• Home
  • 24 November 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
    • Keranjang
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 24 November 2008

    Roman Picisan Mempelai Rasulullah

    THE JEWEL OF MEDINA
    Penulis: Sherry Jones
    Penerbit: Beaufort Books
    Jumlah halaman: 359
    Tahun terbit: Agustus 2008, cetakan I

    AISYAH binti Abu Bakar memiliki hampir segalanya. Pipi merah tomat yang membuatnya dipanggil dengan sebutan sayang "Humaira". Kecerdasan dan keberanian yang mencengangkan untuk ukuran perempuan abad ketujuh serta kehidupan sebagai pengantin Rasulullah.

    Dialah satu-satunya perempuan yang dinikahi Rasulullah tatkala masih perawan dan kepadanyalah Muhammad mendiskusikan banyak hal. Sejarah juga mencatat, anak perempuan Abu Bakar as-Shiddiq-sahabat Rasul-ini merupakan sumber dari hampir seperempat hukum Islam, termasuk fikih wanita, dan perawi tidak kurang dari 2.000 hadis. Selain ketajaman daya ingatnya yang sukar ditandingi, kesucian dan kesalehannya membuat Aisyah berjulukan Ummul Muslimin: Ibu Kaum Muslimin.

    Ya, Sherry Jones, penulis buku The Jewel of Medina, sangat mengagumi sosok yang satu ini. Tapi wartawan kantor berita Bureau of National Affairs yang berdiam di Washington, Amerika Serikat, itu dalam bukunya ini lebih sibuk memotret Aisyah dari sisi yang dramatis dan romantis. Berpuluh halaman prolog ia dedikasikan untuk "merekonstruksi" drama di balik tudingan bahwa Aisyah telah bermesraan dengan laki-laki lain, Shafwan bin Mu'athtahl.

    Ketika itu Aisyah baru berusia sekitar 14 tahun dan terpaksa berbohong. "Kuucapkan berkali-kali perasaan cintaku kepadanya bahwa ia adalah satu-satunya laki-laki dalam hidupku... berharap kata-kataku ini akan termakan oleh pikirannya yang galau. Berharap getar dusta dalam suaraku tidak tertangkap olehnya. Aku hanya menginginkan rasa aman," katanya.

    Peristiwa yang membekas dalam di hati Rasulullah serta para sahabatnya dan menjadi penyebab turunnya surat An-Nur itu sebenarnya sudah dijelaskan dengan gamblang dalam banyak riwayat. Imam Bukhari bahkan pernah menjelaskan dalam sahihnya. Ketika itu Aisyah yang mengikuti Rasul bepergian tertinggal dari rombongannya karena perutnya mulas. Sudah menjadi tradisi bagi Muhammad untuk mengundi para istrinya jika hendak mengajak mereka bepergian. Saat terbaring menahan sakit itulah Shafwan, sahabat Rasul, melihat dan menuntun unta Aisyah kembali ke Madinah.

    Dan Jones-dengan kemampuan narasinya yang memukau-menggambarkan bagian ini layaknya scene romantis sebuah novel percintaan.

    Aisyah yang jatuh hati kepada Shafwan, yang mengaum bak singa betina jika hak-haknya dilanggar, yang seakan menyimpan semangat seorang feminis zaman itu, atau yang lumayan berterus terang tentang pengalaman seksualnya-semua itu menjadi satu dalam The Jewel of Medina. Untuk yang terakhir ini, tampaknya kita menjumpai seorang perempuan tak dalam latar abad ketujuh, melainkan kini-layaknya Carry Brandshaw dalam serial Sex & the City.

    Kelemahan utama Jones dalam menggarap karakter tokohnya adalah ketidaktaatannya menggambarkan sang tokoh. Muhammad, lewat pujian dan penggambaran Aisyah, hendak ia gambarkan sebagai tokoh moderat yang melindungi dan mengakomodasi hak-hak perempuan, di samping sebagai sosok "haus perempuan" serta otoriter karena mengurung para istrinya di rumah.

    Entah apa yang didapat dari penelitian sepanjang lima tahun yang dilakukan Jones, yang jelas sisi "fiksi" buku ini-bukan "fiksi sejarah"-cukup terasa. Apalagi akurasi menjadi masalah cukup serius. Jones, misalnya melafalkan Allah menjadi al-Lah dan inilah yang membuat Denise A. Spellberg, pakar Islam asal Amerika, berang bukan kepalang. Spellberg, yang semula diminta membubuhkan komentar pada kulit buku ini, kemudian berbalik dan menentang rencana penerbitannya. Sosok yang belasan tahun meneliti perihal Aisyah itu menyebut karya perdana Jones ini sebagai "lucah", "tidak layak disebut novel sejarah", dan "menghina."

    Menghadapi kecaman dan tuduhan penghinaan terhadap Islam, Jones bergeming dan berkukuh karyanya sebagai bentuk kekaguman dan sahih karena ditulis bersandarkan tumpukan literatur (salah satu sumbernya Seribu Satu Malam). Jones keliru besar soal itu. Tapi sensor lewat kekerasan dan ancaman tidak selayaknya dilancarkan umat yang marah karena antusiasme salah kaprah dan bombastis Jones. Sikap bijak untuk mencari pembanding yang akurat tentu lebih baik. Orang Arab bilang, al sim fil ‘asal. Madu yang amat manis bisa berubah menjadi racun. Cerita yang terlampau bombastis tidak ada harganya.

    Angela Dewi


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Antara Baju dan Tubuh

Album

PENGHARGAAN
Gola Gong

Keranjang

Jazz Laris Manis

Catatan Pinggir

Di Zaman yang Meleset

Buku

Roman Picisan Mempelai Rasulullah

TEMPO|interaktif

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang

Metro

Dua Pencurian Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

Seni & Hiburan

Bagaimana Nasib Konser Lady Gaga?

Nasional

Banjir Rendam Empat Kecamatan di Bima  

Metro

Satpam IPB yang Tewas Tertembak Sedang Menyamar

Polisi Kawal Kelulusan Siswa

Olahraga

Bielsa: Kekalahan Bilbao Tanggung Jawab Saya

Nasional

Semua Siswa MAN di Halmahera Ini Tak Lulus UN  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif