• Home
  • 22 September 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip

Layar

  • Melukis Pelangi di Layar Perak


    Setelah novel Andrea Hirata meledak, kini sutradara Riri Riza mencoba melukiskan Laskar Pelangi di atas layar perak. Setelah enam kali mondar-mandir ke Belitung untuk mengadakan riset selama setahun dan mencari pemain asli penduduk Belitung, duo Mira Lesmana dan Riri Riza menampilkan kisah 10 anak Belitung dan dua orang guru yang penuh semangat yang inspiratif dan menyentuh. Ikuti liputan Tempo di Belitung dan kesempatan pertama kami menyaksikan film sepanjang 125 menit ini.

    Sembilan anggota Laskar Pelangi itu hanya berdiri, tanpa suara, tanpa kata. Ibu Muslimah menahan air mata sekuat tenaga. Mereka semua memandang sosok Lintang yang gosong oleh matahari, sebuah sosok jenius yang "menyelamatkan" sekolah mereka dalam lomba cerdas cermat melawan sekolah-sekolah besar yang menakutkan itu. Kedua tangan Lintang yang kurus memegang setang sepedanya dan meninggalkan mereka. Tak ampun lagi, Ikal berlari dan berlari mengejar Lintang dengan mata yang basah. Dia tahu, tak ada gunanya mengejar Lintang yang semakin jauh. Tak ada yang bisa menangkis tragedi yang menimpa Lintang.

  • Tafsir Liris dari Belitung


    Riri Riza "menggeser" fokus cerita Laskar Pelangi. Lebih kaya dalam latar sosial dan liris.
  • Para Pelukis Pelangi di Kanvas Riri


    Tidak mudah memerankan sosok yang sudah telanjur dikenal melalui novel yang sangat laris.
  • Riri Riza:
    Ini Cerita tentang Mereka yang Kalah...


  • Runtuhnya Gedong dan Pelat Verboden


    Gantong tak banyak berubah, meski temboknya lapuk digerus waktu. Wartawan Tempo Yugha Erlangga mengikuti Andrea Hirata menapaki masa kecilnya.
cover

Layar

Melukis Pelangi di Layar Perak

Tafsir Liris dari Belitung

Para Pelukis Pelangi di Kanvas Riri

Seni Rupa

Menyiasati Keindahan Yaasiin

Buku

Sosialisme Sonder Gagasan Baru

Catatan Pinggir

Rakus

Album

Sakit
Muhammad Gunawan

TEMPO|interaktif

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

Metro

Bus Hantam Angkot di Jagorawi, 16 Cedera  

Otomotif

KMI Gelar Test Drive KIA on Tour 2012

PT KIA MOBIL INDONESIA

Olahraga

Babak Pertama, Novara Mampu Tahan Inter Milan

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif