• Home
  • 15 Desember 2008
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 15 Desember 2008

    DOKTOR
    Syamsuddin Haris

    PENELITI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsuddin Haris, 51 tahun, lulus dengan predikat sangat memuaskan dalam ujian promosi doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia di Kampus UI, Depok, Rabu pekan lalu.

    Pria kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat, itu menyampaikan disertasi berjudul "Format Baru Relasi Presiden-DPR dalam Demokrasi Presidensial di Indonesia Pasca-Amandemen Konstitusi".

    Syamsuddin berpendapat, sikap presiden di masa mendatang harus lebih akomodatif demi mencegah kebuntuan dalam hubungan antarlembaga.

    PENGHARGAAN
    Rio Haryanto

    Pembalap Indonesia Rio Haryanto, 20 tahun, berhasil meraih posisi pertama sekaligus menjadi juara termuda dalam lomba balap mobil Formula Asia 2.0, Ahad pekan lalu, di Sirkuit Internasional Shanghai, Cina. Rio, putra pembalap di era 1980an Sinyo Haryanto, bergabung dengan Tim Kiki Djarum Black. Dia mengalahkan pembalap Jepang, Yuki Iwasaki dan Yoshitaka Kuroda (urutan kedua dan ketiga).

    Nobertus Riantiarno

    PENDIRI Teater Koma, Nobertus Riantiarno, 59 tahun, terpilih sebagai penerima Anugerah Teater Federasi Teater Indonesia 2008. Penghargaan akan diserahkan 27 Desember mendatang.

    Lelaki kelahiran Cirebon, Jawa Barat, itu terpilih karena kontribusinya pada dunia teater di Indonesia. Dewan juri yang terdiri dari Radhar Panca Dahana, Jajang C. Noer, Nirwan Arsuka, dan Kenedi menilai Riantiarno sangat konsisten dalam berkarya.

    GURU BESAR
    Burhan Djabir Magenda dan Zulhasril Nasir

    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Sabtu dua pekan lalu, mengukuhkan dua guru besar. Mereka adalah Burhan Djabir Magenda, 62 tahun, dan Zulhasril Nasir, 59 tahun. Acara pengukuhan kedua profesor itu berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

    Kedua profesor ini pernah menjadi wartawan. Burhan adalah mantan Wakil Pemimpin Redaksi Harian KAMI Jakarta (1966-1974) dan Pemimpin Redaksi Harian 45 Jakarta (1978-1979). Adapun Zulhasril sempat menjadi wartawan Berita Ekspres Jakarta, pendiri mingguan berita Fokus Jakarta dan anggota Dewan Redaksi Harian Jurnal Indonesia.

    Zulhasril menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Perdaya Neoliberalisme dan Konsumerisme terhadap Identitas Generasi Muda". Dia mengkhawatirkan kediktatoran pasar global yang memperdaya generasi muda produktif sebagai sasaran iklan.

    Adapun Burhan menyajikan pidato pengukuhan berjudul "Konsolidasi Nasionalisme Indonesia Mengatasi Tantangan Globalisasi dan Primordialisme". Menurut Burhan, setelah sepuluh tahun reformasi, tantangan primordialisme sudah terlewati.


    "Bagaimana mau memberikan inspirasi kalau tak punya kegiatan?"
    Mabruri, juru bicara Partai Keadilan Sejahtera, di Jakarta, Senin pekan lalu, tentang kemungkinan dicoretnya Siti Hardijanti Rukmana dari daftar penerima penghargaan "Wanita yang Menginspirasi".

    "Angka itu datangnya dari mana? Uang itu disetorkan ke kas negara atau tidak? Itu harus dibuktikan."
    Emerson Yuntho, aktivis Indonesia Corruption Watch, di Jakarta, Selasa pekan lalu, mengomentari pernyataan Kejaksaan Agung, yang melontarkan klaim telah menyelamatkan Rp 8 triliun uang negara dalam kurun 2004-2008.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Tiga Dekade Lakon Ketoprak

Seni Rupa

Patung Baja Redy Rahadian

Tari

Menuju Akhir Abadi

Televisi

Komedi untuk Orang Sibuk

Album

DOKTOR
Syamsuddin Haris

Catatan Pinggir

Pelacur

TEMPO|interaktif

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

Seni & Hiburan

Bagaimana Nasib Konser Lady Gaga?

Nasional

Banjir Rendam Empat Kecamatan di Bima  

Metro

Satpam IPB yang Tewas Tertembak Sedang Menyamar

Polisi Kawal Kelulusan Siswa

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif