MEREKA datang dari jauh. Dari lereng gunung Merapi dan Merbabu. Makhluk-makhluk ajaib, tua-muda, cakil, warok, dan makhluk antah-berantah lain. Berjumlah hingga dua ratus orang, di bawah dampingan komponis asal Mendut, Sutanto, mereka tiba di Ibu Kota dengan satu cita: bertemu dengan presidennya, untuk merayakan Hari Hak Asasi Manusia, 10 Desember ini. Maka barisan pun bergerak. Sepagi itu mereka sudah bersiap dari bundaran Hotel Indonesia.
Hujan turun deras. Mereka pun berteduh di emperan Plaza Indonesia. Tepat tengah hari, mereka berjalan menyusuri jalan protokol sepanjang M.H. Thamrin hingga Medan Merdeka.
Tapi polisi rupanya tak mengizinkan makhluk-makhluk ganjil ini mengganggu sang tuan rumah, Bapak Presiden. Para polisi menahan mereka di depan pintu masuk Monas. Mereka tak putus asa. Mereka berjoget dan menabuh musik. Riuh rendah, meski jauh dari rumah yang hendak mereka tuju.
Teks: Sita Planasari Aquadini, SJS
Foto: Yosep Arkian
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

