• Home
  • 08 September 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 08 September 2008

    Tasydid

    Saidiman

  • Aktivis Jaringan Islam Liberal

    SEBUAH teks berjalan di salah satu stasiun televisi menyatakan: "Demonstrasi masif dilakukan oleh Forum Umat Islam...."

    Permasalahan dalam kalimat ini bukan kata "demonstrasi", melainkan kata "masif" dan "umat". Penulisan kata "massif" menjadi "masif" dan "ummat" menjadi "umat" terkait erat dengan lidah masyarakat Indonesia yang tidak terbiasa menyebut pengulangan huruf dalam satu kata.

    "Massif" berasal dari kata bahasa Inggris "massive". Huruf-huruf "ve" di akhir kata itu biasa menjadi "f" saja di dalam penyebutan, sehingga dalam bahasa Indonesia disebut saja "massif". Mengganti "ve" menjadi "f" tidak menjadi persoalan, namun mengurangi salah satu huruf "s" akan mengubah susunan huruf pada kata itu sendiri.

    Perubahan kata "ummat" menjadi "umat" juga mengandung persoalan yang sama. Kata ini berasal dari bahasa Arab "ummah". Pada dasarnya huruf "h" pada kata asalnya adalah "ta" atau "t", dalam gramatika bahasa Arab disebut ta marbuthah. Ketika huruf "h" pada kata itu diganti menjadi "t" dalam bahasa Indonesia, itu tak menjadi soal. Masalah timbul ketika terjadi pengurangan pada salah satu hurufnya, "m" atau "mim" dalam bahasa Arab.

    Pengulangan huruf dalam bahasa Arab disebut-sebut sebagai tasydid. Tasydid sesungguhnya memberikan pengertian bahwa ada huruf yang berulang: dengan demikian ada dua huruf yang sama. Kedua huruf itu sangat penting karena merupakan komponen utama dalam pembentukan kata dalam bahasa Arab. Mengurangi salah satu huruf utamanya berarti mengubah makna secara keseluruhan. Mengurangi satu "m" pada "ummat" adalah sebuah kekeliruan besar.

    Kata "kuliah" yang biasa diartikan sebagai kegiatan belajar-mengajar mengalami nasib yang jauh lebih menyedihkan. Kata yang berasal dari bahasa Arab "kulliyah" ini juga mengalami pelencengan makna karena pengurangan satu huruf "l". Selain itu, dalam bahasa Arab, kata asal "kulliyah" berarti partikular sebagai lawan kata "jami'ah" yang berarti menyeluruh. "Al-jaami'ah" adalah kata bahasa Arab untuk menyebut universitas, sementara "kulliyah" sepadan dengan fakultas (faculty). "Kulliyah" yang seharusnya adalah komponen pendidikan di bawah "al-jaami'ah" (universitas) ketika masuk ke bahasa Indonesia menjadi hanya kegiatan belajar-mengajar, itu pun ditambah dengan mengurangi satu huruf pentingnya, "l", menjadi "kuliah".

    Makalah yang biasa dibuat oleh mahasiswa untuk dipresentasikan di depan kelas juga berasal dari penyimpangan makna asal. Kata ini berasal dari bahasa Arab "maa qaala", yang artinya terkait dengan perkataan. Jika ingin konsisten dengan asal katanya, yang seharusnya dikerjakan dan dipresentasikan oleh mahasiswa itu adalah "makataba", berasal dari bahasa Arab "maa kataba", yang artinya lebih dekat dengan tulis-menulis.

    Perubahan makna dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia ini salah satunya disebabkan keengganan mengucapkan huruf-huruf tasydid secara akurat. Nama seperti Muhammad sangat banyak dijumpai pada masyarakat Indonesia. Tetapi keengganan mengucapkan tasydid menyebabkan nama ini menjadi "Mohamad". Di samping mengurangi satu "m", penggunaan "o" pada kata itu juga bermasalah karena bahasa Arab sesungguhnya tidak memiliki padanan bunyi huruf vokal "o". Yang ada hanyalah "a", "i", "u", dan "e" pada beberapa kasus spesifik. Nama seperti Abdul Wahhab dengan semena-mena ditulis menjadi "Abdul Wahab".

    Sudah saatnya persoalan tasydid ini diangkat menjadi pembicaraan publik. Jika dibiarkan, akan ada banyak sekali kesimpang-siuran dalam penulisan kata bertasydid tersebut. Ibu kota Sulawesi Selatan kemudian akan menjadi Makasar, padahal yang benar adalah Makassar.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

PENGHARGAAN
Tim Robot Jump-Be ITS

Buku

Keluar dari Garis Kawan

Seni Rupa

Mereka yang Naik Kelas

Catatan Pinggir

Mukjizat

TEMPO|interaktif

Bisnis

Asosiasi Risaukan Pengurangan Pintu Impor Buah

Bisnis

Bank Mutiara Baru Balik Modal 25 Tahun

Nasional

Marzuki Minta KPK Segera Ungkap Korupsi di DPR

Otomotif

Pasokan Seret, Mazda8 dan CX7 Jadi Andalan MMI

PT MAZDA MOTOR INDONESIA

Olahraga

Mundurnya Jadwal Tur Papua Untungkan Persib

Nasional

Rp 211,9 Miliar Disalurkan buat Dana Dekonsentrasi  

Bisnis

Upah Buruh Naik, Pengusaha Korea Siap Hengkang

Nasional

Pejabat “Grand Corruption" Target KPK

Nasional

Abraham Mau Ungkap Korupsi Kelas Kakap

Bisnis

Pemerintah Harus Borong Produk Lokal

Nasional

Komisi Pengawas Diminta Selidiki Politik Uang Kongres Demokrat

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif