• Home
  • 19 Januari 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 19 Januari 2009

    Anne-Sophie Bonefeld, Juru Bicara Palang Merah Internasional di Palestina:
    Israel Menyerang Petugas Kemanusiaan

    DI tengah deru mesin perang Israel yang menggempur Gaza, pekerja medis dan relawan kemanusiaan berkejaran dengan waktu. Sedaya-upaya, mereka mencoba menyelamatkan korban. Kesulitan yang mereka hadapi tak terkira: dana terbatas, sarana hancur-lebur, tiada jaminan keamanan. Rumah sakit pengap dan sesak-hingga Sabtu pekan lalu korban tewas mencapai 1.335 orang, luka-luka 5.500 orang lebih. Para relawan dan petugas medis harus "berani mati" menerabas medan perang untuk menyelamatkan korban yang terjebak dalam reruntuhan.

    Kesulitan itu kian bertambah karena giatnya Israel menggempur hampir semua rumah sakit, gedung PBB yang menyimpan obat dan pasokan makanan, bahkan ambulans petugas medis. Tak heran, sejumlah dokter dan petugas medis ikut tewas. Padahal, dalam kondisi perang, mereka wajib dijamin keselamatannya.

    Komisi Internasional Palang Merah (ICRC) yang bertugas di Palestina geram bukan main. "Tidak dapat dipahami naluri manusia," kata Jakob Kellenberg, Presiden ICRC.

    Anne-Sophie Bonefeld, juru bicara ICRC untuk Palestina, mengecam keras sikap Israel yang tidak menghargai tugas pekerja medis dan relawan kemanusiaan di Gaza. Bermarkas di Yerusalem, Bonefeld adalah salah satu manusia tersibuk di tengah perang. Rabu pekan lalu, wartawan Tempo Angela Dewi berhasil mengontaknya via sambungan internasional.

    Seperti apa kondisi terakhir di Gaza?

    Kami masih sibuk mengevakuasi korban luka bakar ekstrem serta cedera parah dari reruntuhan bangunan. Sulit sekali! Sebagian besar korban sudah terperangkap beberapa hari. Anda bayangkan saja kondisi mereka yang tanpa obat-obatan, makanan, listrik, air. Kami juga mengirim petugas untuk memperbaiki fasilitas air minum yang hancur.

    Apa kendala utama tim Anda di lapangan?

    Kami sulit menyalurkan bantuan ke rumah sakit dan lokasi pengungsian. Situasi di lapangan amat buruk. Serangan bisa menghantam dari mana pun. Kami harus berkejaran dengan waktu karena kondisi kritis korban. Tenaga kami serta obat-obatan terbatas. Sebagian besar korban luka bakar ekstrem sukar ditangani karena fasilitas tidak mencukupi. Ancaman serangan ketika bertugas membuat kami kesulitan menyalurkan bantuan. Saat ini pasokan peralatan medis dan obat-obatan tidak bisa kami teruskan ke rumah sakit. Sudah 32 truk pengangkut bantuan kami kirim ke Gaza sejauh ini.

    ICRC sempat menghentikan evakuasi korban beberapa hari lalu. Apa alasannya?

    Itu sikap protes kami terhadap ketidakpedulian pasukan Israel. Peraturan internasional melarang pihak yang terlibat konflik menyerang fasilitas dan petugas kesehatan. Tapi Israel bersikap membabi buta pada saat menyerang-termasuk menyerang petugas medis dan relawan. Seorang sopir kami terluka ketika mobil berisi obat-obatan yang kami kirim ke Gaza disasar serangan. Pasukan Israel mengepung lokasi evakuasi untuk memperlambat pekerjaan petugas medis.

    Wah....

    Ya, dan beberapa hari yang lalu petugas kami menemukan pemandangan yang di luar batas kemanusiaan. Empat anak kecil meringkuk dekat mayat ibunya yang hangus terbakar di antara reruntuhan bangunan. Kami tidak bisa masuk ke lokasi. Kami tidak bisa mentoleransi sikap militer Israel. Mereka berdalih menggempur wilayah musuh. Tapi di lapangan (lokasi perang-Red.) Israel tidak menghargai peraturan internasional.

    Bagaimana akses keluar-masuk petugas medis dan tim relawan di perbatasan?

    Kami masih terus menunggu akses dibuka. Banyak sekali bantuan internasional menumpuk di Mesir dan Yordania yang harus segera disalurkan. Kami mendesak agar para ahli bedah yang masih tertahan di perbatasan dapat diberi akses masuk. Tim medis yang bertugas di sejumlah rumah sakit di Gaza merasa kewalahan. Ada yang sudah tiga hari tidak tidur sama sekali karena menangani korban luka parah.

    Tolong, gambarkan kondisi para pengungsi.

    Sama buruknya. Ratusan pengungsi tertahan di Rafah tanpa obat-obatan. Menurut laporan Nada Doumani, petugas kepala (ICRC) di Gaza, sejumlah pengungsi yang cedera parah akhirnya meninggal karena tertahan di perbatasan.

    Presiden ICRC menyebut yang terjadi di Gaza adalah krisis kemanusiaan yang mengerikan. Apa komentar Anda?

    Saya pernah bekerja sebagai perwakilan pers ICRC di Sarajevo, 12 tahun lalu. Bertahun-tahun saya berada di wilayah konflik. Tapi belum pernah saya merasa seputus asa dan semarah seperti saat ini.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Membuka Jendela Pejambon

Fotografi

Malam Purnama di Tutup Ngisor

Seni Rupa

Barang-barang Wiyoga

Album

PELANTIKAN
Benny Pasaribu dan Didik Akhmadi

Catatan Pinggir

Pohon

TEMPO|interaktif

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif