Presiden Yudhoyono mengumumkan penurunan harga premium dan solar. Ia juga mendorong perusahaan negara menekan harga pelbagai komoditas dan jasa: listrik, kereta, dan angkutan lain. Keputusan populis yang didukung anjloknya harga minyak dunia ini menjadi bahan kampanye Partai Demokrat.