• Home
  • 27 Oktober 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip

Laporan Khusus

  • Pemuda yang Mendambakan Indonesia


    Mereka mencurahkan pikiran dan tenaga untuk mewujudkan persatuan. Mengesampingkan perbedaan suku, warna kulit, dan agama, mereka menggelar pertemuan-pertemuan yang merisaukan penjajah Belanda. Kemerdekaan adalah dambaan mereka.

    Anak-anak muda itu menuliskan bagiannya dalam sejarah negeri kita: sebagai pemimpin bangsa, penyair, musisi, atau orang biasa saja. Ada pula yang nasibnya berakhir tragis, tewas di ujung bedil tentara Indonesia, yang kemerdekaannya turut ia perjuangkan.

    Nama mereka senantiasa disebut dalam setiap peringatan Sumpah Pemuda-pada 28 Oktober ini genap 80 tahun. Persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa yang mereka retas menjadi fondasi Indonesia yang kukuh.

  • Manifesto 1925: Prolog dari Belanda


    Tiga tahun sebelum 1928, para pelajar Indonesia di Belanda menerbitkan Manifesto 1925. Lebih penting dari Sumpah Pemuda.
  • Penggagas Kongres Pemuda Pertama


    Lima organisasi pemuda menggagas Kongres Pemuda Pertama 1926. Dengan alasan lebih jauh, Tabrani, ketua kongres, menolak keinginan peserta yang akan menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan.
  • Secarik Kertas untuk Indonesia


    Mengusulkan bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia. Muhammad Yamin merumuskan sendiri teks Sumpah Pemuda.
  • Sang Pemimpin yang Redup


    Soegondo Djojopoespito memimpin Kongres Pemuda Indonesia II. Berotak encer dan pemberani.
  • Kebangsaan Sunario


  • Taman Asmara Sang Komponis


    W.R. Soepratman sukses memperdengarkan Indonesia Raya dalam Kongres Pemuda II. Lagu Matahari Terbit mengantarkannya ke Lembaga Pemasyarakatan Kalisosok. Hidupnya tanpa cinta.
  • Jejak Samar Bapak Kos


    Riwayat Sie Kok Liong masih gelap. Pemilik rumah untuk ikrar Sumpah Pemuda ini berempati pada para pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan.
  • Bung Karno dan Kongres Pemuda II


  • Pemuda di Dalam Buku


    Selama sedasawindu, ratusan buku dan artikel ditulis tentang Sumpah Pemuda. Kebanyakan mengulas sejarah dari bermacam sudut pandang. Berikut ini kami nukilkan sembilan buku dan artikel yang cukup penting tentang pemuda dan semangat persatuan nasional.
  • Makam Tak Bertanda di Ngalihan


    Amir Sjarifuddin berperan di balik Kongres Pemuda II. Pernah menjabat perdana menteri dan Menteri Pertahanan. Dieksekusi tanpa pengadilan.
  • Dokter Politik dari Timur


    Ketenangannya membuat Johannes Leimena menjadi politikus dan juru runding. Karib dengan Soekarno. Perannya di Sumpah Pemuda tak banyak diungkap.
  • Musim Gugur di Kubur 'Penemu' Indonesia


    Adolf Bastian merawat dan mengenalkan nama Indonesia ke seluruh dunia. Dikubur di kompleks orang hebat di Jerman.
  • Sundari, Kacamata Merah Muda


    Putri bangsawan yang menjadi pusat perhatian di Kongres Perempuan. Orator ulung, tak banyak dikenal.
  • Terinspirasi Kartini


    Memperjuangkan hak-hak perempuan sejak belia, Sujatin Kartowijono tergerak oleh buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Dia turut mendirikan Persatuan Wanita Republik Indonesia dan tetap aktif hingga masa senja hidupnya.
  • Bersumpah untuk Bahasa


cover

Seni Rupa

Kawung-kawung Kontemporer

Album

PENGUKUHAN
Gede Wibawa dan Indarto

Catatan Pinggir

Kaki Langit

Buku

Sepuluh Hari Terbilang di Jepang

TEMPO|interaktif

Metro

Penyerang Dua Polisi Bogor Tembakkan Pistol FN

Olahraga

Meski MU Menang, Alex Ferguson Tak Puas

Olahraga

Rooney Tertarik Jadi Kapten Inggris

Olahraga

Kalahkan Hong Kong, Indonesia Hadapi Thailand  

Seni & Hiburan

Panitia Grammy Ubah Acara Demi Whitney  

Nasional

Begini Ikrar Sumpah Pemuda Jilid II

Olahraga

Tim Thomas dan Uber Indonesia Bertemu Lawan Mudah  

Metro

Jakarta Utara Bangun Jalur Sepeda Pesisir 50 Km

Olahraga

Capello Lepas Jabatan, Fabregas Kaget

Clive Davis Gelar Acara Mengenang Whitney

Olahraga

Tim Davis Indonesia Tekuk Hong Kong 3-2  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif