• Home
  • 17 November 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 17 November 2008

    Momen

    BURMA
    Blogger Dihukum 20 Tahun

    Hanya gara-gara memuat kartun pemimpin junta militer Burma, Than Shwe, di blog-nya, Nay Phone Latt harus mendekam di penjara Insein, Rangoon. Pekan lalu pengadilan Burma menghukum Latt penjara 20 tahun 6 bulan.

    Aye Than, ibunda Latt, mengatakan dia tak diperkenankan menghadiri sidang anaknya. Dalam sidang itu, kata Aye, anaknya tak didampingi pengacaranya, Aung Thein. "Anak saya adalah ahli komputer dan tak melanggar hukum apa pun," kata Aye.

    Vonis itu mengundang kecaman dari berbagai penjuru. Amnesti Internasional dan Human Rights Watch menilai hukuman terhadap Latt dan juga 22 aktivis prodemokrasi di Burma tak adil. Menurut Elaine Pearson, Deputi Direktur Human Rights Watch-Asia, hukuman itu hanya untuk mengintimidasi rakyat Burma.

    AMERIKA
    New York Times Palsu

    Ada saja ulah orang usil. Kali ini korbannya koran New York Times. Rabu pekan lalu, lebih dari 1,2 juta eksemplar Times beredar di Kota New York dan Los Angeles dengan judul berita utama di halaman muka, "Iraq War Ends".

    Pada halaman tiga, dari total 14 halaman, dimuat iklan ExxonMobil yang menyanjung perdamaian di Irak. Menurut Exxon, perdamaian di Negeri Seribu Satu Malam itu akan menguntungkan dunia. Tapi ini dia persoalannya. "Itu koran palsu dan kami sedang menyelidikinya," kata Catherine Mathis, juru bicara Times.

    Orang-orang usil yang luar biasa berani memalsu 1,2 juta eksemplar koran itu mengaku sebagai kelompok Yes Men. Dalam pernyataan yang dikirim lewat situs koran palsu tersebut, www.nytimes-se.com, mereka mengatakan pembuatan Times gadungan ini perlu waktu enam bulan dan dicetak di enam percetakan. Untuk mengedarkannya, Times "aspal" ini dibagikan ke ribuan sukarelawan.

    TAIWAN
    Mantan Presiden Dipenjara

    Chen Shui-Bian, mantan Presiden Taiwan, ditahan di penjara Tucheng, sejak Rabu pekan lalu. Pemeriksaan pengadilan telah menemukan cukup bukti keterlibatan Chen dalam kasus penyuapan.

    Namun, sejak masuk tahanan, Chen mogok makan. Dia memprotes penahanan dan menuduh penggantinya telah menganiaya dia. Menurut Chen, dia hanyalah korban upaya pemerintah Taiwan membuat senang pemimpin Cina. "Dia akan terus mogok makan," kata Cheng Wen-Lung, pengacaranya.

    Selama ini Chen merupakan pendukung setia independensi Taiwan dan menentang kebijakan pemerintah baru yang berniat mempererat hubungan dengan Cina daratan. "Aktivis independensi akan merasa frustrasi karena penahanan Chen merupakan kehilangan besar," kata pengamat politik National Taiwan Normal University, Chu Chao-Hsiang.

    AMERIKA
    Forum PBB Kecam Intoleransi

    Raja Abdullah dari Arab Saudi mensponsori forum dialog lintas agama Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pertemuan pada pekan lalu ini dihadiri negara-negara Timur Tengah, termasuk Israel. Dalam pidato pembukaan, Raja Abdullah mengatakan perbedaan agama dan budaya di Timur Tengah melahirkan intoleransi serta memicu perang dan pertumpahan darah.

    "Terorisme dan kejahatan merupakan musuh semua agama," kata Abdullah. Presiden Israel Shimon Perez menyambut baik inisiatif Arab Saudi. "Yang Mulia, kami mendengarkan pesan Anda. Saya berharap, suara Anda mencerminkan sikap seluruh wilayah, seluruh rakyat di kawasan ini."

    Namun kehadiran Israel diprotes Iran. Menurut Duta Besar Iran Mohammad Khazaee, Israel tak berhak hadir dalam forum itu. "Perwakilan dari suatu rezim yang sejarahnya ditandai dengan agresi dan pembunuhan rakyat Palestina berusaha menyalahgunakan forum ini," ujar Khazaee.

    IRAN
    Uji Coba Rudal Jarak Jauh

    Pemerintah Iran mengaku uji coba generasi terbaru rudal jarak jauh miliknya sukses besar. Rudal Sajjil, menurut Menteri Pertahanan Iran Mostafa Mohammed Najjar, mempunyai jarak jelajah 1.200 mil dan akan dengan gampang menjangkau target di Israel atau beberapa negara Eropa.

    Mostafa juga mengatakan Sajjil yang berbahan bakar padat lebih akurat ketimbang rudal generasi sebelumnya milik Iran. Teknologi bahan bakar padat ini telah dipasang pada rudal jarak pendek Iran, Fateh, yang berdaya jelajah 120 mil.

    Namun uji coba Sajjil dikritik pemerintah Amerika Serikat. Juru bicara Gedung Putih, Gordon Johndroe, mengatakan tindakan Iran itu melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mengancam keamanan negara tetangga. "Uji coba itu juga menunjukkan Iran tak bisa dipercaya untuk melanjutkan program pengayaan uranium," katanya.

    KONGO
    Ribuan Orang Kelaparan

    Perang berkepanjangan antara pasukan pemerintah Kongo dan pemberontak suku Tutsi yang dipimpin Jenderal Laurent Nkunda membuat rakyat Kongo kesulitan mendapatkan makanan. Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, World Food Programme, ratusan ribu rakyat Kongo sekarang sangat bergantung pada kiriman bantuan makanan.

    Rutshuru, salah satu daerah perang paling panas, merupakan titik paling kritis. Padahal daerah ini merupakan lumbung makanan bagi Provinsi North Kivu. "Rutshuru itu perutnya North Kivu," kata Marcus Prior, anggota staf World Food Programme. Namun perang membuat pertanian Rutshuru rusak berat. Sekarang lebih dari 60 ribu warga Rutshuru mengungsi.

    Juliette Prodhan, Kepala Oxfam International-Kongo, salah satu organisasi kemanusiaan, mengatakan para pemimpin dunia gagal mengatasi krisis di Kongo. Padahal di negeri itu ada 17 ribu anggota pasukan perdamaian PBB.

    KOREA UTARA
    Ancam Tutup Perbatasan

    Hubungan Korea Utara dengan Korea Selatan memburuk. Pekan lalu pemerintah Korea Utara mengumumkan akan menutup perbatasan darat dan memutus semua sambungan telepon nonmiliter dengan Korea Selatan mulai 1 Desember nanti.

    Menurut berita yang dilansir kantor berita Korea Utara, KCNA, penutupan perbatasan darat ini dilakukan karena konfrontasi dengan Korea Selatan sudah melampaui level berbahaya. Pemerintah Korea Utara menuduh Korea Selatan turut mensponsori resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberikan catatan buruk bagi Korea Utara dalam soal hak asasi manusia.

    Juru bicara Kementerian Penyatuan Utara-Selatan, Kim Ho-nyoun, tak percaya Korea Utara bakal menutup total perbatasan. "Jika mereka melakukannya, akan berdampak buruk bagi hubungan inter-Korea," katanya.

    Sapto Pradityo (Reuters, BBC, AP, Washington Post)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Biografi Sambil Lalu

Seni Rupa

Dari Dunia Sirkus

Tari

Kerudung, Sepatu Bot, dan Sapi

Tambang-tambang Androgini

Album

MENINGGAL
Andjar Any

TEMPO|interaktif

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang

Metro

Dua Pencurian Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak

Ribuan Ikan Kemabli Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

Seni & Hiburan

Bagaimana Nasib Konser Lady Gaga?

Nasional

Banjir Rendam Empat Kecamatan di Bima  

Metro

Satpam IPB yang Tewas Tertembak Sedang Menyamar

Polisi Kawal Kelulusan Siswa

Olahraga

Bielsa: Kekalahan Bilbao Tanggung Jawab Saya

Nasional

Semua Siswa MAN di Halmahera Ini Tak Lulus UN  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif