• Home
  • 27 Oktober 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 27 Oktober 2008

    Mendadak Kabaddi

    NI MADE Sridevi sedih bukan main. Pesilat ini tak lolos seleksi. Namun hadiah hiburan langsung menghampirinya. Dia ditawari bergabung dalam tim kabaddi. "Saya coba saja meskipun belum tahu seperti apa," ujarnya.Pesilat menjadi jalan pintas. "Asumsinya, yang dibutuhkan adalah kelenturan dan keuletan," ujar Ngurah Ardhana, yang menjadi manajer tim Indonesia. Sebenarnya saat diminta membentuk tim pada Maret lalu, Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga Kesehatan ini juga tidak memahami betul olahraga tersebut.

    Bersama pelatih tim Ida Bagus Putra, ia tekun mencari artikel mengenai kabaddi, terutama melalui Internet. Latihan diselang-seling dengan menonton video pertandingan. Dosen yang mantan atlet itu pun terpaksa memutar otak untuk mencari sosok yang cocok bertarung di lapangan pasir. Pilihannya, ya, pesilat.

    April lalu dia sempat terbang ke India untuk mempelajari teori olahraga ini. Setelah diuji coba, mereka mendapat kesempatan mengikuti kejuaraan dunia kabaddi di sana. Pemerintah India juga mengirim satu pelatih. Hingga terseleksi 12 orang pemain, enam untuk putra dan enam untuk putri, sesuai dengan ketentuan pertandingan. Hasil gemblengan supercepat itu, menurut Ida Bagus, lumayan juga. Sebab, tim putri berhasil meraih medali perunggu.

    IB, Rofiqi Hasan, Andy Marhaendra (Bali)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Kawung-kawung Kontemporer

Album

PENGUKUHAN
Gede Wibawa dan Indarto

Catatan Pinggir

Kaki Langit

Buku

Sepuluh Hari Terbilang di Jepang

TEMPO|interaktif

Ribuan Ikan Kemabli Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti

Seni & Hiburan

Bagaimana Nasib Konser Lady Gaga?

Nasional

Banjir Rendam Empat Kecamatan di Bima  

Metro

Satpam IPB yang Tewas Tertembak Sedang Menyamar  

Polisi Kawal Kelulusan Siswa

Olahraga

Bielsa: Kekalahan Bilbao Tanggung Jawab Saya

Nasional

Semua Siswa MAN di Halmahera Ini Tak Lulus UN  

Olahraga

Perkuat Timnas Lawan Inter, Apa Kata Senior?

Nasional

SBY Minta Demokrat Shopping Capres  

Nasional

Syukuri Kelulusan, Siswa di Lumajang Bagi Sembako

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif