Rajin Yoga, Menopause Nyaman
MEMASUKI masa menopause memang sangat tidak menyenangkan. Karena itu, banyak pe-rempuan setengah baya merasa tersiksa. Pada malam hari, misalnya, mereka gelisah karena kegerahan, hingga bermandikan keringat. Tapi tenang saja, karena ada cara mengusirnya. Menurut para peneliti di India, caranya dengan berlatih yoga.
Mereka mengumpulkan 120 wanita, yang berusia 40-55 tahun. Para responden itu diajak beryoga atau sekadar melakukan peregangan selama lima hari dalam dua bulan. Gerakan bernapas dan meditasi yang umum dalam gerakan yoga ini membuat kaum wanita menjadi lebih relaks.
Hasilnya menyenangkan. Mereka yang ikut dalam pelatihan itu mengaku bisa lebih relaks, tak merasa kegerahan, dan bebas dari gangguan sulit terlelap. Hal yang berbeda dialami oleh yang ogah ikut dalam pelatihan tersebut.
Tak hanya itu. Ternyata latihan tersebut juga meningkatkan daya ingat mereka. "Pelatihan pernapasan, sinkronisasi antara pernapasan dan gerakan tubuh, serta relaksasi memberikan pengaruh baik pada tubuh," kata Dr R. Chattha, ahli yoga dari Bangalore, India, seperti dikutip HealthJockey.com, pekan lalu.
Jangan Sepelekan Gusi Berdarah
SUDAH benarkah cara Anda menggosok gigi? Bila belum, segeralah menyempurnakannya. Bukan apa-apa, selain kebiasaan merokok, kegemukan, dan kadar kolesterol tinggi, kesehatan mulut ternyata ikut memicu terjadinya penyakit jantung. "Tak peduli kurus atau gemuk, kalau gigi Anda bermasalah, serangan jantung pun akan menguntit," kata Howard Jenkins dari Universitas Bristol, Dublin, seperti dikutip AFP, pekan lalu.
Menurut Jenkins, hal itu terjadi karena di dalam mulut manusia, paling tidak bersarang 700 bakteri. "Mulut bisa jadi merupakan tempat paling kotor dalam tubuh manusia," kata Steve Kerrigan, kolega Jenkins. Kesehatan mulut harus dijaga. "Saat gusi berdarah, bakteri tersebut akan masuk ke dalam aliran darah," ujar Jenkins lagi.
Nah, bakteri itu akan hinggap dan menumpuk di saluran darah. Bila itu yang terjadi, bukan mustahil aliran darah ke jantung pun akan terganggu. "Itulah yang bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke," ujar Jenkins.
Penelitian lain dari Universitas Otago Dunedin, Selandia Baru, menguatkan hal itu. Menurut Greg Seymour, ketua penelitian, hasil bakteri dari mulut juga menyebabkan atherosclerosis atau penyakit akibat tersumbatnya arteri.
Rokok Lebih Jahat terhadap Perempuan
ROKOK memang jahat. Terlebih terhadap kaum Hawa. Peneliti dari European Society of Cardiology, Norwegia, memberikan jawaban. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang tidak membedakan efek buruk nikotin dan tar pada pria serta perempuan, para peneliti di sana menemukan perempuan menerima akibat yang lebih buruk ketimbang lelaki.
Hasil ini didapatkan dari penelitian yang mereka lakukan terhadap 1.784 pasien di Rumah Sakit Lillehammer, Norwegia. Selain memperhatikan sebab lain, seperti tekanan darah, kolesterol, dan diabetes, mereka memasukkan dampak akibat rokok.
Hasilnya? Rata-rata pria yang tidak merokok mendapat serangan jantung pada usia 72 tahun. Adapun yang suka ngebul, lebih cepat lagi, yakni pada umur 64 tahun.
Di luar dugaan, ternyata untuk kaum wanita, serangan itu lebih cepat lagi. Perempuan yang tidak merokok ada kemungkinan terkena serangan jantung pada usia 81 tahun. Nah, yang merokok, pada usia 66 tahun sudah terhantam serangan jantung. Artinya, risiko perempuan perokok terkena serangan jantung 14 tahun lebih cepat ketimbang mereka yang tidak merokok.
Kenapa bisa begitu? Tim penelitian ini menjelaskan merokok merusak hormon estrogen. Padahal hormon ini sangat berguna dalam pencegahan serangan jantung. Akibatnya dobel. Gara-gara hormon ini terganggu, masa menopause datang lebih cepat. Selanjutnya, giliran penyakit jantung yang mengham-piri. "Merokok menghi-langkan keuntungan yang dimiliki kaum perempuan," kata Dr Robert Harrington, profesor dari Universitas Duke, seperti dikutip Allheadlinesnews.com, pekan lalu.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
