• Home
  • 19 Januari 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 19 Januari 2009

    MOMEN

    Bank Indonesia
    Lepas Anak Usaha

    BANK Indonesia akan menyerahkan anak usahanya, PT Asuransi Kredit Indonesia dan PT Bahana Permodalan Usaha Indonesia, kepada pemerintah. Anak perusahaan yang satu lagi, Bank Indover, urung didivestasi karena dalam proses pailit di pengadilan Belanda. "Sedang dalam proses," kata Gubernur Bank Indonesia Boediono di Jakarta, Jumat pekan lalu. Targetnya tahun ini rampung. Saat ini Bank Indonesia telah memberikan surat pelepasan kepada pemerintah.

    Keputusan itu diambil menyusul batas akhir bagi bank sentral memiliki anak perusahaan. Undang-Undang tentang Bank Indonesia yang disahkan 15 Januari 2004 menyatakan Bank Indonesia harus menjual anak-anak usahanya dalam lima tahun. "Terhitung sejak 16 Januari, kepemilikan saham Bank Indonesia pada anak-anak perusahaannya tidak sah lagi secara hukum," kata anggota Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat, Dradjad Hari Wibowo. Kepemilikan Bank Indonesia di PT Askrindo dan Bahana Permodalan Usaha Indonesia masing-masing 55 dan 82,2 persen.

    Kebijakan
    Dana Stimulus Dipangkas

    PAKET stimulus ekonomi sebesar Rp 50,5 triliun dipangkas hampir setengahnya menjadi Rp 27,5 triliun. Menteri Koordinator Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kebijakan itu diambil setelah pemerintah menghitung ulang kebutuhan dana tambalan anggaran pendapatan dan belanja negara.

    Dalam anggaran 2009, pemerintah menyiapkan Rp 12,5 triliun. Semula, sisa anggaran tahun lalu-yang diperkirakan sampai Rp 38 triliun-akan dimasukkan ke paket stimulus. Setelah dihitung ulang, ternyata uang yang tersisa hanya Rp 15 triliun. Karena minimnya dana, kata Sri Mulyani, pemerintah berfokus pada sektor industri dan menjaga daya beli masyarakat. "Seperti untuk subsidi minyak goreng," kata Sri, Rabu pekan lalu.

    Internasional
    Pecahan 100 Triliun

    BANK sentral Zimbabwe mengeluarkan uang pecahan berdenominasi triliun, yakni pecahan 10, 20, dan 50 triliun dolar Zimbabwe. Terakhir, diluncurkan pecahan 100 triliun dolar Zimbabwe. Ini setara dengan US$ 300 atau sekitar Rp 3,3 juta. Penyebabnya hiperinflasi yang mencapai 230 juta persen. Akibatnya, nilai tukar mata uang mereka rontok.

    Untuk menghindari kerugian, pebisnis-mulai tukang sayur hingga provider seluler-menggunakan mata uang asing sebagai patokan harga. Tapi hal itu harus seizin bank sentral. Saat ini telah ada seribu toko yang menggunakan harga dalam mata uang asing. Yang tak mengantongi izin akan ditangkap.

    Perbankan
    Bunga Penjaminan Turun

    LEMBAGA Penjaminan Simpanan menurunkan suku bunga simpanan dalam rupiah dan dolar Amerika sebesar 50 basis point, Kamis pekan lalu. Mulai 15 Januari hingga 14 Mei 2009, bunga rupiah bank umum menjadi 9,5 persen, dan 3 persen untuk dolar Amerika.

    Kepala Eksekutif Lembaga Penjaminan Simpanan Firdaus Djaelani mengatakan tekanan inflasi yang menurun, yang diikuti penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 8,75 persen, merupakan pertimbangan penurunan tersebut. "Likuiditas perbankan secara umum juga membaik," kata Firdaus.

    Sementara itu, bunga untuk bank perkreditan rakyat tidak ada perubahan, tetap di level 13 persen. Firdaus mengatakan tidak adanya perubahan itu untuk meningkatkan daya saing bank perkreditan rakyat terhadap bank umum.

    Korporasi
    Citigroup dan Morgan Stanley Bersekutu

    RAKSASA broker keuangan internasional terbentuk Selasa pekan lalu. Morgan Stanley menggelontorkan US$ 2,7 miliar ke Smith Barney, broker retail milik Citigroup. Dengan uang sebanyak itu, Morgan menguasai 51 persen saham dan selebihnya dipegang Citigroup. Menggunakan nama Morgan Stanley Smith Barney, perusahaan joint venture itu akan mengelola aset hingga US$ 1,7 triliun

    Perusahaan yang dijalankan oleh 20 ribu karyawan ini memiliki 6,8 juta klien di seluruh dunia. Dengan aksi korporasi tersebut, target kedua perusahaan ini adalah menghemat biaya operasi hingga US$ 1,1 miliar. Chief Executive Officer Citigroup Vikram Pandit sebelumnya sempat mengatakan rencananya menjual aset guna memperkuat likuiditas.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Membuka Jendela Pejambon

Fotografi

Malam Purnama di Tutup Ngisor

Seni Rupa

Barang-barang Wiyoga

Album

PELANTIKAN
Benny Pasaribu dan Didik Akhmadi

Catatan Pinggir

Pohon

TEMPO|interaktif

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

Seni & Hiburan

Bagaimana Nasib Konser Lady Gaga?

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif