AMERIKA SERIKAT
Pendukung Obama Ditembak
Pemimpin Partai Demokrat Arkansas, Bill Gwatney, tewas setelah ditembak berkali-kali oleh seorang pria yang menerobos ke markas cabang partai itu, Rabu pekan lalu. Pelakunya, Timothy Dale Johnson, mati setelah baku tembak dengan polisi sekitar 50 kilometer dari tempat kejadian.
Polisi menemukan dua pistol di dalam mobil pickup yang dikendarai Johnson. Di rumahnya, polisi juga menemukan 16 senjata laras panjang. "Kami belum menemukan motifnya," kata Kepala Kepolisian Little Rock, Arkansas, Letnan Terry Hasting.
Pembunuhan Gwatney, 48 tahun, mengejutkan para pemimpin partai Demokrat lainnya. Apalagi partai ini sedang berkonsentrasi menentukan pasangan Barack Obama dalam pemilihan Presiden Amerika, November nanti. "Kami turut berduka atas kejadian ini dan turut berdoa buat keluarga," kata Obama.
INDIA
Pelecehan Seksual
Militer India diduga melakukan pelecehan seksual ketika bertugas dalam misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo selama 2007-2008. Sumber di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan kasus ini melibatkan setidaknya 100 anggota pasukan terhadap bocah perempuan dan laki-laki.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon sangat terkejut dengan hasil penyelidikan itu. Dia meminta pemerintah India segera bertindak dan menerapkan tindakan disiplin maksimal kepada mereka yang terbukti terlibat. "Perilaku yang tak bisa diterima," ujar Ki-moon dalam pernyataan tertulisnya.
Menteri Pertahanan India A.K. Antony menjanjikan penyelidikan secepatnya dan sanksi buat pelakunya. India menjadi negara yang paling banyak mengirimkan personel pasukan perdamaian di Kongo, 18 ribu. Kongo mengalami perang saudara 1998-2003 dan kelaparan yang menewaskan 5,4 juta orang.
BOLIVIA
Morales Menang
Presiden Bolivia Evo Morales menang dalam referendum ulang yang digelar Ahad dua pekan lalu. Ia meraih 63 persen suara yang mendukungnya tetap menjadi presiden di negeri itu. Morales siap meneruskan program nasionalisasi dan pembaruan sosialis.
Morales menghendaki referendum atas tuntutan sejumlah gubernur di wilayah timur Bolivia, yang warganya mayoritas Eropa. Para gubernur beranggapan Morales hanya memperjuangkan etniknya, warga Indian, yang menempati dataran tinggi sebelah barat yang gersang. "Kemenangan ini akan menyatukan seluruh Bolivia," ujar Morales.
Morales adalah presiden pertama keturunan Indian dari suku Aymara. Ia menjabat presiden sejak Januari 2006. Mantan petani daun koka ini berniat membagikan 20 juta hektare lahan bagi petani miskin. Kelompok oposisi menolak usaha Morales untuk menasionalisasi aset asing dan mereformasi pertanian.
Meski Morales menang di tingkat nasional, di sejumlah negara bagian kelompok oposisi tetap mendapat dukungan dari warganya. Para gubernur tetap berkuasa di Santa Cruz, Tarija, Beni, Pando, dan Chuquisaca.
PAKISTAN
Musharraf Minta Rekonsiliasi
Presiden Pervez Musharraf meminta rekonsiliasi nasional di Pakistan. Ini adalah komentar publik pertamanya setelah pemerintah koalisi menuntut Musharraf mundur. "Perbedaan pendapat harus dikubur," ujar Musharraf sehari menjelang kemerdekaan negeri itu, Rabu pekan lalu.
Musharraf terpojok ketika dua partai besar-pimpinan suami mendiang Benazir Bhutto, Asif Ali Zardari, dan Nawaz Sharif-memintanya mundur. Parlemen di Provinsi Sindh, Punjabi, dan North West Frontier juga telah mengeluarkan resolusi pemakzulan presiden. Pihak militer belum memberikan pernyataan dukungan kepada Musharraf.
Partai Liga Muslim-Q yang pro-Musharraf mengatakan rencana pemakzulan itu untuk mengalihkan perhatian publik dari kegagalan pemerintah koalisi mengatasi krisis ekonomi dan keamanan.
TIMOR LESTE
Otopsi Reinado
Bekas pemimpin tentara pemberontak Timor Leste, Mayor Alfredo Reinado, diduga dibunuh ketika datang ke kediaman Presiden Jose Ramos Horta. Surat kabar The Australian melaporkan hasil otopsi Reinado dan anak buahnya, Leopoldo Exposto, yang ditembak dari jarak sangat dekat.
Reinado ditembak empat kali pada mata, leher, dada, dan tangannya. Sedangkan Exposto ditembak sekali dari belakang kepala. David Ranson dari Institut Forensik Victoria, setelah melihat luka bakar, mengatakan korban mungkin ditembak dari jarak 30 sentimeter. "Ada kemungkinan jaraknya kurang dari selangkah," ujar Ranson.
Hasil otopsi ini memunculkan spekulasi bahwa Reinado dan anak buahnya dibunuh, bukan terlibat kontak senjata dengan pengawal presiden. Presiden Horta ketika itu cedera akibat ditembak, dan dilarikan ke Darwin, Australia. Sedangkan Perdana Menteri Xanana Gusmao lolos tanpa cedera.
BURMA
Berharap pada Indonesia
Empat anggota parlemen Burma di pengasingan meminta pemerintah Indonesia membantu menyelesaikan konflik di negara itu. "Indonesia bisa mengambil inisiatif untuk membuka dialog dengan junta," ujar kepala delegasi itu, Teddy Buri, Kamis pekan lalu.
Permintaan anggota parlemen ini disampaikan ketika menghadiri undangan Dewan Perwakilan Rakyat untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Buri datang bersama Sekretaris Parlemen Thein Oo, Sekretaris Gabungan Parlemen Win Hlaing, dan Menteri Koalisi Pemerintahan Nasional Burma Sann Aung.
Para anggota delegasi ini adalah bagian dari parlemen Burma yang dipilih pada Pemilu 1990. Namun parlemen tak boleh bersidang sejak junta militer berkuasa. Mereka akhirnya diasingkan dan sebagian dipenjarakan. "Kami mengalami siksaan fisik dan mental," ujar Win Hlaing, yang pernah 10 tahun mendekam di penjara.
Menurut Thein Oo, rakyat Burma saat ini berada dalam tekanan yang hebat. "Mereka hidup miskin dan selalu di bawah ancaman," ujarnya. Pemerintah junta, kata Thein, tak memberikan solusi apa pun terhadap penderitaan rakyat.
AFGANISTAN
Sukarelawan Dibunuh
Sukarelawan Palang Merah Internasional (IRC) tewas diserang kelompok militan di Provinsi Logar, Afganistan, Rabu pekan lalu. Mereka adalah Nicole Dial, 30 tahun, warga negara Amerika, Jacqueline Kirk (40) dari Inggris, dan Shirley Case (30) dari Kanada. Serangan ini juga menewaskan Mohammad Aimal, warga Kabul, sopir yang membawa ketiga perempuan itu.
Wakil direktur badan antiterorisme di Logar, Abdullah Khan, mengatakan sukarelawan kemanusiaan sedang melakukan perjalanan dari Kota Gardez menuju Kabul. Mereka menggunakan dua mobil dengan stiker palang merah mencolok. Keempat orang yang tewas berada di mobil pertama.
IRC menghentikan sementara seluruh kegiatannya setelah 20 tahun bekerja di negeri itu. Presiden IRC George Rupp mengatakan berduka atas kejadian ini.
Yandi M.R., Gabriel W. Yoga (BBC, AP, AFP), RFX (AP, BBC)
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

