TEMPO Edisi 21-27 Agustus 2006
SIDOARJO KRITIS
Sudah lebih dari 12 pekan semburan lumpur panas keluar di lahan konsesi milik Lapindo Brantas Inc. di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Namun siapa yang bertanggung jawab dalam kasus ini masih belum jelas, kendati polisi sudah menetapkan enam tersangka-dua dari Lapindo serta empat karyawan kontraktor pengeboran Medici Citra Nusa. Pemeriksaan polisi pun belum ada tanda-tanda selesai.
Volume lumpur yang pada awalnya hanya 5.000 meter kubik itu membesar 10 kali lipat hanya dalam tiga bulan. Luas lahan yang terkena luberan lumpur juga makin luas, dan masyarakat yang menjadi korban pun terus bertambah. Lapindo, yang mencoba menghentikan luberan itu bersama pemerintah, sudah melaksanakan skenario ketiga dari tiga yang dirancang.
Belum jelas kapan bencana ini akan berakhir. Sejauh ini, semua soal ditangani Lapindo, termasuk biaya untuk menghentikan semburan lumpur dan untuk menjamin kehidupan para pengungsi yang berjumlah lebih dari 2.000 orang. Sampai pekan lalu, paling tidak sudah US$ 31 juta (hampir Rp 280 miliar) yang dikeluarkan Lapindo untuk kasus ini.
Kini, setelah dua tahun berlalu, nasib korban semburan lumpur tak juga membaik. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pekan lalu, mengaku prihatin dan mendesak penyelesaian kewajiban kelompok Bakrie kepada para korban.
CATATAN
8 Desember 1980
John Lennon, pentolan grup musik legendaris The Beatles, tewas ditembak penggemarnya, Mark David Chapman, di depan apartemen Lennon di New York, Amerika Serikat.
9 Desember 1937
Tentara Jepang menyerbu Kota Nanjing, Republik Rakyat Cina.
10 Desember 1957
Pemerintah mendirikan perusahaan minyak negara Permina, yang merupakan cikal bakal Pertamina.
11 Desember 1981
Lebih dari 900 warga sipil di El Salvador tewas dalam peristiwa yang dikenal sebagai pembantaian El Mozote.
12 Desember 1901
Ilmuwan Italia, Guglielmo Marconi, menciptakan sejarah dalam dunia komunikasi dengan keberhasilannya mengirim pesan melalui gelombang radio.
13 Desember 1642
Pelaut Belanda, Abel Tasman, menemukan kepulauan di Pasifik Selatan yang kemudian dikenal sebagai Selandia Baru.
14 Desember 1911
Sekelompok pelaut Norwegia, dipimpin Kapten Roald Amundsen, berhasil menemukan Kutub Selatan.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

