Anak-anak muda itu menuliskan bagiannya dalam sejarah negeri kita: sebagai pemimpin bangsa, penyair, musisi, atau orang biasa saja. Ada pula yang nasibnya berakhir tragis, tewas di ujung bedil tentara Indonesia, yang kemerdekaannya turut ia perjuangkan.
Nama mereka senantiasa disebut dalam setiap peringatan Sumpah Pemuda-pada 28 Oktober ini genap 80 tahun. Persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa yang mereka retas menjadi fondasi Indonesia yang kukuh.
