• Home
  • 12 Januari 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 12 Januari 2009

    Main Mata, Perang Pol

    LANTAI dua kantor Lembaga Survei Indonesia, Menteng, Jakarta. Direktur Riset Lembaga Survei, Kuskrido Ambardi, menyodorkan dua belas halaman kertas ukuran folio. Berkop "Survei Nasional Masalah Sosial Kemasyarakatan", bundel itu berisi daftar pertanyaan untuk responden survei tren sikap elektoral pemilih menjelang Pemilu 2009.

    Dodi, panggilan Kuskrido, membuka lebar-lebar instrumen survei itu. Yang ia comot adalah lembaran yang diisi responden dari Bengkulu. Ia lalu mempersilakan Tempo mengecek desain pertanyaan yang disampaikan lembaganya kepada responden. "Pertanyaan mana yang menunjukkan kami menggiring responden kepada jawaban yang mengarah pada figur atau partai tertentu?" kata Dodi, Kamis pekan lalu. Menantu sosiolog Arief Budiman itu menyatakan hasil survei yang dirilis lembaganya dua pekan lalu, akurat dan bisa dipercaya.

    Dalam survei itu, responden ditanya: jika pemilu dilaksanakan hari ini, partai apa yang akan mereka pilih. Hasilnya: Partai Demokrat unggul di tempat pertama, disusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Golkar. Dalam penelitian itu, Lembaga Survei mewawancarai 2.200 orang di seluruh Indonesia.

    Sebelumnya, September lalu, Lembaga Survei Indonesia menyelenggarakan survei yang juga menempatkan Partai Demokrat di posisi pertama.

    Mencuatnya tingkat keterpilihan partai yang didirikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mengagetkan banyak orang. Sebagian lain menuding lembaga pol main mata dengan partai politik. Muladi, salah satu Ketua Partai Golkar, termasuk yang berang. Ia memperingatkan lembaga pol agar tidak melakukan malpraktek. "Bisa menyesatkan masyarakat," katanya.

    Dalam pol-pol sebelumnya, Partai Demokrat hanyalah partai papan tengah bersama antara lain Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera. Tempat teratas dipegang Golkar dan PDI Perjuangan secara berganti-ganti.

    Direktur Eksekutif Lembaga Survei, Saiful Mujani, membantah "mengakali" survei. Katanya, Partai Demokrat unggul karena citranya sebagai partai yang bersih. Apalagi lembaganya tak sendirian dalam memprediksi Partai Demokrat. "Hasil penelitian Cirus dan Reform Institute juga mengatakan begitu," kata Saiful. Cirus Surveyors Group adalah lembaga penelitian yang dipimpin Andrinof Chaniago, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Adapun Reform Institute dipimpin bekas dosen Universitas Paramadina, Yudi Latif.

    Saiful malah curiga terhadap lembaga pol lain yang menyebutkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuanganlah yang unggul. Padahal waktu survei dan metode yang dipakai relatif sama. Lazimnya, jika penelitian dilakukan dengan metode dan pada waktu yang sama, hasilnya juga akan tak jauh berbeda.

    Tak sulit menerka ke arah siapa telunjuk Saiful sedang mengarah: Lingkaran Survei Indonesia. Pertengahan Desember lalu, lembaga ini merilis hasil jajak pendapat yang menempatkan PDI Perjuangan di tempat pertama (lihat tabel). Dalam survei ini, Lingkaran mewawancarai 1.200 responden di seluruh Indonesia.

    Lingkaran main mata? Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia Denny Januar Ali membantah. Ia memang membenarkan organisasinya saat ini menjadi konsultan politik PDI Perjuangan dalam Pemilu 2009. Tapi itu bukan berarti ia kemudian "mengakali" penelitian. Bantahan serupa disampaikan anggota parlemen PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo. "PDIP memang menggunakan Lingkaran sebagai konsultan. Tapi partai tidak pernah meminta hasil survei dibikin curang," katanya.

    Kepada Tempo, Denny juga menunjukkan kuesioner penelitiannya. Tapi, berbeda dengan Dodi, ia hanya menunjukkan softcopy kuesioner di layar komputer. Ia juga menolak Tempo memeriksa seluruh daftar pertanyaan itu. "Ada pertanyaan yang menjadi rahasia klien kami," katanya. Meski begitu, ia menjamin tidak akan mencoreng kredibilitas lembaga miliknya. "Kami punya kode etik dan metodologi berstandar internasional," katanya.

    Denny menyatakan lembaganya tak sendirian dalam memprediksi kemenangan PDI Perjuangan. "Lembaga Survei Nasional dan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis juga demikian," kata Denny.

    Tapi sumber Tempo yang mengenal seluk-beluk lembaga jajak pendapat bercerita Lembaga Survei Nasional sebetulnya hanya kepanjangan tangan Denny. Umar S. Bakry, pemimpin Lembaga Survei Nasional, dan Denny berhimpun di bawah atap yang sama: Asosiasi Riset dan Opini Publik. Denny adalah ketua umum asosiasi itu, sedangkan Umar menjabat sekretaris jenderal.

    Tapi keduanya membantah saling bantu untuk mendukung PDI Perjuangan melalui riset. "Umar punya sikap sendiri," kata Denny. Adapun Umar berkata, "Saya berteman tapi dalam banyak hal tidak sependapat dengan Denny."

    l l l

    SAIFUL Mujani dan Denny J.A. sejatinya adalah sahabat lama. Keduanya sama-sama pernah menimba ilmu politik di Ohio State University, Amerika Serikat. Sebelum membentuk Lingkaran Survei, Denny bekerja untuk Lembaga Survei Indonesia. Denny sebagai direktur eksekutif dan Saiful sebagai peneliti utama.

    Berdiri pada Agustus 2003, lembaga ini didirikan oleh Yayasan Pengembangan Demokrasi. Duduk sebagai pengurus yayasan di antaranya bekas Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Djunaedi Hadisumarto, Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto, serta pengusaha Theodorus Permadi Rahmat. Tapi, Mei 2005, Denny dan Saiful pecah kongsi. Denny lalu membentuk Lingkaran Survei Indonesia.

    Denny terang-terangan mengaku menggabungkan lembaga pol dan konsultan politik. Ia balik mencibir lembaga lain yang "sok bersih" tapi diam-diam juga menjalankan fungsi konsultan. Tak bisa tidak: tudingannya mengarah kepada Saiful.

    Sumber Tempo menyebutkan Saiful pernah ikut bergabung dengan Fox Indonesia-konsultan politik yang dipimpin Rizal Mallarangeng. Rizal adalah alumnus Ohio State University dan teman dekat Saiful. Fox kini menjadi konsultan politik Partai Demokrat. Kedekatan inilah yang membuat tudingan miring kepada Saiful Mujani itu muncul.

    Saiful membenarkan pernah diminta Rizal membantu Fox pada periode awal lembaga itu berdiri. "Tapi setelah itu saya keluar," katanya. Ia juga membantah memiliki saham di Fox. "Silakan cek saja."

    Saiful menjamin Lembaga Survei Indonesia tak akan macam-macam. Uang Lembaga, kata Saiful, diperoleh dari Yayasan Pengembangan Demokrasi Indonesia. Yayasan itu memiliki perusahaan bernama PT Data. Nah, perusahaan inilah yang mencari fulus buat keberlangsungan organisasi. Order datang dari perorangan dan partai. Umumnya, kata Saiful, partai besar yang datang adalah Golkar, Partai Demokrat, dan PDI Perjuangan. "Jadi uang yayasan yang kami gunakan untuk survei nasional secara periodik. Kami tidak berhubungan dengan partai."

    Saat ini misalnya Partai Demokrat mengorder Saiful dan kawan-kawan untuk memetakan aspirasi calon pemilih Jawa. Hasil penelitian itu dipakai Demokrat untuk mengatur strategi. "Kami ingin hasil obyektif, bukan yang dimenang-menangkan," kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ahmad Mubarok.

    AZ, Sunudyantoro

    Enam Survei, Dua Hasil

  • PDI Perjuangan
  • Partai Demokrat
  • PKS
  • Golkar

    Lingkaran Survei Indonesia
    (5-15 Desember 2008)

    Lembaga Survei Indonesia
    (10-22 Desember 2008)

    Lembaga Survei Nasional
    (10-20 Desember 2008)

    31
    19.3
    11.9
    23
    17.1
    13.3
    28.2
    19.4
    13.5

    Cirus Surveyors Group
    (November 2008)

    Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis
    (24 November-3 Desember 2008)

    Reform Institute
    (November-Desember 2008)

    17.3
    15
    14.6
    24.3
    19.4
    14.2
    11.9
    26.3
    17.8
    14.2

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

    cover

    Seni Rupa

    Proklamasi dari Bandung

    Buku

    Nasionalisme Sang Dokter Bedah

    Album

    PELANTIKAN
    Sutanto

    Catatan Pinggir

    Sisiphus

    TEMPO|interaktif

    Sebelum Tabrakan Cisarua, Penumpang Ingatkan Sopir

    Izin Operasi Bus Maut di Cisarua Dicabut

    Nasional

    Faisal-Biem Merasa Dijegal Aturan KPU DKI

    Nasional

    Partai Demokrat Segera Pecat Kader Bermasalah

    Olahraga

    Kisah Perempuan Afganistan di Ring Tinju Olimpiade

    Olahraga

    Mali Juara Ketiga Piala Afrika 2012

    Rentetan Kecelakaan di Jalan Raya Awal 2012

    Nasional

    Jokowi: Jangan Sampai Pemimpin Itu Melow

    Olahraga

    Barca Ditekuk Osasuna 3-2

    Olahraga

    Persib ke Papua Bukan untuk Mengalah

    Olahraga

    Wenger: Henry Seorang Legenda

    iklan generik

    Top
    • Majalah Tempo
    • English Edition
    • Koran Tempo
    • PDAT
    • Photostock
    • U-Mag
    • Ruang Baca
    • Blog
    • Jurnalisme Publik
    • iTempo
    • Video
    • Audio
    • Infografis
    • Nasional
    • Metro
    • Bisnis
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Gaya Hidup
    • Seni & Hiburan
    • Internasional
    • Selebritas
    • Kolom
    • English
    • Japanese
    • Help
    • About us
    • Contact
    Copyright 2011 TEMPOinteraktif