas waktu fermentasi bahan makanan ini dari 36-48 jam menjadi hanya sekitar empat jam.
Karya Andika Setia Budi dan Samuel Stefanus Widodo, siswa SMA dan SMP Kristen Petra Surabaya, menyabet gelar juara kedua Lomba Karya Ilmiah Remaja 2008 pada awal Agustus lalu. Tahun ini tidak ada juara pertama dalam perhelatan yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia tersebut.
Inkubator itu mempercepat fermentasi tempe dengan cara mempertahankan suhu optimum untuk peragian oleh kapang Rhizopus. Temperatur dipertahankan pada suhu 47-55 derajat Celsius dengan pemanas otomatis. Jika suhu inkubator terlalu dingin, pemanas akan menyala, dan sebaliknya.
Tempe yang diproduksi dalam inkubator ini memiliki kandungan gizi yang tak kalah dengan tempe konvensional, namun dengan ongkos produksi lebih murah paling tidak 18 persen. Memang masih ada satu masalah. Ketebalan benang kapang Rhizopus hasil fermentasi dalam inkubator ini lebih tipis. Padahal, makin tebal kapangnya, makin enak tempenya.
Protein Masa Depan
Tempe punya sejuta khasiat. Misalnya antikanker, pencegah penyakit degeneratif, antipenuaan dini, antihipertensi, hingga sumber gizi. Kandungan gizi dalam 100 gram tempe:
Mineral:
Pada Mulanya
KONSUMSI tempe di Indonesia mencapai 8 kilogram per kapita per tahun, satu kilogram lebih banyak dari konsumsi tahu. Kapan tempe mulai dikonsumsi?
Abad ke-16 Tempe telah dikenal di Jawa, seperti disebutkan dalam manuskrip Serat Centhini.
1875 Kata tempe masuk kamus bahasa Jawa-Belanda.
1895 Ahli kimia dan mikrobiologi Belanda, Prinsen Geerlings, mengidentifikasi kapang tempe. Kala itu, tempe sudah dikembangkan di Eropa oleh para imigran dari Indonesia.
1946 Tempe populer di Eropa.
1984
Pabrik tempe di Eropa tercatat 18 buah, di Amerika 53, dan 8 di Jepang. Di Amerika dan Eropa, tempe diolah menjadi burger, sandwich, pizza, tortilla, dan taco.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

