• Home
  • 05 Januari 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Digital
  • Seni
    • Fotografi
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 05 Januari 2009

    Tetap Teguh pada Resolusi

    Tahun baru adalah musim resolusi hidup. Namun tak jarang, tekad yang dikobarkan sejak akhir tahun itu akan padam dalam hitungan tidak sampai tiga bulan.

    Nah, bagi Anda yang ingin terlepas dari ketergantungan pada obat-obatan, merokok, atau alkohol, dan tetap "beriman" pada resolusi Anda, ada baiknya menyimak tip yang diambil dari publikasi terbaru Universitas Harvard.

    • Pertama, carilah pertolongan dari pihak lain dan ciptakan jaringan pendukung.

    • Kedua, tetapkan hari berhenti, seperti ulang tahun atau perayaan pernikahan.

    • Ketiga, gantilah lingkungan pergaulan Anda, dan hilangkan semua benda yang bisa mengingatkan Anda pada adiksi.

    • Keempat, cobalah mencari keterampilan atau aktivitas baru. Pelajarilah dengan suka cita.

    • Kelima, beranilah mengevaluasi kesalahan masa lalu mengapa Anda selalu gagal bila ingin berhenti merokok, menenggak alkohol atau obat-obatan.

    Mendadak Pekak

    PESTA tahun baru kurang afdal tanpa musik berdentam. Orang ramai berteriak. Begitu riuh hingga Anda sulit menangkap omongan orang. Bisa jadi, problemnya di otak, bukan di kuping Anda, karena otaklah yang mengontrol apa yang didengar telinga.

    Ada semacam "saklar" di sirkuit otak yang secara alamiah melemah seiring dengan bertambahnya umur. Ini mesti diwaspadai sebagai salah satu dari tanda-tanda awal hilangnya pendengaran-problem yang menimpa sepertiga kaum sepuh 65-75 tahun.

    Para ahli masih berupaya menemukan cara meniadakan, atau paling tidak memperlambat, proses kerusakan saklar di sirkuit otak ini. Sebab, otak tak hanya menerima sinyal dari telinga, tapi juga mengirim balik sinyal itu. Ketika berada di lingkungan yang terlalu bising, saklar di otak ini secara otomatis mengirim pesan ke telinga agar mengurangi pasokan sinyal. Walhasil, daya kerja telinga pun melemah.

    Seperti diberitakan AP pada akhir 2008, Robert Frisina dari Universitas Rochester, New York, melakukan penelitian terhadap tikus untuk mencari tahu penyebab kemerosotan daya dengar pada manusia. Tim ini menemukan penyebabnya: menurunnya pasokan dari sebuah struktur kunci di permukaan sel saraf di rangkaian saklar otak.

    Yang juga berperan penting adalah bagian dalam telinga, tempat suara diubah menjadi sinyal saraf. Ini dilakukan oleh sel yang memakai rambut-rambut halus untuk mendeteksi gelombang suara. Sel ini bisa rusak karena penuaan atau karena terlalu sering dan lama berada di lingkungan yang bising.

    Waspada Liburan di Gunung

    LIBURAN di gunung memang menyenangkan. Namun waspadalah, pada hari pertama anak-anak bisa terserang penyakit pegunungan akut (acute mountain sickness). Gejalanya, sakit kepala, mual, kelelahan, dan sulit tidur. Sayangnya, sedikit sekali info tentang serangan ini. Banyak orang tua yang keburu panik sehingga memberikan obat yang sebetulnya tak perlu kepada anak-anak. Hasil penelitian tentang masalah ini dipaparkan di jurnal Pediatrics edisi awal 2009.

    Jonathan Bloch, dokter dari Rumah Sakit Universitas Lausanne, Swiss, dan timnya melakukan penelitian terhadap 48 anak sehat yang baru kembali dari Jungfraujoch, kawasan wisata di dataran sangat tinggi. Untuk mencapainya, anak-anak yang rata-rata berumur 14 tahun itu mesti menanjak dengan kereta api dari ketinggian 568 ke 3.450 meter di atas permukaan laut.

    Hasilnya, 37.5 persen dari responden mengalami serangan ini pada tiga hari pertama. Problem ini dengan sendirinya teratasi dua hari berikutnya, setelah anak-anak itu menyesuaikan diri.

    Serangan ini memang relatif tak berbahaya, namun tetap patut diwaspadai berkembang lebih parah. Kalaupun mau menenggak obat, sebaiknya dibatasi hanya pada gejala yang timbul, misalnya obat sakit kepala.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

MENINGGAL
Soegih Arto

Catatan Pinggir

Diburu

Fotografi

Ketika Unggas Menjadi Dilema

TEMPO|interaktif

Nasional

Perayakan Kelulusan dari Longmarch Hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

Seni & Hiburan

Bagaimana Nasib Konser Lady Gaga?

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif