• Home
  • 08 Desember 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Iqra
  • Seni
    • Fotografi
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 08 Desember 2008

    Satu Hari dalam Keluarga Sasaki

    TOKYO SONATA
    Sutradara: Kiyoshi Kurosawa
    Skenario: Max Mannix, Kiyoshi Kurosawa, Sachiko Tanaka
    Pemain: Teruyuki Kagawa, Kyoko Koizumi, Yu Koyanagi, Kai Inowaki

    DENGAN nama Kurosawa yang disandangnya, tentu saja masyarakat internasional langsung menggandengkannya dengan kebesaran nama Akira Kurosawa, maestro dari Jepang itu. Tapi Kiyoshi Kurosawa membuat jejaknya sendiri sebagai salah satu perintis genre horor Jepang.

    Meski telah berkecimpung dalam dunia sinema sejak 1980-an, nama Kurosawa baru melejit setelah film Cure (1997). Film tentang pembunuhan berantai itu disusul beberapa film sejenis, termasuk Pulse (2001), yang kemudian mengukuhkan sineas berusia 53 tahun ini sebagai ikon horor Jepang.

    Kali ini secara mengejutkan Kurosawa menampilkan Tokyo Sonata, sebuah film drama. Keluarga Ryuhei Sasaki adalah sebuah keluarga normal Jepang. Sang ayah (Teruyuki Kagawa) bekerja sebagai direktur administrasi di perusahaan peralatan kesehatan. Istrinya, Megumi (Kyoko Koizumi), ibu rumah tangga biasa: rajin dan cekatan mengelola rumah. Mereka memiliki dua anak lelaki: Takashi (Yu Koyanagi), remaja yang selalu tampak gelisah, dan Kenji (Kai Inowaki), anak-baru-gede pendiam yang tampak menanggung banyak beban.

    Kurosawa bukanlah sutradara yang suka basa-basi. Sejak awal, penonton diperkenalkan dengan hidup Sasaki yang pahit. Pekerjaannya di Tanaka Corp. kandas. Itu bukan karena ia tak becus bekerja, melainkan lantaran perusahaan memutuskan menggantinya dengan tiga orang asal Cina. Alasannya bisnis semata: gaji Sasaki setara dengan tiga orang outsource itu.

    Setelah pemecatan, Sasaki tetap berangkat kerja dengan rapi demi gengsi. Tak satu pun anggota keluarganya mengetahui tragedi yang menimpa sang kepala keluarga. Sedangkan Megumi, yang selalu tampil ceria dan ibu teladan, diam-diam lelah akan hidupnya. Pengabdian demi pengabdian. Kurosawa menggambarkan kelelahan sekaligus gairah Megumi. Ia menyelinap ke sebuah showroom mobil untuk sekadar duduk di sebuah mobil sport terbaru yang mampu membuat parasnya, yang pucat, merona sementara waktu.

    Kedua anak lelakinya pun memiliki masalah segudang. Takashi berkeras menjadi serdadu sukarela untuk Amerika Serikat. Kurosawa dengan cerdik menyindir sikap Jepang yang manut pada keinginan Amerika. Sedangkan Kenji seorang jenius dalam musik, meski ayahnya yang keras kepala melarang sang anak main musik. Alasannya: musik cuma buat banci. Ia pun mencopet uang makan siangnya demi kursus piano.

    Saat ketegangan mulai meningkat, tibalah satu hari yang mengubah seluruh hidup mereka. Megumi disandera perampok, Sasaki ditabrak mobil setelah selesai bekerja sebagai office boy di mal, dan Kenji ditahan bersama orang dewasa karena tak bayar karcis bus. Tangan dingin Kurosawa serta skenario matang trio Max Mannix, Kiyoshi Kurosawa, dan Sachiko Tanaka berhasil mengaduk humor dan kepedihan. Film yang memperoleh penghargaan juri dalam Festival Film Cannes 2008 ini menunjukkan sebuah keluarga yang tampak normal dari permukaan tapi ternyata penuh gejolak yang tak tertahankan.

    Kagawa dan Koizumi berperan luar biasa dalam film ini. Berkat arahan Kurosawa, Kagawa menancapkan auranya di sepanjang film. Sedangkan Koizumi berperan cerdik sebagai Megumi, yaitu perempuan yang tetap punya hasrat meski sering terpendam dalam kultur patriarki. Kisahnya memang biasa, tapi narasi yang dibangun Kurosawa membuat film ini luar biasa. Film ini juga membidik fenomena resesi di Jepang, kondisi yang sangat mudah menimpa Indonesia tahun depan

    Sita Planasari Aquadini


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Warna Kesumba Seni Lekra

Fotografi

Ketika Cakil Mendekati Istana

Indonesiana

Baliho Anti-Orang Kidal

Televisi

Memburu Peringkat di Layar Kaca

Album

PENGHARGAAN
Bibit Waluyo

Catatan Pinggir

Fortinbras

TEMPO|interaktif

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang

Teknologi

Robot Korea Di Kontes Robot Cerdas Indonesia  

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

Seni & Hiburan

Bagaimana Nasib Konser Lady Gaga?

Nasional

Banjir Rendam Empat Kecamatan di Bima  

Metro

Satpam IPB yang Tewas Tertembak Sedang Menyamar

Polisi Kawal Kelulusan Siswa

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif