• Home
  • 27 Oktober 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 27 Oktober 2008

    Rumah Ikan di Dasar Laut

    PENGGUNAAN rumpon dasar dari ban bekas di perairan Indonesia dimulai pada 1985. Namun baru pada 2003 pemakaiannya dikenal luas oleh nelayan di laut Jawa. Ini disebabkan minimnya hasil tangkapan mereka akibat rusaknya tempat-tempat berlindung ikan di dasar laut. Kerusakan tersebut dipicu oleh penggunaan mini-trawl atau jaring arad yang menyapu dasar perairan.

    Sejak pertama kali diperkenalkan, bentuk rumpon dari ban bekas itu mengalami beberapa kali perubahan. Awalnya, rumpon dibangun dengan menggunakan ban bekas yang masih utuh. Lalu pada 2003, hanya rangka kawat yang terbungkus dengan ban yang digunakan. Selanjutnya hanya ringnya yang dipakai untuk membentuk rumpon, sehingga ruang gerak ikan dalam rumpon makin besar.

    Bingkai ban bekas tersebut disusun dan dirangkai dengan senar. Agar tahan guncangan gelombang, pada bagian dasar rumpon disertakan beberapa ban bekas utuh yang di dalamnya diisi beton. Rumpon adalah alat bantu pengumpul ikan yang hidup di dasar perairan (demersal) seperti udang, cumi, dan ikan kecil lainnya. Karena itu disebut rumpon dasar.

    Rumpon juga berfungsi sebagai tempat pemijahan ikan dan udang yang sudah dewasa serta perlindungan bagi telur dan larva (anak udang). Dengan adanya rumpon dasar tersebut, ikan, udang, dan cumi akan tertarik dan berkumpul di sekitar maupun di dalam rumpon, sehingga nelayan akan mempunyai tujuan yang pasti dalam menangkap ikan.

    Biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat satu modul rumpon ban bekas sekitar Rp 1,5 juta.

    Firman Atmakusuma, Sohirin (Semarang)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Kawung-kawung Kontemporer

Album

PENGUKUHAN
Gede Wibawa dan Indarto

Catatan Pinggir

Kaki Langit

Buku

Sepuluh Hari Terbilang di Jepang

TEMPO|interaktif

Ribuan Ikan Kemabli Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti

Seni & Hiburan

Bagaimana Nasib Konser Lady Gaga?

Nasional

Banjir Rendam Empat Kecamatan di Bima  

Metro

Satpam IPB yang Tewas Tertembak Sedang Menyamar  

Polisi Kawal Kelulusan Siswa

Olahraga

Bielsa: Kekalahan Bilbao Tanggung Jawab Saya

Nasional

Semua Siswa MAN di Halmahera Ini Tak Lulus UN  

Olahraga

Perkuat Timnas Lawan Inter, Apa Kata Senior?

Nasional

SBY Minta Demokrat Shopping Capres  

Nasional

Syukuri Kelulusan, Siswa di Lumajang Bagi Sembako

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif