• Home
  • 05 Januari 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Digital
  • Seni
    • Fotografi
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 05 Januari 2009

    MOMEN

    THAILAND
    Tragedi Malam Tahun Baru

    Sedikitnya 59 orang tewas dan 200 lainnya cedera tepat pada malam pergantian tahun baru di Bangkok, Thailand, Kamis pekan lalu. Mereka tewas akibat kehabisan oksigen setelah menghirup asap tebal dan berdesakan saat akan keluar dari klub malam Santika yang dilalap si jago merah. Sejauh ini baru 30 korban yang dapat diidentifikasi: 29 warga Thailand dan satu Singapura.

    Hingga akhir pekan lalu, polisi masih terus menyelidiki penyebab kebakaran. Ada dugaan api berasal dari kembang api yang disediakan panitia saat hitung mundur atau dari petasan yang dibawa pengunjung. Muncul pula spekulasi bahwa api berasal dari korsleting listrik.

    Menteri Dalam Negeri Chavarat Charnvirakul mengatakan peristiwa mengenaskan ini bisa menambah buruk citra Thailand. Sebelumnya, Negeri Gajah Putih dilanda protes massal antipemerintah yang berujung dengan ditutupnya dua bandar udara di Bangkok. Menurut Charnvirakul, masalah utama yang dihadapi Thailand saat ini adalah lemahnya penegakan disiplin.

    BANGLADESH
    Hasina Segera Ambil Kekuasaan

    Mantan Perdana Menteri Bangladesh Syekh Hasina Wajed akan kembali ke tampuk kekuasaan pada 6 Januari mendatang setelah berhasil meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum lalu. Ketua Umum Partai Liga Awami berusia 61 tahun itu meraup 255 kursi dari 299 yang tersedia di parlemen atau lebih dari 75 persen. Yang menarik, Hasina meraih kemenangan mutlak tanpa berkoalisi dengan partai lain.

    Hasina, putri sulung presiden pertama Bangladesh, Syekh Mujibur Rahman, kembali mencalonkan diri menjadi perdana menteri setelah ditahan selama setahun dengan tuduhan pembunuhan dan korupsi. Ia sempat memimpin pemerintah Bangladesh selama lima tahun sejak 1996.

    Dalam pemilihan umum kali ini, Hasina unggul 32 kursi atas rival utamanya, Khaleda Zia, juga bekas perdana menteri, yang didukung Partai Nasional Bangladesh. Tak bisa menerima kekalahan telak itu, Zia curiga ada kecurangan dalam proses pemilu. "Kami akan melayangkan protes," katanya. Namun Menteri Dalam Negeri M.A. Martin mengatakan pemilu berjalan bersih dan lancar.

    SRI LANKA
    Markas Macan Tamil Jatuh

    Pasukan pemerintah Sri Lanka berhasil mengambil alih pusat pemerintahan pemberontak Macan Tamil di Kilinochchi, Sri Lanka Utara, Jumat pekan lalu. Presiden Mahinda Rajapakse mengatakan proses pengambilalihan tersebut berlangsung cepat dan tanpa perlawanan berarti.

    Situs pendukung Macan Tamil membenarkan berita itu. Namun mereka menyebutkan pasukan pemerintah harus berjibaku saat memasuki kota tersebut. Jatuhnya Kilinochchi ke tangan pemerintah Sri Lanka memaksa Macan Tamil memindahkan markas mereka ke arah utara.

    Kehilangan Kilinochchi menjadi tamparan keras bagi pemberontak Macan Tamil, yang menjadikan kota itu tempat perjuangan mereka selama ini. Tak berapa lama setelah Presiden Rajapakse mengumumkan kemenangan besar itu, sebuah ledakan keras terdengar di markas angkatan udara Sri Lanka di Ibu Kota Kolombo. Tiga orang dikabarkan tewas akibat serangan bom bunuh diri tersebut.

    KUBA
    Peringatan 50 Tahun Revolusi

    Sebuah pesta besar digelar pada Kamis pekan lalu di Santiago, Kuba, untuk memperingati revolusi 50 tahun silam yang menandai naiknya Fidel Castro ke puncak kekuasaan. Sayangnya, mantan orang nomor satu di Kuba itu tak bisa berbagi kebahagiaan bersama para pendukungnya.

    "Kami tahu bahwa satu orang tidak akan bisa mengubah sejarah. Tapi ada orang tertentu yang mampu melakukannya karena memiliki pengaruh yang sangat besar. Fidel adalah salah satunya," ucap Presiden Raul Castro tentang sang abang. Raul berpidato di balkon tempat Fidel mengumumkan kemenangan atas pemerintahan diktator Fulgencio Batista pada 1 Januari 1959.

    Rakyat Kuba kini berharap hubungan dengan Amerika Serikat akan lebih cerah di masa pemerintahan Barack Obama, yang akan menempati Gedung Putih pada 20 Januari mendatang. Dalam kampanye kandidat presiden beberapa waktu lalu, Obama berjanji akan berdialog langsung dengan Raul Castro.

    CINA
    Pesan Pendek Pencemar Susu

    Sebanyak 22 perusahaan susu di Cina, yang terlibat skandal pencemaran susu bayi beberapa waktu lalu, mengirim pesan pendek permohonan maaf kepada jutaan nomor pelanggan bertepatan dengan perayaan tahun baru pada Kamis pekan lalu. "Kami minta maaf dan kami mohon ampunan Anda," tulis pesan pendek tersebut dari pabrik susu Sanlu, yang kini sudah bangkrut.

    Akibat mengkonsumsi susu bayi yang mengandung melamin, sedikitnya enam bayi di Cina meninggal dan 290 ribu lainnya jatuh sakit. Melamin sengaja ditambahkan dalam produk susu mereka karena dipercaya mengandung protein yang tinggi.

    Bos pabrik susu Sanlu, Tian Wenhua, terbukti bersalah telah menjual susu palsu atau produk di bawah mutu standar yang telah ditetapkan. Wenhua mungkin akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Namun ada kabar pula bahwa wanita 66 tahun itu akan menjalani hukuman mati.

    PAKISTAN
    Lagi, Bom Bunuh Diri

    Pakistan kembali diguncang bom bunuh diri. Kali ini bom itu ditargetkan kepada para pemilih dalam pemilihan umum di Provinsi Frontier, barat laut Pakistan, pada Ahad dua pekan lalu. Sedikitnya 37 orang di wilayah Bunair tewas dan 16 lainnya terluka. Di antara korban tewas terdapat seorang petugas polisi.

    Juru bicara Taliban, Muslim Khan, menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri tersebut. Menurut dia, aksi itu merupakan balasan atas terbunuhnya enam anggota Taliban di Bunair dan diusirnya anggota Taliban lainnya dari wilayah tersebut.

    Bom bunuh diri tersebut terjadi di luar tempat pemungutan suara. Para pemilih saat itu akan memberikan hak suara untuk menunjuk wakil mereka di parlemen nasional Pakistan yang kosong.

    Firman Atmakusuma (BBC, CNN, AP, AFP)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

MENINGGAL
Soegih Arto

Catatan Pinggir

Diburu

Fotografi

Ketika Unggas Menjadi Dilema

TEMPO|interaktif

Nasional

Perayakan Kelulusan dari Longmarch Hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

Seni & Hiburan

Bagaimana Nasib Konser Lady Gaga?

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif