Sembilan anggota Laskar Pelangi itu hanya berdiri, tanpa suara, tanpa kata. Ibu Muslimah menahan air mata sekuat tenaga. Mereka semua memandang sosok Lintang yang gosong oleh matahari, sebuah sosok jenius yang "menyelamatkan" sekolah mereka dalam lomba cerdas cermat melawan sekolah-sekolah besar yang menakutkan itu. Kedua tangan Lintang yang kurus memegang setang sepedanya dan meninggalkan mereka. Tak ampun lagi, Ikal berlari dan berlari mengejar Lintang dengan mata yang basah. Dia tahu, tak ada gunanya mengejar Lintang yang semakin jauh. Tak ada yang bisa menangkis tragedi yang menimpa Lintang.
